
***
Setelah dibujuk oleh suaminya, akhirnya Ashel pun tertidur dengan berat hati. Bukan apa apa, dia hanya takut Ailee kenapa napa karena ulah anaknya. Bagaimana pun dia perempuan da juga memiliki anak perempuan, sudah pasti khawatir itu ada. Apalagi Ashel sudah menganggap Ailee seperti anaknya. Ia dan Briella sama pentingnya untuk Ashel. Sejak Ailee kecil, Ashel sudah melihat sekaligus mengasuhnya. Sebab anak perempuannya, Briella sudah dekat sejak kecil dengan Ailee.
Matahari sudah menunjukan wujudnya. Namun kedua mahluk yang semalam saling memeluk belum juga bangun. Mungkin karena mereka masih sama sama nyaman dengan posisinya itu. Apalagi Kalinga yang sejak semalam tidak melepaskan pelukannya pada Ailee. Ailee seolah adalah bantal gulingnya. Bedanya ini hidup dan bisa ia raba raba.
Sampai sejauh ini, perasaan Kalingga seolah belum tersentuh oleh Ailee. Entah itu perlakuan, sikap, atau yang lainnya. Kalingga masih sama, bedanya pria tidak sejauh dulu. Dulu Kalingga selalu jaga jarak, bahkan dia selalu mengatakan kata kata pengusiran pada Ailee saat gadis itu datang berkunjung ke mansion Kavinder.
Entah sampai kapan cinta sendirian Ailee akan berakhir. Yang jelas dia masih berusaha dan berusaha untuk mendapatkan Kalingga. Meskipun tidak jarang Ailee selalu sakit hati dengan perilaku pria itu.
Ailee menggerakan tubuhnya yang terasa kaku. Namun sayangnya ia kesulitan bergerak, sebab Kalingga masih saja memeluknya erat.
“Ling,” panggil Ailee. Namun pri aitu tetap diam tidak bergerak atau pun menyahuti ucapannya.
Ailee kembali menggerakan tubuhnya. Berharap dengan gerakan itu Kalingga bisa terusik lalu bangun dan menguraikan pelukannya. Namun sayangnya pria itu bukannya terganggu malah semakin mengeratkan pelukannya. Ailee tidak tahan lagi, dia kebelet pipis dan harus segera pergi ke kamar mandi.
“Lingga bangun! Ailee pengen ke kamar mandi. Kebelet!!” Ucap Ailee cukup keras.
“Nghhh. Diem,” gumam Kalingga. Pria itu kembali memeluk Ailee dengan cukup erat sekali. Ailee terus bergerak agar Kalingga melepaskannya, namun tenaganya tentu saja tidak sebanding. Ailee benar benar sudah tidak tahan, jika lebih lama lagi bisa bisa dia akan pipis disana.
“Ling, Ailee enggak becanda. Ailee bener bener butuh ke kamar mandi,” ucap Ailee.
“Masih pagi udah mau boker aja lo,” ucap Kalingga kesal. Pria itu melepaskan pelukannya kemudian menarik bantal Ailee untuk ia peluk dan kembali tidur. Sementara Ailee langsung ngacir ke kamar mandi. Perutnya benar benar sakit karena terlalu lama menahan ingin buang air kecil.
__ADS_1
Ailee menghembuslan nafas leganya saat ia sudah selesai buang air kecil. Sebelum keluar dari dalam kamar mandi, Ailee mencuci muka dan gosok gigi dulu. Dia malas mandi, lagi pula hari ini weekend. Sekolah libur dan dia bisa rebahan seharian. Namun dua masih di apartement Kalingga, dia harus pulang dulu ke rumahnya.
“Gimana caranya gue ambil ponsel gue? Semalam aja Rici hubungin gue kalo dia ketemu sama Albert lagi. Dia juga bilang kalo Albert bilang hal penting. Apa itu soal Fade si anak baru yang ganggu gue?” Gumam Ailee.
“Gue kayaknya harus cepet cepet ke markas. Kayaknya itu emsng soal penting. Buktinya setelah balapan waktu itu, Albert gak muncul lagi,” ucap Ailee. Gadis itu pun keluar dari dalam kamar mandi setelah selesai berpikir.
