Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
204. Taruhan


__ADS_3

HAYOLOH YG BACA GAK KOMEN, NTAR TISOLEDAT DI WESE🥹🤝


***


Kalingga sudah selesai membuat pudding custard untuk Ailee. Selain membawa pudding, dia juga membawa makanan berat yang baru dan hangat untuk Ailee. Makanan tadi sudah dingin dan diganti oleh Magi. Magi yang memasaknya, Kalingga hanya tinggal membawanya ke kamar Ailee.


Mendengar cerita Magi tadi, Kalingga jadi tahu jika memang Ailee sudah dari lama melakukan sayatan itu. Puncak terparahnya mungkin saat gadis itu membuat sayatan memakai pecahan kaca yang ia tinju.


Sebenarnya seberapa berat masalah yang dimiliki oleh Ailee? Dia bahkan melampiaskan itu semua pada dirinya sendiri. Bahkan Kalingga berpikir jika Ailee sengaja melakukan itu sebagai pelampiasan. Pelampiasan karena gadis itu terlalu sakit menahan itu semua. Kasihan sekali gadis ini, mungkin tidak ada telinga juga yang mendengarnya. Dia jadi menahan semuanya sendirian bahkan menelan semua kepahitannya sendirian.


Dan hebatnya lagi, Ailee tidak membenci kedua orang tuanya. Padahal kedua orang tua Ailee pasti penyebab dari ini semua. Entah kenapa Kalingga jadi mengait ngaitkan semuanya saat ini. Sebenarnya wajar saja, sebab dulu dia juga melihat bagaimana sikap kedua orang tua Ailee pada gadis itu. Bahkan Kalingga mendengarnya sendiri dimana kedua orang tua gadis itu memintanya untuk ikut pindah ke Jerman. Karena pekerjaan mereka ada disana.


Ceklek..


"Mas kemana aja sih?! Aku sendirian ditinggal."


Gerutuan yang sangat lucu menurut Kalingga terdengar di telinganya. Gerutuan itu berasal gadinya yang sedang bersandar pada boneka beruang yang dia berikan. Lucu sekali. Bahkan Ailee terlihat seperti anak kecil ketika berada dekat boneka itu. Rambutnya acak acakan.


"Abis bikin pudding," ucap Kalingga. Pria itu meletakan pudding tersebut di sebuah meja nakas kecil yang ada di samping tempat tidur Ailee.


Mata Ailee berbinar melihatnya. Dulu, satu kali dia pernah mencobanya saat dia datang ke rumah Kalingga. Saat itu Kalingga masih ketus dan tidak ramah pada Ailee.


"Makan ini, gue buat khusus buat lo," ucap Kalingga. Pria itu menyodorkan sebuah mangkuk kecil berisi custard pudding yang ia buat. Ailee menerimanya dan menatap pudding itu. Sebelah tangannya memegang sendok kecil.


Ailee ingat, dulu dia sampai di marahi Kalingga karena dia memakan pudding seperti ini. Pudding yang sama yang dibuat oleh Kalingga waktu itu. Dia masih ingat jelas sesampainya di rumahnya, dia menangis sampai sesenggukan saking sakit hatinya dengan sikap Kalingga. Padahal waktu itu tante Ashel sendiri yang memberikannya pada Ailee. Baru satu suap Ailee memakannya, pudding di tangannya ditarik dan di lempar. Entah kenapa kenangan buruk di masa lalu terus menyeruak ke pikirannya ini.


"Kenapa diem aja? Makan dong, gue buat khusus buat lo. Atau lo mau makan nasi dulu?" Tanya Kalingga.


"Ailee gak mau makan nasi Ling. Nanti aja," ucap Ailee.

__ADS_1


"Ya udah, makan puddingnya aja. Kalo lo lihatin kan gak bakalan kenyang," ucap Kalingga.


"Iya," ucap Ailee pelan. Gadis itu menyendokan pudding itu dan memakannya. Matanya terpejam seolah sedang menikmati pudding tersebut. Namun tiba tiba air matanya menetes.


Kalingga terkejut melihatnya, ia pun langsung menyeka air mata Ailee.


"Why? Puddingnya gak enak ya?" Tanya Kalingga.


Ailee tersenyum dan menggeleng. "Puddingnya enak, enak banget malah."


