Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
208. Permintaan Ailee


__ADS_3

***


Setelah keluar dari ruangan kelas tadi, Kalingga masih dalam mode diam begitu juga Ailee. Ailee sendiri masih bingung dan sedikit syok dengan berita yang diberikan oleh wali kelasnya tadi. Tentu saja dia bahagia karena dia bisa masuk universitas dengan cepat. Tapi jika begitu caranya, beberapa bulan ini dia tidak akan mengganggu Kalingga lagi di sekolah. Dia bimbang soal itu. Tapi dia juga tidak ingin melepaskan kesempatan itu.


Sementara kedua orang tua mereka sejak tadi saling bercerita, lain halnya dengan anak anak mereka semua yang sibuk masing masing.


"Kav, bagaimana jika malam ini keluarga kalian datang ke restoran ku untuk makan malam? Ya itung itung merayakan keberhasilan anak anak kita," ucap Alex.


"Ide bagus. Sudah lama juga kita tidak saling bertukar cerita dan makan malam. Bagaimana sayang?" Tanya Kavin pada Ashel.


"Aku ikut mas, anak anak juga," ucap Ashel.


"Baguslah, nanti malam aku tunggu di restoran ku," ucap Alex. Kavin dan Ashel mengangguk mengiyakan.


"Mami, malam nanti kan Briella mau tidur lebih awal," bisik Briella saat sudah dekat dengan maminya.


"Hush, gak baik nolak ajakan orang sayang. Cuma bentar aja kok," ucap Ashel. Briella menghela nafasnya dan mengangguk. Dia pun kembali ke posisinya yang awal, yaitu di sebelah Kairav.


Kedua keluarga itu sedang berjalan menuju ke parkiran. Selama perjalanan, seperti biasanya banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka. Namun kedua keluarga itu hanya diam dan tidak banyak bereaksi, seolah mereka memang sedang tidak diperhatikan.


"Om, tante, mi, pi," panggil Kalingga. Kedua orang tua dari dua keluarga itu menoleh ke arah Kalingga.


"Masih ada beberapa jam menuju malam, sebelum makan malam nanti, boleh gak Kalingga bawa Ailee pergi?" Tanya Kalingga bermaksud meminta ijin.


"Papi terserah kamu, yang jelas kamh bawa anak Alex. Ijin sama dia aja," ucap Kavin.


"Jaga anak om, kembalikan dia nanti dalam keadaan sama tanpa kurang apapun," ucap Alex.


Kalingga tersenyum tipis dan mengangguk.


"Kamu gak bawa kendaraan kak, gimana caranya kalian pulang?" Tanya Ashel.

__ADS_1


"Bawa mi, itu motor Kalingga udah dianterin sama bawahan papi. Kalo gitu Kalingga duluan," ucap Kalingga. Pria itu menarik lembut tangan Ailee dan membawanya menuju ke motornya. Ailee hanya pamitan pada semuanya. Sedangkan Briella dan Kairav sudah julit sejak tadi. Mereka seperti melihat seseorang yang sedang takut ditinggalkan, tapi lihat nanti saja. Apapun keputusan Ailee, sebagai sahabat Briella akan mendukungnya.


***


Tujuan Kalingga adalah apartementnya. Ini masih terhitung sangat siang, sebab waktu baru menunjukam pukul sebelas siang. Dia memiliki banyak waktu untuk berduaan dengan Ailee. Apalagi nilainya dengan Ailee sama. Lali taruhannya akan seperti apa?


Kalingga sudah memikirkannya, maka dari itu dia membawa Ailee ke apartementnha untuk membahas hal itu. Bukan apartement biasanya, tapi apartement satunya lagi yang kawasannya cukup jauh dari arah rumah dan membutuhkan waktu setidaknya satu jam tiga puluh menit untuk sampai kesini.


Menempuh perjalanan dengan sunyi dan tenang, sebab keduanya tidak saling bicara sejak tadi. Ailee sendiri bingung harus mengatakan hal apa pada Kalingga. Pikirannya masih teralih dengan ucapam wali kelas tadi. Ailee masih bingung untuk mengambilnya atau tidak. Mengingat dia juga masih lama sekali untuk masuk ke sekolah. Dia mendapatkan libur panjang, mungkin selama itu juga dia akan memikirkan jalan keluarnya.


