
***
"Maksud kamu apa?"
Lagi lagi Ailee menanyakan hal itu. Ia memang penasaran dengan Kalingga. Maksud ucapannya itu apa. Mengenalkan cinta? Ailee benar benar tidak paham.
Kalinga mengurai pelukannya dan mengecup pelan bibir Ailee. "Be mine," ucapnya.
Mata Ailee melotot sempurna. Jadi milik Kalingga lagi? Maksudnya apa?
"Lo milik gue selamanya, bantu gue buat merasakan cinta. Biar cinta lo bisa gue balas," ucap Kalingga.
"Ling," ucap Ailee purau.
So, perjuangan Ailee sedang terbayar sekarang? Perjuangan yang selama ini Ailee lakukan untuk mendapatkan Kalingga akhirnya berbuah manis? Akhirnya Kalingga mengatakan hal itu.
Kalingga membalas pelukan Ailee tak kalah erat. Dia memejamkan matanya, menikmati pelukan yang selama ini selalu membuatnya nyamam. Rumah terbaik untuknya pulang adalah Ailee. Hanya saja selama ini Kalingga selalu gengsi untuk mengakui perasaannya.
Mungkin terkesan aneh karena Kalingga tiba tiba mengatakan hal ini. Namun setelah mendapatkan pencerahan kultum dari abangnya, Kalingga jadi berpikir untuk mencobanya. Mencoba merasakan cinta itu seperti apa, dia akan menjalaninya dengan Ailee. Karena hanya gadis ini yang selalu membuatnya nyaman, salah tingkah, sekaligus kesal.
"Gue harap lo mau menjalani hubungan ini dulu, gue tahu kesannya gue langsung mengambil keputusan cepat. Tapi setelah gue pikir pikir, gak ada salahnya kalo gue memulainya dengan lo," ucap Kalingga.
"Jadi sekarang kamu cowok Ailee?" Tanya Ailee.
"Iya. Dan lo cewek kedua gue," ucap Ling. Tiba tiba Ailee mendorong Ailee dan melepaskan pelukannya namun Kalingga menahannya.
"Yang pertama mami sama Briella. Keduanya lo," ucap Ling.
Blushhh...
Rona merah langsung menghinggapi kedua pipi chubby Ailee. Untungnya dia sedang demam jadi tidak perlu malu jika blushing, karena sudah pasti Kalingga tidak akan menyadarinya. Mungkin.
Kalingga mendekatkan ujung hidung ke ujung hidung Ailee lalu menggerakannya pelan sehingga kedua ujung hidung mancung itu bergesekan. Ailee memejamkan matanya. Sekarang dia bisa tidur nyenyak, Kalingga sudah menjadi kekasihnya.
"Tapi kamu gak bilang kalo kamu suka sama Ailee," ucap Ailee.
__ADS_1
"Harus banget? Bukannya cewek lebih berperasaan. Harusnya lo bisa meraskannya," ucap Ling.
Iya. Selama ini sikap Kalingga memang berbeda dari biasanya. Bahkan sikap Kalingga sangat berbeda dengan pria yang sedang peduli pada wanitanya. Pria ini memang unik, dengan segala caranya dia mampu membuat Ailee jadi sekacau kemarin. Tarik ulur yang dilakukannya ternyata jadi batu loncatan untuk Kalingga untuk mengakui perasaannya.
Sebelumnya Kairav memang sudah mengatakan hal itu, berhari hari Kalingga memikirkannya sampai dia kebingungan. Bahkan papi dan maminya juga mengatakan hal yang sama seperti Kairav.
"Lepaskan atau genggam dan ambil dengan berani. Jika Kalingga melepaskannya, maka dia harus siap melihat Ailee bersama dengan pria lain, begitu sebaliknya jika Kalingga mengambilnya. Maka dia bisa bersama Ailee."
Itulah kata kata yang ketiganya katakan pada Kalingga. Mengenai perasaan, Kalingga masih belum mengerti. Ia terlalu awam tentang perasaan, berbeda dengan hal hal mesum. Dia juaranya.
"Sekarang, lo gak bisa pulang. Lo milik gue, lo harus nurut sama gue," ucap Kalingga.
