Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
68. Hangout


__ADS_3

Maaf ya gess kemarin up smpe 3 bab. Jd gini, kmrn tuh aku up 1 cuma gagal terus gatau knp. Terus pas dpt notif komen ktnya up smpe 3 bab sama aku jg kaget. Pdhl smlm cuma 1 kokk. Sorry yaa.


***


"Maaf ya tante Ayu, sekali lagi. Ailee bukan maksud gak menghargai pemberian tante, justru Ailee makasih banget sama gelang itu. Tapi Ailee tidak bisa menerimanya. Ailee menolong anak tante karena Ailee ingat ucapan papi sama mama juga kakek kalo kita harus tetap menolong orang yang kesusahan meskipun orang itu sudah jahat sama kita. Jadi, maaf ya tante, om. Kalo gitu Ailee pamit sama Bri. Permisi," ucap Ailee. Ia dan Briella pun pergi dari sana menuju keluar rumah. Sementara Ayu dan Fello hanya mengela nafasnya. Semalam mereka memang mengetahui kronologinya dari Ashel. Ayu dan Fello sempat kebingungan harus kemana mencari anak mereka, tapi mereka yakin jika anak itu tidak akan jauh jauh pergi. Dia pasti akan pergi ke rumah Kalingga.


Ashel menatap kepergian kedua gadis yang sejak dulu ia asuh dan lihat perkembangannya. Mereka sudah sebesar itu ternyata. Perkembangan kedua anak gadis itu benar benar cepat sekali rasanya.


Di luar, Ailee naik lebih dulu ke atas motornya baru Briella. Mereka benar benar terlihat sangat kece sekali. Apalagi kaki jenjang mereka, mereka expose hari ini. Biasanya mereka akan tampil dengan celana panjang training kebanggan. Kemana pun mereka pergi. Namun entah kenapa hari ini Briella ingin memakai baju seperti ini. Untungnya ia pernah membeli baju seperti ini bersama Ailee.


Ailee melajukan motornya. Briella terus berteriak kesenangan sepanjang jalan. Yang mereka tuju adalah mall, sudah lama mereka tidak berbelanja. Sepertinya mereka akan kalap hari ini, namun entah lah. Mereka belum memastikan akan membeli apa disana nanti.


Sepanjang jalan, Ailee dan Briella bernyanyi nyanyi tidak jelas. Mereka benar benar terlihat sangat bahagia sekali.


"Lee, gue seneng banget gilak!! Thanks ya udah luangin waktu lo buat anak gabut kayak gue," teriak Briella.


"Santuy aja, gue juga anak rebahan baru kali ini keluar rumah. Biasanya weekend gue habisin buat hibernasi sepanjang hari," ucap Ailee yang berteriak juga.


Mereka kembali diam menikmati perjalanan. Briella merentangkan kedua tangannya, semilir angin menerpa wajahnya membuat rambut gadis itu sedikit berantakan di balik helm yang ia gunakan. Sama halnya dengan Ailee, rambut gadis itu sebagian keluar karena terpaan angin.


Tak butuh waktu lama karena dengan perjalanan dua puluh menit mereka sampai ke salah satu mall besar yang ada di pusat kota. Untungnya mereka berdua tinggal tidak jauh dari kota, jadi mereka bisa sampai dengan cepat.


Ailee memarkirkan motornya kemudian Briella turun diikuti olehnya. Tadinya merekaa ingin pergi ke taman bermain saja, namun ini weekend, disana sudah pasti penuh dan banyak pengunjung. Jadi lah mereka memutuskan kesini saja.


"Ini kita kemana dulu?" Tanya Briella.

__ADS_1


"Gak tahu sih, kita coba muter muter dulu aja. Gue butuh beberapa make up," ucap Ailee.


"Bener juga, punya gue udah pada abis. Papi sih nerima mulu undangan bisnis yang mengharuskan gue pergi dengan terpaksa," ucap Briella.


"Ya sama lah Bri, gue juga gitu kadang kadang. Tapi gue sering nolak dengan alasan males pergi atau sakit padahal cuman meriang aja," ucap Ailee tertawa.


