
***
Briella tersenyum senang saat memasuki area rumahnya yang besar ini. Dia baru saja pulang setelah puas bermain bersama dengan Klein. Pria dewasa itu tadi mengajaknya untuk main dulu di area time zone yang ada di sebuah mall. Briella sangat senang sekali, jarang jarang ada yang ikut bermain bersamanya di time zone. Karena biasanya hanya Ailee yang ikut bermain bersamanya.
Briella langsung mandi setelah pulang bermain. Dia bahkan belum bertemu dengan kedua orang tuanya lagi. Entah bagaimana kabar maminya. Mengingat tadi sikap papinya yang seperti itu. Briella tebak pasti ada sesuatu yang terjadi. Bukan kekerasan, namun entah apa.
Briella keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya. Dia sudah menyiapkan bajunya sebelumnya untuk ia pakai malam ini. Dress tidur berbahan satin pilihannya. Saat tidur memang paling nyaman menggunakan dress seperti ini, yang tidak lain tidak bukan adalah daster, jika di Indonesia.
Ailee menyisir rambutnya dan segera keluar kamar. Sudah hampir masuk waktu makan malam, sepertinya keluarganya juga sudah mulai turun ke lantai satu untuk makan malam.
Briella keluar kamar sembari membawa ponselnya, tiba tiba ponselnya itu mengeluarkan sebuah bunyi. Itu adalah bunyi notifikasi pesan.
08xxxxxxxxxx
Langsung bersih bersih dan jangan lupa makan malam, kamu aktif banget tadi di time zone. Selamat istirahat, Briella Sash.
Briella tersenyum membaca notifikasi itu. Dia menduganya jika itu dari pria dewasa yang tadi mengajaknya main.
Brisash.ntprj
Klein?
Briella hanya membalasnya singkat, lalu segera turun menggunakan lift. Tidak lama, bahkan sampai tidak lima menit pun dia sudah sampai di lantai satu. Briella berjalan mendekat ke arah meja makan. Mencomot satu anggur shine muscat yang tersedia. Sejak kecil Briella bahkan kedua saudaranya sudah di doktrin maminya untuk menyukai buah dan sayur. Padahal tanpa di doktrin pun Briella akan menyukainya.
"Malam mami, papi, abang sama kakak," ucap Briella menyapa.
"Malam sayang," ucap Kavin dan Ashel
"Malem dek," ucap Kalingga.
"Malem pendek yang makin hari makin pendek," ucap Kairav.
__ADS_1
Duk..
Lemparan buah anggur mendarat mulut di area mata Kairav sampai sampai membuat pria itu kesakitan. Kalingga hanya terkekeh melihatnya. Abang dan adiknya memang suka merusuh setiap kali bertemu. Ashel dan Kavin sendiri juga sudah tidak aneh, mereka hamya menggelengkan kepalanya saja.
"Bocah, sakit anjir," ucap Kairav.
"Apakah kami semua peduli? Tentu tidak," ucap Briella tersenyum. Gadis itu pun menarik kursi meja makannya dan duduk.
"Kalian berdua ini kapan akurnya sih? Kok adek cuma anteng sama kakak aja," ucap Ashel. Wanita itu sedang menuangkan beberapa jenis lauk ke piring suami dan anak anaknya.
"Kakak soalnya gak bertingkah kayak abang mi, kakak kalem," ucap Briella. Kalingga hanya mengangguk sekilas dan mengacungkan jempolnya.
"Kalem kalem bangs*t ya," ucap Kairav.
"Abang," ucap Ashel. Kairav hanya cengengesan saja. Sembari mengangkat dua jarinya membentuk tanda peace.
"Sudah, sudah. Sekarang waktunya makan dulu, sehabis ini kita semua bersantai di ruang keluarga," ucap Kavin.
Semuanya mengangguk patuh tanpa terkecuali. Mereka sangat menghormati papinya, jadi mereka akan dengan cepat mengangguk.
