Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
278. Diluar Nalar


__ADS_3

***


"Lulus nanti kita langsung nikah ya."


Ailee menggelengkan kepalanya. Ucapan Kalingga benar benar diluar nalar. Menikah setelah lulus? Artinya mereka akan menikah muda. Memang tidak ada salahnya menikah, namun rasanya Ailee tidak mau meskipun iya dia memiliki patner hidup.


"Kenapa? Kan enak nikah muda, kamu tinggal nunggu aku dirumah. Gak perlu cape cape kerja," ucap Kalingga.


Ailee tersenyum mendengarnya. Gadis itu masih berdansa bersama dengan Kalingga. Kalingga sejak tadi terus mengajaknya berbicara. Awalnya hanya obrolan santai saja, namun tiba tiba pria itu membahas soal nikah muda.


Ailee memutar tubuhnya dengan satu tangannya yang di berpegangan dengan tangan Kalingga. Gaun Ailee yang tidak terlalu panjang pun mengembang saat ia memutar tubuhnya.


"Aku masih punya banyak impian. Lagi pula aku tahu maksud kamu pengen nikah muda itu apa," ucap Ailee.


"Emang apa maksud aku?" Tanya Kalingga.


"Gak usah so polos sayang. Aku tahu kemesuman kamu kayak gimana. Kalo aku nikah sama kamu, artinya kamu bisa kapan pun melakukan hubungan itu," ucap Ailee.


Kalingga terkekeh pelan dan mendekatkan keningnya pada kening Ailee.


"Bukannya lebih baik kayak gitu? Dari pada aku jajan diluar," ucap Kalingga.


"Kamu jajan diluar, aku gak mau nerima kamu lagi. Aku masih di segel masa kamu udah enggak. Kan enggak fair," ucap Ailee.


Dansa antara Kalingga dan Ailee terus berlanjut. Keduanya jadi fokus utama para tamu undangan. Bahkan sejak tadi mereka digadang gadang akan menjadi pasangan kelak, maksudnya mereka akan menikah di masa depan. Terbukti dari keromantisan yang sangat nampak sekali saat keduanya tengah berdansa bersama.


Nyatanya, setiap ada yang suka pasti terselip orang yang tidak suka juga. Contohnya Vanesha, Ayu dan juga keluarga Ayu. Keluarga Ayu sudah tahu mengenai masalah yang dulu dibuat oleh Vanesha. Namun mereka tetap menyalahkan Kalingga. Bahkan dulu juga mereka memaksa untuk menikahkan keduanya. Padahal jelas jelas umur mereka ilegal untuk menikah.


"Aku benar benar muak melihatnya," ucap Ayu. Rafello yang tengah meminum minumannya terhenti sekejap saat mendengar ucapan istrinya.

__ADS_1


"Bertindaklah, jangan sampai Vanesha sakit hati melihatnya," ucap mama Ayu.


"Mas, kamu kok diem aja sih dari tadi. Bantuin aku dong buat pisahin mereka," ucap Ayu pada Rafello sembari menunjuk ke arah Kalingga dan Ailee.


"Lakukan sesuka mu," ucap Rafello. Pria itu pun bangkit dari duduknya dan pergi menjauh dari manusia manusia yang menurutnya sangat toxic sekali. Manusia manusia itu sangat tidak suka melihat kebahagian orang lain. Padahal orang tersebut tidak pernah melakukan apa apa pada Ayu dan keluarganya.


Rafello sudah muak. Sangat muak, apapun yang dilakukan oleh Ayu dia sudah tidak peduli lagi.


"Mas... mas, kamu mau kemana?" Tanya Ayu sembari menahan lengan suaminya.


"Bukan urusan mu," ucap Rafello. Pria itu menghempaskan tangan istrinya dengan pelan karena takut ada yang melihatnya. Bagaimana pun dia harus menjaga martabat keluarganya sendiri.


"Mas," panggil Ayu, namun Rafello tidak menggubrisnya. Pria itu memilih menjauh.


"Sudahlah, biarkan saja suami mu pergi. Sekarang urus bagaimana caranya kamu memberitahu semua orang tentang yang terjadi pada Vanesha dulu. Ingat, harus kita yang diuntungkan," ucap mama Ayu.


