Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
93. Hospital


__ADS_3

IBIII'S FAMILY MENGUCAPKAN MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN. MOHON MAAF LAHIR BATIN READERS SEMUA. SELAMAT HARI RAYA BAGI YANG MENJALANKANNYA☺️🤝🤝


***


Kairav terus mencoba menenangkan adiknya yang terus terusan menangis. Mungkin Briella juga ikut ikutan terkejut, selain kakaknya yang kecelakaan, sahabat terdekatnya juga baru saja kecelakaan. Apa itu bisa disebut jodoh? Kemarin Ailee yang kecelakaan dan hari ini Kalingga.


Briella menghela nafas panjangnya kemudian mengurai pelukannya dan menghapus jejak air matanya. Kairav membawa Briella duduk di bangku yang berada di depan ruangan Ailee. Dokter dan seorang suster sudah masuk sejak tadi. Mereka memutuskan untuk menunggu Ailee dulu sebelum mereka menemui Kalingga. Bagaimana pun mereka harus berterima kasih pada Ailee karena sudah menolong sodara mereka.


Briella terdiam dengan menundukan kepalanya sedangkan Kairav mengadahkan wajahnya dengan menyandarkan kepalanya pada dinding rumah sakit. Keduanya sama sama diam. Larut dalam pikiran masing masing.


Tiba tiba pintu ruangan Ailee terbuka. Keluarlah seorang dokter.


"Bagaimana dok?" Tanya Kairav.


"Pasien kelelahan ditambau syok. Luka di sikutnya kembali terbuka, sepertinya pasien melakukan aktivitas yang membuat kedua tangannya bergerak cukup cepat dari biasanya. Kedua tangan pasien belum normal, hal itu menyebabkan kedua tangannya kembali mendapatkan luka dan lebam," ucap dokter yang menangani Ailee.


"Lalu bagaimana kondisinya sekarang?" Tanya Kairav.


"Pasien pingsan dan belum sadarkan diri, mungkin dalam waktu beberapa jam ke depan pasien akan sadar," ucap dokter.


"Baik dok, terimakasih," ucap Kairav.


"Sama sama. Kalau begitu saya permisi dulu," ucap dokter. Kairav hanya mengangguk sekilas sebagai jawabannya. Ia mendekat ke arah adiknya.


"Dek, kita ke kamar rawat Kalingga dulu. Nanti kita baru kesini lagi," ucap Kairav.


Briella menganggukan kepalanya setuju. Ia pun mengikuti langkah abangnya menuju ke kamar rawat kakaknya. Meninggalkan Ailee bersama dua orang bodyguard suruhan Kavin.


Di dalam ruangan Kalingga, Ashel dan Kavin menunggu pria itu sadar. Namun setelah ditangani, beberapa menit berlalu pria itu belum bangun juga. Ashel dengan setia menunggu anaknya bangun. Kavin sudah memintanya untuk beristirahat, namun Ashel tidak mau sebelum anaknya bangun. Kepala Kalingga di perban, ada luka baret di bawah matanya, dan lututnya juga terluka.


"Mas, Lingga kapan bangun ya? Dia betah mulu tidur," ucap Ashel.


"Mungkin sebentar lagi sayang," ucap Kavin.


"Orang orang kamu udah nemuin kronologinya?" Tanya Ashel.


"Udah. Kalingga ikut balapan terus oleng dan nabrak banner sponsor, Ailee datang kesana gak tahu dari mana," ucap Kavin.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana bisa Ailee kembali drop?" Tanya Ashel.


"Kedua tangannya belum stabil sayang, dia dikabarkan membawa mobilnya ke arena balap itu. Katanya dia dapet kabar Kalingga balapan, tak lama setelah Ailee datang, Kalingga kecelakaan," ucap Kavin.


"Astaga, Ailee benar benar secinta itu ternyata pada Lingga. Dia bahkan tidak memperdulikan dirinya sendiri dan memilih melihat Kalingga," ucap Ashel.


"Sayangnya, cinta Ailee tidak diterima oleh Kalingga. Anak ini tetap teguh pada janjinya kepada ku," ucap Kavin.


Ashel menganggukan kepalanya. Ia meminta pelukan pada suaminya supaya dirinya lebih tenang lagi. Entah kenapa dia sangat lelah dan sangat takut sekali. Takut kedua orang anak yang ia sayangi kenapa napa.


"Mami, papi," panggil Briella saat masuk ke dalam ruangan Kalingga.


"Sayang," ucap Ashel. Ia membuka kedua tangannya menerima pelukan anak gadisnya.