Waktu makan menghabiskan sekitar dua puluh menit lamanya. Briella membantu maminya membereskan bekas makan keluarganya dan menyimpannya di wastafel, karena nanti akan di cuci oleh maid.
"Adek," panggil Ashel.
"Kenapa mi?" Tanya Briella.
"Tadi kamu main sama siapa, kok tumben lama banget di luarnya?" Tanya Ashel.
"Sama temen mi," ucap Briella. Benar bukan? Klein hanya temannya dan Briella juga menganggap hal itu sejak awal. Briella juga sedikit aneh kenapa dia bisa bisanya menganggap Klein sebagai temannya. Karena biasanya dia memang pemilih dalam berteman. Namun pada Klein seolah Briella sangat welcome. Mungkin karena pria itu baik dan juga tidak aneh aneh saat bersama Briella.
"Tumben punya temen selain Ailee," ucap Ashel. Keduanya saat ini sedang membereskan bekas makan tadi, hanya mereka berdua. Karena triple K sudah ke ruang keluarga.
__ADS_1
"Iya mi, dia orangnya asik dan gak nyebelin," ucap Briella.
"Baguslah kalau kamu punya temen lain. Dia cewek atau cowok?" Tanya Ashel.
Sebagai orang tua rasanya wajar dan sah sah saja untuk menanyai anaknya soal seperti itu. Bukan karena kepo, ini adalah bentuk kepedulian Ashel sebagai seorang ibu. Dia ingin menjadi tempat cerita putri semata wayangnya ini.
"Cowok mi, lima tahun lebih tua dari Bri. Ya pria dewasa gitu," ucap Briella.
"Mami gak larang kamu deket sama siapa pun. Pesan mami tetap sama, jaga diri kamu baik baik. Jangan sampai kamu melakukan sesuatu hal yang merugikan keluarga, terutama diri kamu. Tetap jaga batasan kamu sebagai wanita. Ingat itu ya sayang," ucap Ashel menasehati.
"Iya mami. Tadi juga kan diikuti sama orang orang papi, lagian kita cuma makan terus main di time zone cukup lama. Mami tahu lah kenapa lama," ucap Briella.
"Iya tahu. Kamu kan paling sulit buat gak coba semua mainan yang ada disana. Pasti semuanya kamu cobain satu satu. Gak ada yang kamu skip," ucap Ashel.
Setelah selesai merapikan bekas makan, Ashel dan Briella berjalan menuju ruang keluarga. Ashel merangkul bahu anaknya, bertingkah seolah seperti seorang teman.
"Iya mami, Bri gak bisa kalo gak coba satu satu. Habisnya semua wahana disana seru seru," ucao Briella.
Ashel manggut manggut, "Ngomong ngomong, cowoknya ganteng?" Tanya Ashel.
"Mayan mi, dia punya muka ganteng. Tajir juga, soalnya tiap ketemu dia suka paje kemeja sama celana bahan. Kayak orang kantoran gitu. Pake jam tangannya juga merk Rolex. Ponselnya juga ponsel boba," ucap Briella.
"Siapa namanya?" Tanya Ashel.
"Klein, dia bilang namanya Klein. Tapi Bri sukanya manggil dia om. Gak tahu kenapa seneng aja manggilnya gitu. Kesannya kayak lucu, tapi kurang sopan sih. Tapi ya udah, dia kan lebih tua dari Briella," ucap Briella.
Oh hoo, saat mendengarnya Ashel merasa seperti deja vu. Dulu juga dia memanggil Kavin dengan sebutan itu. Om. Simpel dan sangar mudah disebutkan.
"Emang dia gak komplain waktu kamu manggil dia pake sebutan itu?" Tanya Ashel.
"Ya dia komplen, mintanya dipanggil kakak. Cuma Briella gak mau, kurang sreg aja. Lagian kakak kan panggilan khusus buat Kak Lingga," ucap Briella.
__ADS_1
Ashel hanya terkekeh mendengarnya. Anak bungsunya ini memang cukup pro pada Kalingga.
Tbc.