
***
Sejak pagi tadi, Kalingga masih terus memikirkan apa salahnya sampai saat ini. Pasti ada yang salah tentu saja, buktinya kekasihnya tiba tiba merajuk begitu saja dan parahnya lagi tidak memberitahunya dia kenapa dan apa yang sudah dia lakukan. Ailee hanya mengatakan Kalingga harus memikirkannya sendiri. Jelas saja Kalingga tidak tahu, sudah dipikir sekeras apapun, dia tidak menemukan yang salah selama kemarin.
Jika pun saat tidur tangannya nakal, ya mau bagaimana lagi. Kalingga juga tidak sadar saat itu. Tangannya saja yang nakal, yang selalu ingin menjamah tubuh indah itu. Apalagi semalam Ailee tidur bersama dengannya. Hanya tidur, tidak lebih.
Meskipun belum memiliki ikatan yang resmi, Ailee dan Kalingga memang selalu tidur bersama. Cukup sering namun tidak setiap hari juga. Hanya pada hari hari tertentu saja.
Sesampainya Ailee di rumahnya pagi tadi, gadis itu langsung pergi ke kamarnya. Niatnya memang akan meneruskan tidurnya yang tersita karena insomnia yang tiba tiba datang. Waktu yang cukup juga sebelum dia datang ke pesta tersebut. Sebenarnya Ailee paling anti dengan pesta seperti itu, tapi demi menghormati undangan keluarga Natapraja, Ailee memutuskan akan datang. Apalagi Kalingga mungkin nanti akan menjadi pasangannya.
Sejauh ini, belum ada kabar dari Richi. Pria itu mengatakan jika dia akan berlibur dengan William dan Willem, jadi dia memberikan nomor yang diminta untuk diselidiki pada Gail. Dan Gail pun belum memberikan kabar apa apa pada Ailee. Ailee tidak memaksa kabar itu cepat cepat, toh dia juga sudah marah pada Kalingga dengan cara seperti tadi pagi.
Setelah menghabiskan roti yang ia ambil dari ruang keluarga tadi, Ailee langsung menghempaskan dirinya pada kasur empuk yang ada di kamarnya. Sulit sekali menolak godaan kasur tersebut.
***
Beberapa jam berlalu, Ailee tertidur dengan nyaman dan sangat nyenyak sekali, dia bahkan tidak ingat jika malam ini dia memiliki agenda untuk datang ke pesta keluarga Natapraja. Sial sekali, dia bahkan tidak ingat waktu ditambah orang ruamhnya tidak ada yang membangunkannya. Ailee bangun dengan tergesa gesa dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, tidak lama sebab waktunya sudah sangat mepet sekali.
“Gila!! Udah mau jam tujuh aja. Belum lagi nanti kena macet,” gerutu Ailee kesal. Dia bahkan tidak menghabiskan waktu banyak untuk mandi. Rasanya mandinya kali ini hanya sekedar basah saja. Dengan cepat Ailee memakai pakaiannya lalu mengambil hair dryer yang tak jauh dari dekatnya. Bahkan gaun satin yang ia pakai sedikit terkena basah air dari tubuhnya yang belum benar benar kering.
“AAAAAAA MAMA GAK BANGUNIN LAGI!!! KAN GUE JADI TELAT,” teriak Ailee kesal. Gadis itu dengan grasak grusuk mengambil beberapa polesan produk make up yang ia poleskan pada wajahnya. Sedangkan hair dryer itu masih terus menyala sembari mengarah ke rambutnya.
Ditengah kerusuhannya karena sudah kehabisan waktu untuk sampai di acara keluarga Natapraja, tiba tiba hair dryer yang sedang dipegangnya diambil begitu saja. Tak perlu menoleh untuk melihat siapa yang mengambilnya, karena dari pantulan kaca di depannya saja Ailee sudah tahu siapa yang datang.
__ADS_1
"Pelan pelan sayang, nanti rambut kamu rusak," ucap Kalingga.