"Ini apartement siapa?" Tanya Ailee.


"Gue," jawab Kalingga.


"Kamu udah banyak aset ternyata," ucap Ailee.


"Emang, gimana? Mau nikah sekarang?" Tanya Kalingga.


"Sembarangan aja, Ailee belum siap layanin kamu," ucap Ailee sembari memukul pelan bahu berotot milik Kalingga.


"Ya harus siap lah, pokoknya kalo kita udah nikah, lo harus siap dan mau melayani nafsu gue. Lo tahu gue aslinya kayak gimana kan?" Tanya Kalingga. Pria itu merangkul bahu Ailee dan membawanya keluar dari dalam lift.


"Nafsuan. Kayaknya Ailee gak sanggup deh kalo nanti harus layanin nafsu kamu, Ling," ucap Ailee.


"Belum aja gue nikahin udah mau k.o duluan, gimana sih Ail. Lo harus mau pokoknya," ucap Kalingga memaksa.


"Dih, ya gimana nanti aja kali. Nikah aja belum," ucap Ailee. Gadis itu masuk duluan ke dalam apartement Kalingga lalu di susul oleh pemilik apartement ini yaitu Kalingga.


"Harus mau. Gak perlu nikah juga gak papa, kan udah jadi hal tabu banyak yang gak nikah tapi udah hamil. Emang lo gak tahu soal itu? Atau lo kurang update?" Tanya Kalingga.


Ailee menghela nafasnya dan duduk di sofa panjang yang ada di depan tv.

__ADS_1


"Tahu, makanya Ailee gak mau kayak gitu Ling. Karena bagaimana pun, hal kayak gitu menurut Ailee gak boleh di lakuin. Mereka cuma komitmen tanpa adanya ikatan sakral. Syukur kalo cowoknya mau stay menemani ceweknya yang lagi hamil, kalo semisal cowoknya gak stay dan milih pergi karena cewek lain gimana? Kan repot besarin anak sendirian aja. Belum nikah tapi udah jadi single parents. Ailee gak mau kayak gitu," ucap Ailee.


Pemikiran Ailee memang cukup terbuka soal hal seperti itu.


"Jadi lo nyalahin mereka yang melakukan hal tabu itu?" Tanya Kalingga. Pria itu mengambil duduk di sebelah Ailee. Ailee langsung bergeser dan berhadapan dengan Kalingga.


"Enggak gitu juga Lingga sayang. Maksudnya itu Ailee sendiri yang gak mau melakukan hal konyol kayak gitu. Biarlah mereka melakukan hal itu, itu pilihan mereka sekaligus kemauan mereka juga. Gak mungkin kan mereka melakukan itu dengan posisi mereka gak sadar? Itu pilihan mereka, jadi biarin mereka menanggung akibatnya sendiri," ucap Ailee.


"Oke, oke. Skip masalah itu, gimana soal taruhan? Kita drow dan menurut gue kita sama sama punya keinginan satu sama lain," ucap Kalingga.


"Maksudnya?" Tanya Ailee.


"Nilai kita sama, artinya baik gue atau pun lo boleh minta permintaan satu sama lain. Satu permintaan, apa yang lo minta dari gue?" Tanya Kalingga.


"Gak muluk muluk kok, Ailee cuma mau kamu cukup sama Ailee," ucap Ailee.


"Sesimpel itu?" Tanya Kalingga. Ailee menganggukan kepalanya.


"Gak ada yang lain? Gak mau tukeran jantung?" Tanya Kalingga.


"Enggak, gila aja kamu. Ailee cuma becanda waktu itu," ucap Ailee. Dasar Kalingga, masih saja mengingat hal itu. Ailee sendiri bahkan sudah melupakannya.


"Ya kan siapa tahu. Jadi mau lo cuma itu?" Tanya Kalingga.


"Iya, emangnya selain itu boleh?" Tanya Ailee.


"Boleh."


"Ya udah, gini," ucap Ailee menggantung. Gadis itu lebih mendekat ke arah Kalingga lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher pria itu.


"Ailee mau kamu janji buat terus sama Ailee, apapun keadaannya. Ailee cuma mau sama kamu dan kamu juga harus mau sama Ailee sampai kita mati nanti."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2