
***
Ailee benar benar tidak habis pikir dengan pria di sampingnya ini. Dia benar benar super mesum. Ailee tidak paham kenapa pria se-cool Lingga ini sangat mesum. Orang orang mungkin mengetahuinya Lingga adalah sosok yang sangat cool, jarang bicara, dan sulit berinteraksi. Namun pria itu akan benar benar berubah ketika bersama Ailee.
Ailee menghiraukannya dan merebahkan tubuhnya. Ia benar benar sudah tidak bisa menahan kantuknya. Tidak peduli lagi dengan larangan Kairav, yang jelas ia butuh tidur.
"Loh Lee, bangun napa? Kok tidur. Gue gak ada temen ceweknya," ucap Briella.
"Sorry, gue udah ngantuk berat gak bisa ditahan lagi. Ini bener bener ngantuk," ucap Ailee. Ia memunggi Briella dan menghadap ke arah Kalingga. Briella juga ternyata ikut ikutan tidur dan memeluk Ailee dari belakang.
"Ni kalian malah ngebo ih. Gak seru banget," ucap Kairav.
"Ngantuk bang," ucap Briella sedangkan Ailee tidak mengeluarkan ucapannya lagi karena gadis itu sudah terlelap damai memegangi tangan Kalingga.
Kedua pria itu meneruskan menonton film horor itu sampai habis. Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam, Kai dan Ling memutuskan untuk tidur saja. Mereka juga sudah sama sama mengantuk. Menyusul kedua gadis yang sudah lebih dulu terlelap.
Kairav dengan tidak elegannya langsung merebahkan tubuhnya. Sementara Kalingga, pria itu dengan telaten mematikan lampu utama dan menggantinya menjadi lampu temaram baru ia merebahkan tubuhnya jadi terlentang. Kalingga menggunakan kedua tangannya sebagai bantalan.
Ia masih belum bisa tertidur. Entah kenapa rasa kantuk tidak hinggap pada dirinya. Kalingga hanya diam saja menatap lurus. Tiba tiba Ailee menggeserkan tubuhnya dan memeluk Kalingga.
"Peluk ayang," gumam Ailee.
"Males," ucap Kalingga pelan.
"Ck." Ailee pun tetap memaksakan mendempetkan tubuhnya pada Kalingga. Memeluk pria itu meskipun nantinya ia tidak dipeluk. Sedangkan Briella sudah memeluk abangnya.
Diluar kamar, Vanesha menatap iri ke arah pintu yang tertutup. Itu kamar Briella. Memang sejak dulu dia tidak pernah akur dengan Briella entah karena hal apa. Karena setiap mereka bertemu pasti saja mereka akan adu jotos.
__ADS_1
Vanesha iri karena Ailee bisa berdekatan sebegitu dekatnya dengan Kalingga. Padahal sejak dulu, ia mengenal Kalingga. Bahkan mereka juga saudara. Seharusnya Vanesha yang lebih dekat dengan Kalingga bukan Ailee.
"Kenapa sih susah banget dapetin hati kamu kak. Aku tahu kita gak mungkin bersatu tapi apa salahnya melawan kehendak takdir? Kenapa kamu gak bisa suka sama aku," gumam Vanesha.
Gadis itu menghela nafasnya dan pergi dari sana menuju ke kamar tamu.
***
Beberapa jam setelah ke empat manusia itu terlelap, Ailee terbangun karena merasakan tubuhnya yang berat seperti ditimpa sesuatu. Gadis itu benar benar kesulitan bernafas. Ia mencoba menggerakan tubuhnya namun sangat sulit. Hanya saja ia merasakan deru nafas hangat yang berhembus pada lehernya. Sedikit geli namun ia tidak bisa apa apa. Keadaan sangat gelap sekali, ia benar benar tidak bisa melihat apa apa.
"Minggir," gumam Ailee pelan. Ia tidak tahu ini Kalingga atau Briella. Makanya ia tidak memanggil salah satu nama kedua kakak adik itu.
"Minggir, Ailee gak bisa nafas," ucap Ailee. Namun tidak ada sedikit pun pergerakan dari orang yang menimpanya. Apa mungkin dia bermimpi?