"Ya elu mah enak Lee, lah gue. Gue pernah nih satu kali ijin gak ikut, tapi bang Kai bilang sama mami kalo gue cuma bohongan aja katanya sakitnya. Asu banget," umpat Briella.


Ailee ngakak sendiri mendengarnya. Membayangkannya saja sudah membuat seulas tawa menghiasi wajahnya. Ia sudah tahu sejahil apa Kairav pada Briella.


Setelah cukup masuk berjalan ke dalam mall, mereka akhirnya mereka menemukan salah satu toko brand kosmetik luar yang sangat famous. Ailee memang sering memakai brand ini, sampai Briella ikut ikutan karena memang kualitasnya sangat bagus.


"Bantuin pilihin dong, gue awam soalnya Lee," ucap Briella.


"Lo tipe kulit apa emangnya? Maksudnya shade kulit lo warna apa? Item?" Tanya Ailee. Matanya fokus menatap berbagai jenis make up di depannya.


"Oke. Lo pilih shade yang terang juga, nude juga masuk sih soalnya kulit lo putih juga kan," ucap Ailee.


"Oke," ucap Briella. Gadis itu mencoba memilih beberapa shade pallete eye shadow yang terang dan ada yang sedikit gelap. Ailee memang benar, apapun warna eye shadow yang ia pakai, warna kulit memang tidak mempengaruhi karena kulitnya tidak berwarna hitam.


Sedangkan Ailee, gadis itu memilih apa yang sering ia pakai. Mulai dari eye shadow, lipstik, powder, foundation dan yang lainnya. Ailee memilih dengan cepat karena ia tidak banyak berpikir seperti Briella. Ia hanya mengambil apa yang ia butuhkan. Sedangkan Briella, meskipun banyak berpikir gadis itu akan tetap membeli barang yang tidak ia butuhkan. Entah sengaja atau tidak karena setiap belanja apapun itu, Briella memang selalu seperti itu. Ailee tidak aneh lagi.


"Kok lo cepet banget sih Lee. Gue apa apa lelet deh," ucap Briella kesal.


"Ya lo beli apa yang lo butuhin dulu, jangan apa yang lo mau. Kalo lo udah beli apa yang lo butuh, baru beli beberapa barang yang lo mau," ucap Ailee.

__ADS_1


"Masalahnya semua warnanya cantik cantik Lee, gue bingung," ucap Briella.


"Jangan bingung, lo lihat keranjang lo. Disana lo banyak ambil warna yang sama, lihat lipstik yang lo ambil, ada empat warna yang sama cuma beda packaging aja," ucap Ailee.


"Terus gimana?" Tanya Briella.


"Lo butuh lip produk apa? Lip cream? Lip serum? Atau apa?"


"Lip tint sih, lip cream masih ada," ucap Briella.


"Ambil lip tint warna merah terang, orang, pinkhis. Itu warna yang cocok buat kulit lo. Lip cream pilih warna yang ini satu aja, ini paling cocok buat ombre. Sisanya lo simpen balik. Dan eye shadow, lo cukup ambil satu yang ukuran palette besar. Disitu udah lengkap semua eye shadow yang lo butuhin. Paham?" Ucap Ailee panjang lebar.


Briella tersenyum dan mengangguk, Ailee memang manusia terbaik untuknya. Dia selalu memilihkan apa yang pantas untuknya.


"Sayang deh, nikah sama kakak gue ye? Nanti seneng kan gue bisa hangout sama lo, lagi gue juga bisa belanja terus sama lo," ucap Briella.


"Gue mau mau aja. Toh Lingga cakep, tajir juga," ucap Ailee.


"Semoga berjodoh ya dengan kakak saya," ucap Briella. Ailee hanya mengangguk sekilas.


Briella melakukan apa yang diperintahkan oleh Ailee tadi sedangkan Ailee, dia sedang memilih milih produk yang ia mau karena produk yang ia butuhkan sudah ada di keranjangnya.


Ailee melihat salah satu produk masker wajah selain make up tadi. Ia cukup tertarik, sudah lama ia mengincarnya juga.


Tbc.

__ADS_1



...BRIXCYA AILEE FOX...


__ADS_2