Di dalam kamar, Lingga masih memejamkan matanya. Ailee ingat, Briella pernah berkata jika Ling tidak akan bangun di hari weekend jika tidak ada keperluan. Terbukti sekarang, pria itu masih memejamkan matanya dengan memeluk bantal yang tadi Ailee gunakan untuk tidur.
"Ganteng tapi sukanya nyakitin, sama aja bohong," ucap Ailee sembari menghela nafasnya. Gadis itu berjalan mendekat ke aras kasur dan duduk di sisinya. Ia melihat wajah damai Kalingga ketika sedang tertidur lelap seperti ini. Benar benar tampan sekali, sayangnya tidak bisa Ailee miliki.
"Ailee suka banget sama kamu. Kamu ganteng, bisa perbaiki keturunan Ailee nantinya. Lagi, kamu juga tajir. Kehidupan Ailee dan anak anak nanti bakalan kejamin," ucap Ailee pelan. Tangannya terangkat untuk mengelus pelan alis tebal Kalingga. Tiba tiba alis itu bergerak, tak lama mata yang selalu ia tatap itu pun terbuka.
"Tidur lagi sini," ucap Kalingga.
"Siapa emangnya? Apa sepenting itu?" Tanya Kalingga. Jelas sekali raut kesal itu terlihat di wajah Kalingga, Ailee menyadarinya namun ia tidak ambil pusing.
"Penting. Ailee minta ponsel Ailee buat hubungin orang rumah biar jemput kesini. Kamu lanjut tidur lagi aja," ucap Ailee.
"Gak. Lo gak boleh pergi, lo harus disini temenin gue," ucap Kalingga.
"Ling-,"
"Enggak. Pokoknya enggak! Disini atau lo bakalan menyesal karena enggak mau turutin maunya gue," ancam Kalingga.
__ADS_1
Selalu, pria itu selalu mengeluarkan ancamannya untuk Ailee. Mungkin Kalingga berpikir jika ancamannya itu sangat ampuh karena Ailee langsung menurut dan setuju begitu saja. Padahal aslinya Ailee memang ingin berdekatan dengan pria ini sebelum waktunya tiba dia harus memilih untuk pergi. Namun entah itu akan benar benar terjadi atau tidak. Yang jelas Ailee tidaka tahu bahkan tidak bisa memprediksinya.
"Kamu kenapa sebenarnya? Kemarin minta Ailee buat jauh jauh dari kamu, tapi sekarang kamu nahan nahan Ailee buat pergi. Maunya apa?" Tanya Ailee. Gadis itu menahan senyumnya saat melihat raut kesal itu. Benar benar lucu sekali.
"Mau gue lo disini dan gak usah nanyain soal kemarin kemarin karena gue gak mau bahas soal itu. Dan lagi gue juga gak mau kasih tahu lo alasannya apa. Sini," ucap Kalingga menarik Ailee ke dalam pelukannya.
Ailee sudah tahu dan bisa memprediksinya jika Kalingga akan menariknya. Itu sebabnya sejak tadi dia mengeraskan tegap tubuhnya yang duduk juga berpegangan pada ujung ranjang agar tidak mudah ditarik.
"Sini gak?!" Ucap Ling galak.
"Cowok cool bisa galak juga ternyata. Tapi Ailee gak mau tiduran sama kamu lagi. Kan kamu bilang kalo Ailee baperan, jadi ya udah Ailee jaga jarak aja dari kamu. Biar gak baperan lagi," ucap Ailee. Ia seolah sengaja memancing singa yang sedang tertidur.
"Tidur Ailee. Gue masih ngantuk," ucap Ling.
"Loh, kan yang ngantuk kamu bukan aku. Kok aku yang disuruh tidurnya?" Tanya Ailee.
Astaga, gadis ini benar benar membuatnya sangat kesal sekali. Jika saja dia tidak mengantuk, mungkin dia sudah akan menarik wanita di depannya ini dan meng-unboxingnya jika perlu. Namun ia masih menyayangi nyawanya.
Kenikmatan sesaat memang enak, tetapi Kalingga memikirkan jangka panjang. Sebab masih banyak hal yang belum dia capai.
Tbc.
Maap ya sehari sebab. Kalo minggu deh in shaa allah nabung biar crazy up🫂
__ADS_1