"Maaf mas pacar, Ailee tetep harus pulang. Ailee udah bilang sama Magi, Magi bilang juga malam ini kedua orang tua Ailee pulang ke rumah. Apa kata mereka kalo Ailee gak ada di rumah," ucap Ailee.
"Udah jadi cewek gue juga masih tetep ngeyel," ucap Kalingga.
Ailee terkekeh pelan, "Maaf ya? Ailee harus pulang sekarang."
"Gue anterin," ucap Kalingga.
"Makasih mas pacar," ucap Ailee.
"Sama sama sayang," ucap Kalingga tersenyum.
Demi kartu Marsha yang entah kapan akam tumbuh tinggi dan besar, Ailee benar benar tidak bisa menahan detakan jantungnya yang berpacu sangat kencang. Kalingga sangat pintar sekali membuatnya salah tingkah, dan kembali jatuh dengan pesona pria ini.
Ailee menggigit bibir dalamnya untuk menahan kedutan senyuman di bibirnya. Ia tidak boleh terlihat senang, meskipun sebenarnya dia sangat ingin sekali loncat loncat tidak jelas. Ia harus menahannya. Mungkin sampai di rumahnya nanti.
Kalingga hendak menggendong Ailee namun Ailee menahannya. Ia tidak mau di gendong, ia malu karena sudah pasti nanti akan berpapasan dengan om Kavin dan tante Ashel. Apa jadinya jika mereka berdua terlihat mesra seperti itu? Briella pasti yang akan heboh sendiri.
"Jadi selama ini cewek yang kamu maksud itu bohongan? Kamu gak punya pacar?" Tanya Ailee. Ia menggenggam tangan Kalingga dan berjalan keluar. Memang sedikit pusing menyerang kepalanya, namun ia masih bisa menahannya.
"Lo tahu gimana gue ke cewek cewek yang coba deketin gue kan? Harusnya tanpa gue jelasin lo udah tahu," ucap Ling.
Ailee terkekeh pelan, benar juga. Kalingga anti cewek bahkan pernah di sangka gay. Tapi ternyata semua tuduhan itu salah. Buktinya Kalingga selalu bersikap mesum pada Ailee.
__ADS_1
"Go public sekarang?" Tanya Ling. Mereka sudah berada di depan pintu lift dan akan segera masuk.
"Mau kamu gimana?" Tanya Ailee balik.
"Sesuai yang lo mau aja," ucap Ling.
"Kita gak perlu spill keluarga kamu pasti udah tahu apa yang terjadi tadi. Biarin semuanta ngalir aja, masalah go public enggaknya biar waktu aja yang jawab," ucap Ailee.
"As your wish sayang," ucap Kalingga.
Ailee gemas sendiri mendengarnya sampai sampai dia mencubit pelan tangan Kalingga. Pria itu meringis pelan.
"Sakit Ail," ucap Ling.
"Lebay," ucap Ailee terkekeh. Gadis itu menarik tangan Kalingga lalu mengecupnya pelan.
"Tangan doang yang di kecup? Bibir enggak?" Tanya Ling.
"Manja banget ternyata ya," ucap Ailee. Gadis itu menarik leher Kalingga agar tinggi pria itu lebih rendah sehingga dia bisa mengecupnya.
Awalnya Ailee hanya ingin mengecupnya, namun tiba tiba Kalingga mendorong pelan tubuh Ailee sehingga bertubrukan dengan dinding sebelah pintu lift. Kalingga bukan hanya mengecupnya, tapi juga sedikit melum*tnya.
Ailee mengalungkan kedua tangannya. Mengikuti irama permainan bibir Kalingga pada bibirnya. Sangat lembut dan tidak terlalu menuntut.
"Udah, kamu nafsuan banget," ucap Ailee setelah mendorong pelan tubuh Kalingga.
"Manis. Gue suka, makanya gue nafsuan," alibi Kalingga.
Ailee hanya mendengus pelan dan menekan tombol lift agar pintunya terbuka. Ia dan Kalingga masuk ke dalam lift untuk sampai ke lantai satu. Sebelum pulang Ailee harus berpamitan pada tuan dan nyonya Kavinder.
Tbc.
Cieeee,,, gimana nih yang kemarin minta Ailee pergi. Dia malah jadian sama mas ling🤣🤣👍
__ADS_1