Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
83. Balapan


__ADS_3

mau visual gak? Nanti dulu dehhh wkwk🤸‍♀️🤸‍♀️🤝


***


Semakin melajukan motornya, Ailee semakin dekat dengan garis finish. Hanya berjarak beberapa meter lagi gadis itu akan menjadi pemenangnya. Ailee pun dengan cepat menaikan kecepatan motornya juga menaikan gigi motor koplingnya. Ailee benar benar melesat maju dengan cepat, bahkan orang orang yang berada di pinggir arena sirkuit hampir tersabet jika berada terlalu dekat.


"WOOOOO... QUEEN, YOUR SO AMAZING," teriak William.


"TEMEN GUE ITU," teriak Cita tidak mau kalah. Begitu pun dengan yang lainnya. Mereka benar benar meneriaki Ailee agar gadis itu semakin semangat.


Ailee mendengarnya namun ia tidak terdistrack sama sekali. Ia memilih fokus saja. Semakin mendekati garis finish, Ailee semakin melajukan motornya. Hingga akhirnya bendera hitam dikibar kibarkan oleh seorang wanita ketika Ailee melewati garis finish.


Teriakan heboh dari teman teman Ailee juga beberapa anak SBA ditambah dengan penonton yang datang menggema. Mereka adalah fans lama Ailee, mereka mendapatkan kabar jika Queen kembali ke arena. Tentu saja mereka dengan semangat datang ke tempat untuk melihat pertandingan balap Queen.


Ailee menghentikan laju motornya. Ia pun membuka helm miliknya namun sebelum itu motor Albert lebih dulu menubruk motor miliknya. Ailee tidak sempat menghindar karena kejadiannya benar benar sangat cepat.


BRUGGKKKH


CKITTTTT....


Motor Albert menabrak sebuah papan pinggiran yang menjadi sponsor setiap balapan sedangkan tubuh Ailee terpental cukup jauh karena ulah Albert. William, Willem, dan Rici langsung berlari kesana begitu pun dengan para gadi SBA. Mereka mendekat ke arah Ailee.


Ailee mengusap usap punggung kirinya yang terasa sakit. Ia bahkan kesusahan membuka helm miliknya. Untungnya William dengan cepat datang dan membantu Ailee.


"Anj- si Albert, main tabrak aja kayak gak pernah balapan. Awas aja lo gue gibeng nanti," ucap Willem kesal.


"Udah kita bawa Ailee ke dalam dulu, biar dia di obatin dulu," ucap Rici.


William dengan sigap menggendong Ailee menuju ke markas milik Max. Max juga tahu keadaan Ailee dan langsung meminta asistennya mengambilkan kotak p3k. Karena ia yakin anak anak yang lainnya akan membawa Ailee kesini.


"Shh, pelan pelan anjir. Gak usah lari juga. Gue lebih ngeri kalo jatoh dari gendongan lo," ucap Ailee.


"Diem Ail, gue gak mungkin buat lo jatuh," ucap William.


Sesampainya di dalam markas, Ailee di dudukan secara perlahan. Max langsung mendekat dan memeriksa keadaan Ailee.


"Bang, Lee gak papa. Gak ada luka luar kok, palingan cuma memar memar aja," ucap Ailee.


"Yakin?" Tanya Max.

__ADS_1


"Iya bang," ucap Ailee.


"Gak perlu ke rumah sakit? Takutnya ada yang serius loh? Atau kamu diperiksa disini saja sama Glen, dia disini kebetulan," ucap Max. Glen adalah seorang dokter, dia anak kandung Max.


"Boleh, asal jangan ke dokter. Males," ucap Ailee.


Max mengangguk dan meminta Glen memeriksa Ailee. Gleen tentu saja mau, Ailee dalam kondisi seperti ini. Jiwa jiwa penolongnya sebagai dokter terpanggil. Glenn mulai memeriksa beberapa bagian tubuh Ailee. Mulai dari tangan sampai kaki. Tidak ada yang sakit katanya di area tersebut, namun di bagian punggung kirinya terasa sakit.


"Ayah sama cowok cowok disini keluar dulu. Glen harus buka baju Ailee setengahnya buat lihat bahunya. Buat temen temen ceweknya disini aja," ucap Glen.


