
***
Sebelumnya Ailee tidak pernah menduga jika Kalingga akan semarah ini ketika dia diganggu Fade. Apa mungkin ini artinya Kalingga sudah mencintainya dengan tulus? Sepertinya iya. Buktinya pria itu tidak lagi mementingkan imagenya sebagai good boy di sekolah. Dia bahkan dengan terang terangan juga menolak permintaan guru BK tadi untuk datang ke ruangannya. Ini adalah rekor untuk Kalingga, iya sebab selama ini dia tidak pernah masuk BK. Namun di kelas akhirnya namanya tercatat di buku BK.
Ailee harus meminta maaf pada Kalingga. Karena dia, nama pria itu jadi tertulis di catatan BK. Sebenarnya Ailee juga tidak mau hal ini terjadi, tahu seperti itu mungkin tadi dia akan memilih untuk menahan pipisnya sampai bel pulag berbunyi.
"Ling," panggil Ailee. Gadis itu sudah berada di dalam balkon kamar Kalingga. Sebab pria itu tengah berdiri di pembatas pagar dengan menumpukan kedua tangannya.
"Maafin Ailee," ucap Ailee. Gadis itu hendak meraba tangan Kalingga, namun Kalingga justru berbalik dan menyerang bibir Ailee. Kalingga masih belum meluapkan emosinya sampai benar benar stabil. Mungkin dengan mencium Ailee emosinya akan terganti dengan nafsu.
Untungnya tadi Ailee juga menutup pintu kamar pria ini. Jika saja tidak mungkin dia sudah terciduk ditiduri Kalingga. Karena saat ini tubuh Ailee ditindih oleh tubuh Kalingga diatas kasur pria itu. Ciuman Kalingga cukup beringas dan tidak sepelan biasanya. Namun Ailee tetap mencoba membalasnya meskipun kesusahan.
"S-sak-it," ucap Ailee terbata.
"F*ck!!" Umpat Kalingga. Pria itu bangun dari atas tubuh Ailee dan kembali berjalan ke dekat balkon. Namun sebelum itu Ailee lebih dulu menarik tangan Kalingga dan memeluknya.
"Calm down baby, don't angry," ucap Ailee pelan. Gadis itu mencoba mengelus pelan punggung Kalingga. Memberikan kenyamanan serta kelembutan pada pria itu. Berharap emosinya mereda. Kalingga tetap diam dan tidak membalas pelukan Ailee. Namun jujur saja, dia memang senang dipeluk oleh Ailee.
Kalingga benae benar tidak bisa menahan amarahnya. Entah kenapa mendengar ucapan pria gila itu yang mengklaim Ailee sebagai miliknya mampu membuat emosinya sampai mendidih. Bahkan dengan membabi buta dia memukuli Fade sampai pria itu babak belur.
"Look at me," ucap Ailee. Gadis itu melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Kalingga dengan kedua tangannya. Kalingga menurut dan menatap Ailee.
"Kenapa bisa sampai lost control begini? Kamu Kalingga Alister, sayang. Kamu tidak pernah semarah ini," ucap Ailee.
"Apa gue gak boleh marah saat milik gue di klaim orang lain?" Tanya Kalingga. Sempat memgernyit tidak memgerti namun tak lama Ailee tersenyum kecil.
"Aku cuma milik kamu. Bukan milik pria gila itu atau pun pria lainnya. Aku cuma sayang sama kamu, jangan marah lagi. Aku takut," ucap Ailee.
__ADS_1
Kalingga lega mendengarnya. Gadis ini benar benar mampu menaikan emosinya sekaligus meredam emosinya juga. Tanpa mengatakan apa apa lagi, Kalingga menarik Ailee ke dalam pelukannya. Menenangkan sekali, apalagi aroma vanilla dari tubuh wanita ini benar brnwr smooth dan memabukan. Entahlah, kenapa Kalingga jafi seperti ini setelah bersama Ailee.
Emosi tidak stabil saat melihat wanitanya diganggu, gelisah saat tidak melihat keberadaan wanitanya. Kalingga bingung sekali kenapa bisa ia merasakan perasaan perasaan aneh itu. Apa mungkin karena Ailee sudah benar benar berada di hatinya.