Iya, siapa lagi yang akan berani datang apalagi masuk ke kamar Ailee jika bukan Kalingga, pacarnya. Hanya Kalingga seorang yang berani. Berani meminta ijin pada Alexander, papa Ailee.
"Keringin, tolong," ucap Ailee.
"Sure, mommy."
Ailee berdecak pelan. Lagi dan lagi Kalingga memanggilnya dengan sebutan mommy. Padahal Ailee masih gadis. Memang sih, sedikit Ailee akui jika dia juga meleyot karena panggilan tersebut. Tapi dia tidak pernah mengekspresikannya. Dia lebih memendamnya, karena jika dia berekspresi, mungkin Kalingga akan semakin menjadi dalam menggodanya.
Ailee sedikit tenang karena ada yang membantunnya mengeringkan rambut panjangnya. Selagi rambutnya dikeringkan, Ailee mulai fokus pada make up di wajahnya. Meskipun tidak selalu tebal seperti kebanyakan wanita ketika ber-make up. Ailee hanya akan memakai make up pada acara acara tertentu saja. Make up tipis namun tetap terlihat membuatnya berbeda dari sebelumnya.
"Jangan pake lip yang merah," cegah Kalingga saat melihat tangan kekasihnya mengambil lip produk yang kemasannya berwarna merah.
"Ini gak merah, so tahu banget," ucap Ailee ketus, gadis itu pun memutar bagian atas lipstik yang sedang dipegangnya. Ailee tidak mengindahkan larangan Kalingga. Dia mungkin lupa seperti apa ganasnya pria yang ada di belakangnya ini.
Tak menyadari, Kalingga sudah menyimpan hair dryer tersebut lalu memutar tubuh Ailee dengan cepat. Putaran cepat itu tentu saja mampu membuat kepala Ailee sedikit pening.
"Nakal banget kalo di bilangin," ucap Kalingga pelan, sebelum Ailee berbicara, pria itu lebih dulu membungkam mulut kekasihnya, tentunya dengan bibirnya.
Lipstik di bibir Ailee masih belum kering, sehingga warnanya masih merah menyala dan belum menyatu dengan warna bibirnya. Dan Kalingga dengan seenaknya langsung menyosor begitu saja?!
"Lep-ashh," ucap Ailee. Gadis itu mendorong tubuh Kalingga sampai tautan bibir keduanya terlepas. Namun dorongannya tidak mampu menggeser tubuh Kalingga. Tetap saja sangat dekat dengan tubuhnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih yang? Aku ada salah? Kalo iya bilang, jangan kamu suruh aku pikir sendiri. Aku gak tahu salah aku dimana dan apa," ucap Kalingga.
"Kok bentak aku?!" Ucap Ailee galak.
"Enggak sayang, aku gak bentak kamu. Aku bicara biasa aja. Kamu yang kenapa? Kenapa akhir akhir ini sensitif banget," ucap Kalingga. Sejak tadi pria itu hanya menggunakan intonasi biasa saja, tak ada bentakan apa apa. Tapi kenapa gadisnya merasa dibentak?
"Gak tahu," ucap Ailee.
Kalingga menghela nafasnya, lalu memeluk kekasihnya. Satu tangannya meraih ponsel Ailee yang berada di meja rias dan membukanya. Pria itu membuka menu kalender di ponsel Ailee.
Pantas saja sensitif. Ini adalah tanggal tanggal dimana Ailee akan mendapatkan tamu bulanannya.
"Kalo aku salah, harus kamu benerin yang. Jangan malah kamu cuekin aku. Aku gak akan tahu letak salah aku dimana kalo kamu gak speak up," ucap Kalingga lembut.
"Kesel sama kamu," ucap Ailee.
"Iya. Tapi kesel kenapa? Kan harus ada penyebabnya," ucap Kalingga.
"Kamu pura pura gak tahu?!" Tanya Ailee sewot.
"Yang-,"
"Harusnya kamu sadar, kenapa kamu gak percaya sama aku sampe sampe kamu suruh orang buat buntutin aku selama di Boston kemarin?!!"
__ADS_1
Tbc.