"Kakak gak papa kan? Kok belum bangun bangun? Ailee juga masih betah merem," ucap Briella.


"Mereka butuh istirahat. Sekarang kalian berdua pulang dulu ya? Nanti besok kesini lagi, biar papi sama abang yang jaga disini," ucap Kavin.


"Enggak," ucap Ashel dan Briella.


"Udah lah pi, biarin mereka disini," ucap Kairav. Kavin menghela nafasnya dan menganggukan kepalanya.


Sementara itu dilain ruangan, Ailee terusik dalam tidurnya. Kedua tangannya benar benar terasa pegal sekali. Bahkan rasa pegalnya melebihi sesakit dari awal ketika dia kecelakaan. Perlahan Ailee membuka matanya. Sepi, tidak ada siapa pun. Sepertinya Briella dan Kairav berada di ruangan Kalingga. Ailee ingin pergi kesana namun tubuhnya benar benar lemas seperti tidak bertenaga. Ia pun memilih tidur kembali.


***


Pagi hari menyapa, Lingga sudah terbangun sejak pukul lima pagi. Semua keluarganya ada disana, namun mereka masih tertidur. Kalingga bangun perlahan, ia meringis saat kepalanya terasa sakit ketika bangun. Untungnya keluarganya tidak ada yang bangun. Kalingga menapakan kakinya ke atas lantai yang dingin. Ia menarik tiang infusannya dan berjalan tertatih untuk keluar kamar. Tujuannya untuk mencari Ailee. Kalingga yakin dia ada disini. Entah kenapa nalurinya mengatakan hal itu.


"Tuan muda, anda mau kemana?" Tanya bodyguard di depan.


"Antarkan aku ke ruangan Ailee. Kalian tahu dia dimana?" Tanya Kalingga.


"Tapi tuan besar melarang anda keluar, anda baru saja bangun bukan?" Tanya bodyguard.


"Kalian sudah bosan bekerja disini?" Tanya Lingga. Kedua bodyguard itu kicep. Mereka pun langsung menuruti kemauan Kalingga dengan mencari kursi roda terlebih dahulu untuk tuan muda mereka.


Kalingga diantarkan ke ruangan Ailee. Ternyata ruangan mereka sebelahan. Tahu begitu Kalingga tidak akan memakai kursi roda.

__ADS_1


"Kalian tunggu disini saja. Aku akan masuk sendiri," ucap Kalingga.


"Baik tuan muda," ucap bodyguard bodyguard itu.


Kalingga masuk ke dalam ruangan Ailee dengan berjalan tertatih. Ia melihat Ailee yang tertidur dengan cukup pulas. Kalingga mengelus pelan pipi Ailee.


"Bangun," ucap Kalingga. Ia menoel noel pipi Ailee, sampai membuat gadis itu terusik dan membuka matanya perlahan.


"Ling," ucap Ailee. Ia bangun perlahan namun Kalingga menahannya.


"Tiduran aja," ucap Kalingga. Ailee menggelengkan kepalanya. "Mau meluk," ucapnya.


"Jangan nangis," ucap Kalingga. Ia membantu Ailee bangun dari tidurnya untuk duduk. Ailee langsung memeluk pria itu dan dibalas pelukan oleh Kalingga.


"Jangan bikin khawatir bisa?! Kamu ini sering banget bikin aku khawatir-,"


Cup...


"Tidur, jangan banyak omong," ucap Kalingga.


"Temenin," ucap Ailee.


"Manja. Tapi gak gratis," ucap Kalingga.


"Iya," ucap Ailee. Ia menggeser tubuhnya sedikit ke samping untuk Kalingga tidur. Kalingga menyimpan tiang infusannya dan naik ke tempat tidur. Ia menyimpan tangan kirinya ke bawah kepala Ailee dan memeluknya.


"Tidur yang nyenyak, jangan khawatir lagi," ucap Ling.


"Kiss dulu," ucap Ailee.


Kalingga menurut dan mengecup Ailee namun Ailee menahannya dan memainkan bibirnya disana.


"I love you Mr. Ling," ucap Ailee.


"I love me too," ucap Kalingga. Ailee mendengus kesal mendengarnya. Gadis itu pun menyimpan kepalanya di dada Kalingga dan tidur memeluk pria itu.


"Cepet sembuh, maafin gue karena udah bikin luka lo sakit lagi," ucap Lingga.

__ADS_1


"Gak aku maafin kalo kita gak pacaran. Dipikir gak sakit apa lari larian jauh dari depan ke sirkuit," ucap Ailee.


Tbc.


__ADS_2