"Oke. Lakukan yang terbaik untuk Ailee," ucap Max. Glen mengangguk sekilas. Para laki laki pergi dari sana menyisakan Glen, Ailee dan teman teman perempuannya.


"Sorry ya?" Ucap Glen.


"It's okay Glen, ini semua kan buat kebaikan gue juga. Cit, tolong bukain kancing depan gue yang paling atas," ucap Ailee. Cita langsung bergerak mendekat dan membuka dua kancing teratas Ailee.


"Ini gue kagak bakalan di bogem Kalingga karena unboxing ceweknya?" Tanya Cita.


"Bacot deh," ucap Ailee.


"Siapa Kalingga?" Tanya Glen.


"Oh," ucap Glen. Ia mulai memeriksa punggung Ailee. Sedikit menekannya sehingga Ailee meringis kesakitan.


"Ini memar, kayaknya kepentok keras," ucap Glen. Ia pun mulai mengompresnya sementara dengan dengan air hangat kemudian membalurnya dengan salep pereda nyeri.


Tiba tiba ponsel milik Ailee berdering. Disana tertera nama mami Kalingga.


"Siapa cok?" Tanya Cita.


"Maminya Kalingga," ucap Ailee.


"Badas!! Lo udah sedeket itu sama keluarga Kalingga? Amazing banget sumpah," ucap Angela.


"Gue kan dari kecil udah deket sama mereka Ngel, kalian jangan berisik ya? Mereka gak tahu kalo gue suka balapan soalnya," ucap Ailee.


Ketiga temannya mengangguk patuh. Ailee pun mengangkat telepon itu.


"Iya tante?" Ucap Ailee saat panggilan terhubung.

__ADS_1


"Kamu lagi dimana sayang?" Tanya Ashel.


"Lagi di luar tante, bentar lagi pulang. Kenapa emangnya?" Tanya Ailee. Cita yang berada di sebelah Ailee langsung mendekatkan telinganya ke arah ponsel Ailee yang sedang berada di telinga Ailee.


"Begini sayang, Kalingga masih di apartmentnya. Dia ngambek terus uring uringan gak jelas gara gara pas bangun gak ada kamu. Kamu mau kesini kan?" Tanya Ashel.


"Oh gitu, ya udah bentar lagi Ailee kesana tan. Tante kalo mau pulang pulang duluan aja," ucap Ailee.


"Gak papa sayang? Kalo gak bisa juga gak papa sih, soalnya papinya mau paksa dia pulang kok," ucap Ashel.


"Gak papa tante. Lagian manusia itu bakalan pulang sebelum kemauannya terpenuhi. Ailee bentar lagi kesana tan," ucap Ailee.


"Iya sayang. Makasih ya, maaf ngerepotin kamu mulu," ucap Ashel.


"Gak papa tante, kayak sama siapa aja. Ya udah Ailee tutup dulu ya, tante sama om hati hati pulangnya, Ailee on the way kesana," ucap Ailee.


"Iya sayang."


Tut.


Panggilan pun terputus. Ailee menghela nafasnya. Pria bernama Kalingga itu benar benar mengujinya sekali. Kenapa hari ini Kalingga sangat manja seperti seorang kekasih pada wanitanya? Padahal mereka hanya berteman saja!


"Cie, cie, udah dipanggil sayang segala sama calon mamer," ucap Cita menggoda.


"Hah? Mamer? Apaan mamer? Emang yang telepon Ail siapa?" Tanya Sopia.


"Mamer itu kepanjangannya mama mertua dan yang telepon Ailee emaknya Kalingga. So sweet banget sih takdir cinta orang," ucap Cita.


"Heh, takdir cinta apaan anjir. Gue belum sah sama dia, masalah tante Ashel manggil gue sayang ya wajar, gue juga waktu kecil sering diasuh sama dia," ucap Ailee. Ia melirik ke sampingnya, Glen sudah selesai mengoleskan salep.


"Thanks Glen," ucap Ailee.


"Youre welcome."


"So, lo mau balik? Dengan kondisi lo yang kayak gini?" Tanya Cita.


"Gue gak papa, memarnya udah di obatin Cit. Nanti tolong bilang sama yang lain gue balik duluan. Sama bang Max juga, bye semua," ucap Ailee. Gadis itu pun pergi dari sana menggunakan motornya. Untung tidak ada yang patah dari body motornya, hanya lecet sedikit.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2