Ailee mencoba menggerakan tangannya yang yang bisa terbebas. Ia kemudian dengan sekuat tenaga mendorong orang itu namun sangat sulit. Hingga ada sedikit pergerakan membuat Ailee menggunakan kesempatan itu untuk mendorong orang itu.
"Huuhhhh, sesek banget sih," gerutu Ailee. Gadis itu mencoba menyingkap selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Akhirnya ia bisa bernafas bebas. Ia melirik ke arah samping, Briella masih memeluk abangnya. Berarti yang menutupi tubuhnya dengan selimut adalah Ling?
"Udah jam lima pagi? Perasaan gue baru mejemin mata bentaran deh. Kok udah siang aja," erang Ailee. Gadis itu pun bangun dari sana untuk tidur di sofa saja. Tubuhnya benar benar berkeringat gara gara Kalingga.
"Semalaman aja ya kamu meluk Ailee kayak meluk bantal kamu. Jahat," ucapnya lagi.
Ailee menyingkap selimut yang ia pakai dan bangun dari sana. Namun sebelum itu Kalingga menariknya dan kembali memeluknya.
"Kemana?" Tanya Ling serak.
"Pergi. Cape sama sikap kamu yang semena mena. Mana suka nyakitin," ucap Ailee.
__ADS_1
"Ck. Sini ah," ucap Kalingga kesal. Dalam satu kali tarikan ia menarik tangan Ailee dan kembali memeluknya. Bahkan tubuh Ailee langsung diringkus oleh Kalingga. Tangan pria itu memeluk tubuh Kalingga beserta juga kakinya.
"Idih, maksa. Giliran lagi buka mata aja suka ketus, ngomongnya suka pedes. Tapi tetep aja tuh meluk meluk Ailee," ucap Ailee.
"Diem," ucap Kalingga.
Ailee hanya tersenyum sekilas dan memeluk pria ini. Kesempatan tidak datang dua kali. Makanya setiap ada kesempatan untuk berdekatan dengan Kalingga Ailee sebisa mungkin memanfaatkan kesempatan itu. Karena ia tidak pernah tahu besok belum tentu ia mendapatkan kesempatan ini.
Anggap lah Ailee bodoh dan buta karena masih tetap bertahan dengan sikap Kalingga yang seperti ini. Selalu menyakitinya sejak dulu sampai hari ini. Namun kembali lagi, orang yang sedang jatuh cinta tidak akan pernah mendengarkan apapun nasiha orang lain. Baik buruknya orang yang kita suka sudah pasti kita akan selalu menerimanya. Bahkan kita buta terhadap sikap buruknya dan tuli terhadap ucapan dia yang menyakiti kita.
Banyak istilah yang mengatakan jika seseorang akan menjadi buta dan tuli setelah jatuh sejatuh jatuhnya pada pesona seseorang yang dia sukai. Bahkan dia tidak ragu lagi untuk tetap mencintai orang itu meskipun kita tahu orang itu selalu menyakiti kita.
Yang namanya sudah cinta apalagi memberikan perasaannya dengan murni meskipun orang yang kita cintai tidak memberikan feedback yang sama, sudah pasti kita akan sulit melupakannya apalagi melupakan perasaan yang kita miliki untuk dia.
Sama halnya bagi Ailee untuk Kalingga. Seburuk apapun sikap dia, sejahat apapun kata kata yang dia berikan kita sudah pasti akan selalu memberikan cinta kita.
"Boleh Ailee gigit gak?" Tanya Ailee.
"Jangan, nanti mami curiga," ucap Ling.
"Ling kapan cinta sama Ailee?" Tanya Ailee.
"Gak tahu."
"Kalo suatu saat nanti Ailee buat kesalahan, dan Ailee mencoba memberikan pembelaan. Apa Kalingga akan percaya sama Ailee?" Tanya Ailee.
"Jangan tanya sesuatu hal yang belum tentu kejadian. Jangan buat gue ada di posisi yang sulit kayak gitu," ucap Ling.
__ADS_1
"Tapi gak tahu kenapa Ailee ngerasa bakalan ada sesuatu yang besar yang akan terjadi. Entah kapam tapi sepertinya itu sebentar lagi terjadi," ucap Ailee.
Tbc.