
***
Acara bakar bakar pun dimulai. Kediaman Rafello dan Ayu cukup ramai karena mereka kedatangan abang dan kakak ipar juga anak anaknya. Sayangnya Kalingga tidak datang karena anak itu ada urusan lain.
Sejak kemarin, Vanesha terus cemberut karena Ling, kekasihnya tidak datang. Vanesha memang sudah mengklaim jika Kalingga adalah kekasihnya. Bahkan tidak segan jika mereka bertemu, Vanesha selalu menempel pada pria itu. Jujur saja Kalingga selalu risih. Bahkan Ayu dan Fello, sebagai kedua orang tua Vanesha selalu memperingati anaknya karena mereka tahu jika keponakan mereka itu sangat risih dengan sikap Vanesha. Karena terkadang Vanesha selalu mencuri ciuman ke bibir Kalingga, namun dengan cepat pria itu menghindar sehingga ciuman mun meleset.
"Mama, papa, kak Lingga kenapa gak kesini sih?! Vanesh kan kangen. Mana besok kita udah balik ke New York lagi," ucap Vanesha.
Fello dan keluarganya memang memutuskan untuk menetap di New York. Bahkan sebelum mereka menikah pun Fello sudah mulai bekerja di perusahaan cabang disana.
"Kak Ling punya urusan pribadi. Makanya gak datang," ucap Briella. Ia sedang disuapi oleh papinya.
"Jangan bilang urusannya sama cewek gatel itu?" Tanya Vanesha. Gadis SMP itu memang sudah mengetahui kedekatan Kalingga dan Ailee. Ia tahu jika Kalingga menolaknya namun Ailee selalu mendekati pria itu. Tentu saja Vanesha tidak terima! Ling hanya miliknya.
"Dia bukan cewek gatel Vanesh, lagian Kalingga punya urusan lain selain sama Ailee. Emang kenapa kalo Kalingga sama Ailee?" Tanya Ashel.
"Ya gak bisa lah tante mama, kak Ling cuma boleh sama Vanesha aja. Gak boleh sama yang lain," ucap Vanesha.
"Halu mulu, nih makan ikan biar otaknya bisa mikir buat sadar diri," ucap Virendra. Ia menyimpan ikan bakar hasil tangkapannya.
"Dih, sewot banget sih bang. Harusnya abang dukung aku," ucap Vanesha. Ia mencomot daging ikan goreng itu dan memakannya. Sedangkan Virendra dan kedua orang tuanya sudah jengah sekali dengan Vanesha. Kenapa dia bisa segila itu terhadap Kalingga? Padahal dia sudah tahu jika Kalingga adalah kakak sepupunya dan percintaan mereka tidak mungkin terjalin. Lagi pula Kalingga tidak menyukainya. Miris sekali.
"Bang, bantuin gue napa? Tuh anak gue kok ngebet banget sama anak lo," bisik Fello.
"Jelas, anak gue kan ganteng ganteng kayak gue," ucap Kavin.
"Dih, najis. Narsis banget jadi orang," ucap Fello.
"Lo tenang aja, Kalingga suka sama cewek lain kok. Bukan dia," ucap Kavin.
"Nice kalo gitu. Gue juga setelah selesai mereka sekolah bakalan pindah kayaknya. Papa nyuruh gue pegang perusahaan yang di Indo," ucap Fello. Kavin hanya mengangguk sekilas.
Sementara itu dilain tempat, Ailee dan Kalingga baru saja selesai makan dan bergegas pergi dari sana. Entah kemana tujuan mereka, yang jelas hari ini Kalingga akan meminta waktu satu hari Ailee untuknya.
Ailee terus memeluk Kalingga selama perjalanan. Bahkan seperti biasa, satu tangannya masuk ke balik hoddie yang digunakan oleh pria itu. Mengelus, mencubit, bahkan menggambar pola abstrak ia lakukan pada perut kotak kotak itu. Kalingga sendiri sudah terbiada dengan hal itu. Jadi ia tidak lagi melarang Ailee.
__ADS_1
Waktu baru menunjukan pukul sepuluh pagi. Ailee kepikiran ingin pergi berenang. Tapi ia bingung, apa Kalingga mau ikut berenang dengannya? Sudah lama juga Ailee tidak berenang.