Dia cinta pertamanya. Meskipun iya awalnya Kalingga membencinya. Dan ternyata benci itu berubah jadi cinta. Kalingga menelan bulat bulat rasa malu dan kekinya akibat benci berubah jadi cinta.
"Wajah kamu gak ada yang luka, kok bisa?" Tanya Ailee. Memang tidak ada sedikit pun luka di wajah Kalingga. Pria itu sangat pandai berkelahi ternyata.
"Emang lo mau cowok lo mukanya babak belur?" Tanya Kalingga balik.
"Enggak. Gak tega soalnya, kan sakit," ucap Ailee.
"Buka baju lo," ucap Kalingga.
"Nanti aja obatinnya. Lagian malu nanti kamu lihat Ailee gak pake baju," ucap Ailee.
"Pemaksa. Awas aja kalo tegang terus minta tanggung jawab. Ini kemauan kamu," ucap Ailee. Kalingga hanya menatapnya sinis dan menarik gadis itu ke walk in closetnya. Sebelumnya ia mengambil beberapa es batu yang ada di kulkas mini di kamarnya.
Ailee membelakangi Kalingga, tentu saja. Dia tidak memakai tanktop, sial sekali hari ini hidupnya. Tubuhnya hanya dibalut br* dan seragam saja.
"Cepetan," ucap Ailee. Gadis itu hanya menurunkan setengah bajunya hingga yang terekspos hanya bahunya.
Bahu putih mulus itu tentu saja membuat Kalingga sedikit goyah dan ingin menerkam Ailee saat ini juga. Namun dia harus tetap waras. Mengunboxing Ailee saat ini bukanlah solusi, tapi sepertinya itu mampu meredakan amarahnya.
"Nanggung banget cuma dibuka setengah. Semuanya aja kali, toh gue gak lihat dada lo yang kecil itu," ucap Kalingga.
"Hujat aja terus. Kayak udah pernah lihat langsung aja," ucap Ailee kesal. Dadanya kecil? Ya wajar lah, dia belum bersuami dan belum memiliki seorang mekanik untuk membuat tubuhnya sedikit berbeda.
__ADS_1
"Tapi gue pernah main main disana," bisik Kalingga. Pria itu mengecup bahu Ailee cukup lama. Entah kenapa sensasinya berbeda sekali. Sedikit panas.
"Cepetan Ling. Dingin loh," ucap Ailee.
"Ck. Ganggu aja," ucap Kalingga kesal.
Ailee memang selalu mengganggunya terus menerus. Kalingga kan sedang menikmati ciuman itu dan juga dengan begitu aroma vanilla di tubuh Ailee benar benar tajam sekali baunya jika Kalingga seperti itu. Dan gadis ini, ah sudahlah.
"Shh, dingin," ucap Ailee saat Kalingga menempelkam es batu di memar punggungnya.
"Ya namanya juga es batu, kalo mau panas ayo gulat sama gue di kasur. Dijamin panas sampe berkeringat," ucap Kalingga.
"Ngawur banget ngomongnya. Katanya gak bakalan tegang," ucap Ailee.
"Siapa yang tegang?" Tanya Kalingga. Ailee membalikan tubuhnya dan melipat kedua tangannya di dadanya. Ia pun melihat ke area selang*angan Kalingga.
Senyum miring tercetak di wajah gadis itu, "Kenapa itu nyembul? Bukannya kamu bilang dada Ailee kecil?"
F*ckkkk!!! Kenapa mata Kalingga jelalatan sekali. Matanya tidak mau melihat ke arah lain selain ke arah dada Ailee. Dada gadis itu menyembul dan terlihat sangat besar. Kalingga merutuki kebodohannya. Seharusnya dia tidak mengatakan itu jika akhirnya dia sendiri yang horn- melihat Ailee seperti itu.
Munafik sekali dia. Dia bilang tidak akan turn on, nyatanya baru melihat dada itu dia langsung turn on. Sialan!!
"Jangan ngumpat di dalam hati sayang. Ailee gak suka," ucap Ailee. Gadis itu berjalan maju agar lebih dekat dengan Kalingga. Bahkan Ailee dengan sengaja menggoda Kalingga.
"Gadis nakal," ucap Kalingga.
Tbc.
__ADS_1