"Itung itung pembalasan karena dia sudah menyekap kakak mu selama bertahun tahun. Untuk menengoknya saja aku tidak diijinkan," ucap ayah Ayu.


***


Pesta berlangsung dengan lancar, kini semua tamu sedang menikmati perjamuan yang disediakan pemilik acara. Beberapa orang sudah mulai berhenti berdansa termasuk Kalingga dan Ailee juga. Keduanya kini tengah mengobrol bersama dengan para sesepuh Natapraja. Yap, Nata dan Praja. Selain Nata dan Praja, disana juga ada Anna dan Adi.


"Oma seneng deh lihat Ailee. Ternyata Ailee yang diceritakan Ashel memang secantik ini ya," ucap Anna.


"Oma juga sangat cantik," ucap Ailee tersenyum.


"Lingga pinter kan cari calon cucu mantu," ucap Kalingga.


"Alah kamu ini Lingga, palinga kamu paksa Ailee buat jadi pacar kamu," ucap Adi.

__ADS_1


"Enggak lah opa, ya kan yang?" Tanya Kalingga pada Ailee. Ailee hanya tersenyum kikuk, dia malu sekaligus merasa sangat segan saat ini. Ini adalah kali pertamanya ia bertemu dengan kedua orang tua tante Ashel.


"Tuh pacar kamu aja gak ngangguk, artinya kamu yang paksa. Udah ngaku aja deh," ucap Adi.


"Menyebalkan," ucap Kalingga.


Gelak tawa terdengar saat Adi berhasil membuat Kalingga kesal. Diantara semuanya, selain Kavin, Adi lah yang juga selalu mengganggu Kalingga. Menantu dan mertua itu memang sangat kompak sekali dalam mengganggu Kalingga.


"Om Alex sama tante Cya kayaknya lagi seneng dansa ya?" Tanya Kalingga pada Ailee.


"Mereka memang selalu berdansa, bahkan ketika di rumah. Mama bilang, mereka pertama kali bertemu saat berdansa di sebuah acara bisnis. Sebenarnya saat itu pasangan mama bukan papi, tapi mereka jadi berpasangan saat tarian dansa bergantian pasangan itu loh," ucap Ailee.


"Terus mereka jadi saling suka?" Tanya Kalingga.


"Maybe. Mama gak cerita detail soal itu," ucap Ailee.


Kalingga hanya manggut manggut saja. Ia pun meminum minuman milik Ailee tanpa merasa bersalah. Sedangkan Ailee kembali berbicara dengan Anna dan Nata. Sesekali Ailee juga melirik ke arah lain.


Beberapa menit berlalu, pandangan Ailee tidak sengaja menatap ke arah kedua orang tuanya yang masih asik berdansa. Ailee menyunggingkan senyumnya. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat kedua orang tuanya tetap bersama. Anak mana yang tidak suka melihat hal itu, rasanya semua anak pasti suka.


Tiba tiba mata Ailee menatap ke arah atas lantai dansa. Matanya menyipit saat melihat lampu gantung yang bergerak. Bagaimana bisa bergerak? Ini di dalam ruangan. Tidak ada angin kencang yang mampu menggoyangkannya.


Lambat laun, lampu gantung itu mulai terlepas di bagian sisi sampai terlihat akan segera terjatuh. Lalu mata Ailee kembali melihat ke arah bawah, disana kedua orang tuanya dan beberapa orang tepat berada di bawahnya. Nafasnya langsung memburu saat melihat pergerakan lampu gantung yang sudah terlepas semuanya. Hanya satu penyangga saja yang belum terlepas.


"MA," teriak Ailee pada mamanya, berharap mamanya melihatnya. Namun sayangnya, mama dan papinya terlarut dalam alunan musik dansa. Ailee lantas langsung berlari ke arah lantai dansa.


Baik Kalingga atau para orang tua juga terkejut saat Ailee berteriak dan langsung berlari.


Sayangnya, kecepatan lari Ailee kurang cepat dibandingkan dengan jatuhnya lampu gantung tersebut. Hingga....

__ADS_1


Sreettttt..... BRAKKKKK!!!


Tbc.


__ADS_2