
***
"Siapa?" Tanya Lingga saat Ailee sudah selesai menelepon.
"H-hah? Bukannya kamu tidur?" Tanya Ailee.
"Siapa yang telepon?" Tanya Kalingga.
"Kita cuma temen, gak boleh terlalu terbuka," ucap Ailee.
"Gue pake baju tertutup, engga terbuka," jawab Kalingga.
Astaga, rasanya Ailee sangat ingin menjitak kepala pria ini. Maksudnya bukan seperti itu, tapi kenapa pria ini malah mengatakan hal itu. Kalingga benar benar menyebalkan. Saking menyebalkannya, Ailee sampai tidak mau menjawab ucapan Ling. Ia kembali diam.
Kalingga memejamkan matanya. Sementara Ailee memperhatikan ke arah depan. Entah apa yang ada di pikiran gadis ini. Hanya saja Ailee selalu merasa senang ketika bersama Kalingga. Seperti saat ini, ia duduk bersebelahan dengan pria ini. Kalingga memeluk tangannya. Ia menyandarkan kepalanya pada bahunya.
Jika di pikir pikir, Ailee seolah sedang mencari penyakit. Iya penyakit, berdekatan seperti ini dengan Kalingga tentu saja suatu saat nanti akan menimbulkan rasa sakit saat Kalingga memilih wanita lain. Membayangkannya sudah mampu membuat dadanya sesak, apalagi jika itu jadi kenyataan.
Entah lah, yang jelas Ailee tidak rela jika Kalingga bersama wanita lain dan bukan dirinya.
"Ling, tidurnya di kamar sana. Jangan disini," ucap Ailee.
"Ganggu aja. Toh lo juga belum mau balik kan?" Tanya Kalingga.
"Mau, makanya awas jangan nyender kayak gini," ucap Ailee.
"Gak bisa. Lo harus disini dulu, lo gak bisa pulang sebelum bokap lo jemput," ucap Lingga.
"Tahu, tapi kamu jangan nyender kayak gini. Ini beneran gak baik buat jantung Ailee. Dari tadi jedak jeduknya kenceng banget," ucap Ailee.
__ADS_1
"Mau di bikin lebih jedak jeduk gak?" Tanya Kalingga.
"Enggak. Udah ah diem aja deh, Ailee juga ngantuk," ucap Ailee. Gadis itu melepaskan tangannya yang sedang di peluk Kalingga dan memilih tiduran pada paha pria itu. Paha yang sempat ia duduki kemarin.
"Lo ngapain sih?!" Tanya Kalingga kesal.
"Tidur. Bokong Ailee sakit kelamaan duduk, makanya tidurnya mau kayak gini aja," ucap Ailee.
Kalingga berdecih. Tidak kah gadis ini tahu jika ia tidur di area yang sangat rawan? Entah kenapa otak Kalingga dibuat travelling dengan sikapnya. Bayangkan dengan posisi Ailee saat ini, ia menghadap ke arahnya. Sebentar lagi kepalanya akan menyundul miliknya yang sudah bereaksi. Kalingga membayangkan, Ailee sedang bermain dengan miliknya. Merem*s, mengul*m, bahkan menghis*pnya dengan kuat. Membayangkannya saja sudah mampu membuat miliknya bereaksi.
Lihat lah, milik Kalingga sudah mengembung dibalik celana bahannya. Kalingga dan Ailee sama sama masih menggunakan seragam sekolahnya. Jika Ailee jelas saja belum menggantinya karena ini bukan di rumahnya, tapi tadi Briella sudah menawarinya ganti baju dengan memakai baju gadis itu lebih dulu namun Ailee menolaknya. Sedangkan Kalingga, entah kenapa pria ini masih menggunakan seragam.
Kalingga terus terusan menghela nafas beratnya. Posisi Ailee saat ini benar benar tidak baik. Ia tidur pada posisi yang tidak aman untuk dirinya.
"Tegang ya?" Celetuk Ailee. Gadis itu masih memejamkan matanya ketika mengatakan hal itu.
"Enggak mau ayang. Ini nyaman banget," ucap Ailee. Gadis itu dengan sengaja menggesekan kepalanya dengan paha yang menjadi bantalan tidurnya.