"Ling, mau berenang enggak?" Tanya Ailee sedikit keras.
"Gak, gosong nanti kulit gue," ucap Ling.
"Dih, cowok kok takut item sih. Gak mungkin item lah Ling, kan pake sunblok," ucap Ailee.
"Emang mau berenang dimana?" Tanya Ling.
"Rumah Ailee juga boleh," ucap Ailee.
"Gak, males puter baliknya. Jauh. Mending di apart gue aja," ucap Kalingga.
"Ya udah ayo. Tapi Ailee enggak bawa baju ganti," ucap Ailee.
"Jangan kayak orang susah. Urusan baju di ribetin, mending gak usah pake baju," ucap Kalingga terkekeh. Sontak saja Ailee mencubit pelan roti sobek milik Kalingga.
"Lo telepon Magi, suruh orang rumah lo nganterin perlengkapan lo ke alamat apartement gue. Tapi sebelum itu kita beli cemilan dulu," ucap Kalingga.
Mereka menuju ke mini market yang ada di pinggir jalan. Tak jauh dari situ mereka pun berhenti karena sudah sampai. Ailee turun dari atas motor Kalingga dan langsung menelepon Magi. Kalingga sendiri diam menunggu di dekat wanita itu.
"Hallo Magi," ucap Ailee.
"..."
"Ailee mau minta tolong bawain baju kaos crop top sama legging, semuanya warna hitam ya. Sama sweater rajut warna pink kombinasi putih tulang. Leggingnya dua ya? Sama make up Ailee juga plus handuk sama body care Ailee. Nanti alamatnya Ailee kirim lewat chat," ucap Ailee.
"..."
"Itu aja sih, tolong cepet dikirim ya. Aileg tunggu nanti di lobby apartementnya. Oh iya, papi gak ada nanyain kan?" Tanya Ailee.
"..."
"Oke kalo gitu. Ailee tutup, makasih Magi. Bye," ucap Ailee.
__ADS_1
Panggilan pun terputus. Ailee menarik tangan Kalingga untuk masuk ke dalam mini market yang ada di depan mereka. Tak lupa dari luar Kalingga membawa troli belanja.
"Ailee boleh jajan gak?" Tanya Ailee.
"Ambil aja, sesuka lo," ucap Kalingga.
"Sayang deh sama ayang. Tajir, ganteng, baik lagi. Nikah yuk," celetuk Ailee yang langsung mendapatkan jitakan dari Kalinggam
"Awhhh, ih kasar deh. Gak suka," ucap Ailee merajuk. Gadis itu berjalan lebih dulu dan mengambil asal snack yang ada di rak. Selain snack, Ailee juga mengambil beberapa kotak susu dan minuman soda.
"Mau mie ya?" Ucap Ailee.
"Mie gak baik buat anak kayak lo. Gak boleh, yang lain aja," ucap Kalingga.
"Ciee perhatian ayang. Seneng deh," ucap Ailee girang. Ia pun menuruti ucapan Kalingga dan beralih pada tteopokki. Karena setelah berenang nanti mereka pasti akan lapar, jadi Ailee beli nasi instan dan beberapa lauk siap saji. Hanya perlu memanaskannya saja. Ailee juga mengambil beberapa buah yang sudah di potong.
"Udah?" Tanya Kalingga.
"Es krim belum," ucap Ailee.
"Gue juga punya es krim rasa vanilla. Mau nyoba?" Tanya Kalingga.
Tunggu dulu, sejak kapan Ling memiliki es krim? Bukannya di kulkasnya semalam tidak ada apa apa? Hanya bahan makanan untuk satu kali masak?
"Dimana?" Tanya Ailee. Kalingga menurunkan matanya sekilas membuat Ailee mengernyit. Astaga, ternyata gadis ini telmi sekali. Kalingga pun menarik pinggang wanita itu untuk mendekat.
"Milik gue kalo lo kocok bakalan ngeluarin lahar warna putih mirip es krim vanilla kesukaan lo," bisik Kalingga.
Ailee membulatkan matanya dan mencubit keras perut Kalingga sampai membuat pria itu mengaduh kesakitan.
"Kata bu guru gak boleh mesum. Ailee masih kecil ayang."
Tbc.
Es krim panila kalingga, rasanya gimana tuhh😭😭☝️
__ADS_1