"Terus kenapa nangis?" Tanya Kalingga.


"Ailee cuma inget masa lalu aja, tapi itu gak penting," ucap Ailee.


Kalingga terdiam. Masa lalu? Pudding? Ia mencoba mengingatnya dengan cukup keras. Sampai matanya kembali terbuka. Kalingga tidak pikun, dia mengingatnya. Rasa bersalah langsung menghinggapi hatinya. Pria itu mendekat ke arah Ailee dan memeluknya.


"Maaf," ucap Kalingga.


"Gak papa, udah jadi masa lalu juga. Gak penting buat di inget inget," ucap Ailee. Gadis itu membalas pelukan Kalingga.


"Tapi gue dulu jahat banget sama lo. Harusnya gue gak kayak gitu," ucap Kalingga.


"Ssttt, udah gak usah dibahas. Ailee makan pudding ini dulu, enak banget," ucap Ailee.


Ia memang mengingatnya namun ia tidak ingin membuat Kalingga merasa bersalah karena hal itu. Karena bagaimana pun konteks dulu dan sekarang itu berbeda. Dulu Kalingga jahat pada Ailee sebab Ailee sering mengganggunya. Ailee mengakui hal itu. Jadi tidak perlu dipermasalahkan apa yang sudah terjadi di masa lalu.


"Tapi gue tetep bersalah. Dan lo dengan hati luas lo mau memaafkan gue. Jujur gue beruntung banget tahu gak," ucap Kalingga.


"Aku juga beruntung karena akhirnya kamu sama aku, bukan sama yang lain," ucap Ailee.

__ADS_1


"Gue sayang sama lo," ucap Kalingga.


"Mee to," ucap Ailee.


Pelukan keduanya terus berlanjut, namun dengan Ailee yang memakan pudding dengan sebelah tangannya yang tidak memeluk Kalingga. Dia memakannya kemudian menyuapi Kalingga.


Ternyata setelah bersama pria ini, banyak hal tidak mungkin menjadi mungkin. Salah satunya ya seperti ini. Dulu Ailee selalu beranggapan jika dia tidak akan pernah dapat merasakan lagi manis dan enaknya pudding buatan Kalingga. Tapi ternyata takdir menjawabnya hari ini. Hari dimana Ailee memakan pudding itu lagi. Bahkan ketidak mungkinan yang lainnya, terjadi juga akhir akhir ini. Bahagia sekali rasanya, bahkan rasa syukur Ailee mungkin tidak akan bisa dibayarkan begitu saja dengan semua yang terjadi ini.


"Besok ambil rapot, mau taruhan gak?" Tanya Kalingga.


"Taruhan apa?" Tanya Ailee.


"Kalo nilai lo lebih tinggi dari gue, lo bebas mau apa aja dari gue. Begitu sebaliknya. Gimana?" Tanya Kalingga.


"Tunggu dulu, maksud kamu apa? Ailee gak paham," ucap Ailee.


Memang dasarnya suka loading lama ketika sudah menangis.


"Jadi gini, besok kan dibagi rapot kan? Nah gue mau ngajak lo sebagai pacar gue taruhan. Kalo semisal nilai lo tinggi dari gue, lo boleh minta apapun dari gue. Apapun itu, dan kalo nilai lo lebih rendah dari nilai gue, maka kebalikannya. Yaitu lo yang harus nurutin mau gue," ucap Kalingga.


Oke Ailee paham maksud taruhan yang dilayangkan oleh Kalingga, "Berapa lama?" Tanyanya.


"Satu hari," ucap Kalingga.


"Boleh, nilai Ailee kan selalu lebih tinggi dari nilai kamu. Siap siap aja ya," ucap Ailee percaya diri.


"Okey, semoga percaya diri lo gak matahin apa yang akan terjadi besok. Pokoknya apapun yang gue mau harus lo turutin. Deal?" Tanya Kalingga sembari menyodorkan tangannya ke arah Ailee.


"Deal," ucap Ailee dengan polos dan mudahnya menyetujui taruhan itu. Bahkan Ailee tidak memikirkan jika suatu hari nanti, apapun bisa terjadi. Kalingga sendiri hanya tersenyum senang. Tentu saja senang, sebab dia memiliki maksud tersendiri.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2