Kalingga semakin dibuat pening oleh tingkah gadis ini. Bisa bisanya Ailee terus bergerak disana. Milik Kalingga semakin bereaksi sampai mengeras. Tidak ada pilihan lain, ia harus mandi saat ini juga. Berapa kali ia dibuat tegang seperti ini oleh gadis ini? Rasanya tidak terhitung. Gadis ini selalu saja bisa membuat miliknya bereaksi tanpa ia sentuh.
"Ling," panggil Ailee.
"Apa?!"
"Boleh Ailee elus gak burungnya? Biar punya Ling bobo lagi," ucap Ailee.
"Lee, lo bener bener mau gue terkam? Lo mau hamil waktu masih SMA?!" Geram Kalingga.
"Enggak, gimana caranya Ailee hamil sedangkan Kalingga sendiri kan gak mau sama Ailee. Ling gak bakalan mau berhubungan itu kalo enggak sama cewek yang kamu suka kan?" Tanya Ailee.
__ADS_1
Tolong lah, milik Kalingga benar benar sudah tidak bisa diselamatkan. Ia memerlukan kamar mandi saat ini juga. Tanpa mengatakan apapun, Ling memindahkan kepala Ailee pada sofa yang sedang ia duduki. Ia pun langsung pergi ke kamarnya yang berada di bagian tengah. Ailee terkekeh saat mendengar bunyi pintu yang dibanting. Tak lama sepeninggal Ling, Ailee pun tertidur. Bisa dipastikan badannya akan sakit nanti ketika ia bangun tidur.
***
Sementara itu di rumah Fello dan Ayu, Vanesha masih ngambek pada kedua orang tuanya itu. Gadis itu mengurung dirinya di kamar dan tidak mau pergi ke sekolah tadi. Entah turunan dari siapa sikap keras kepalanya itu. Vanesha benar benar menguji kedua orang tuanya.
Fello sudah tidak peduli sepertinya, mau gadis itu keluar atau tidak dari kamarnya. Yang jelas Fello sudah muak dengan sikap manjanya yang tidak pernah habis. Berapa kali anak itu berbuat ulah pada Kalingga? Bahkan kini ia berbuat ulah pada gadis lain. Mendengar apa yang di ceritakan oleh Kalingga tadi membuatnya berpikir untuk cepat cepat pindah ke Indonesia.
"Mas," panggil Ayu. Fello menoleh sedikit dan tersenyum. Ayu mengambil duduk di sebelah suaminya.
"Kamu mikirin apa? Soal Vanesh ya?" Tanya Ayu. Rafello mengangguk. Saat ini mereka sedang berada di dalam kamar mereka. Fello sedang duduk di balkon kamarnya.
"Aku kepikiran buat mempercepat perpindahan kita ke Indonesia. Aku gak mau ada masalah lagi, sekarang ada korban baru yang kecelakaan akibat ulah anak itu," ucap Fello.
"Aku juga gak nyangka kenapa anak itu nekat banget. Dan anehnya kenapa dia sangat begitu menyukai Kalingga? Padahal dia tahu jika hubungannya dengan Kalingga tidak akan pernah menemukan titik terang jika dipaksa bersama," ucap Ayu.
"Makanya itu, aku makin bingung. Semakin kesini, Vanesha semakin nekat. Kayaknya kita emang harus cepet cepet pindah. Papa juga sudah pensiun dari kantor dan aku harus segera menggantikannya," ucap Fello.
"Aku ikut baiknya aja mas. Gimana pun kamu kepala keluarga disini, aku sebagai istri hanya bisa mendukung mau kamu apa, asalakan selagi itu baik," ucap Ayu. Fello tersenyum dan menarik istrinya ke dalam pelukannya.
"Makasih sayang," ucap Fello.
"Sama sama mas," ucap Ayu.
Setelah banyaknya drama di masa lalu, Ayu benar benar tidak mau membuat hubungannya dengan Ashel kembali retak seperti dulu. Dulu adiknya, Bagas yang berbuat onar sampai membuat Kalingga sakit selama berminggu minggu karena harus penyembuhan. Dan sekarang ia tidak mau jika Vanesh membuat masalah dan membuatnya seperti dulu.
Berkat Kavin, Bagas kini sudah sembuh dari penyakit gangguan jiwanya. Meskipun iya, hampir beberapa bulan Bagas di sekap oleh dia.
Tbc.
__ADS_1