
***
Beberapa jam sebelum Kalingga datang ke rumah Ailee...
Sebenarnya menghadapi berbagai tumpuk map sangatlah melelahkan, apalagi harus mempelajarinya dan memahaminya. Tidak jarang di hari yang sama juga baik Kalingga atau pun Kairav sama sama harus menyerjakannya. Setelah berenang di dunia bisnis, ternyata bekerja hanya dengan duduk seperti iti membutuhkan ketelitian yang tinggi. Apalagi kerja otak harus lebih cepat, tepat dan paling penting cerdas.
Bayangkan jika orang yang mengerjakan satu map saja adalah orang yang tidak peduli dan paling malas. Salah satu angka saja jutaan rupiah akan melayang pergi. Masih mending jutaan, bagaimana jika milyaran bahkan sampai bisnis yang dibahas hilang. Imbasnya bukan hanya pada orang tersebut, namun pada semua pekerja yang berada satu perusahaan.
Kalingga dan Kairav memiliki pemikiran sama saat mereka diminta untuk menyelesaikan satu map dalam waktu satu jam. Mereka orang awam, tentu saja waktu satu jam tidaklah cukup. Namun dengan pengawasan serta pengajaran dari sang papi, mereka akhirnya tetap bisa menyelesaikannya.
Malam ini Kalingga dan Kairav diminta kembali mempelajarinya. Mau tak mau selain menurut mereka tidak bisa apa apa lagi. Karena ancaman sang papi tidaklah main main. Jika Kalingga atau Kairav menolak untuk tidak berkecimpung di dunia bisnis, maka biaya hidup mereka akan ditarik. Jelas saja demi kelangsungan hidup, mereka memilih untuk menurut pada papinya.
Sebenarnya, tidak pada semua anaknya Kavin menenkankan untuk berkecimpung di dunia bisnis. Kavin hanya menumpahkan beban itu pada anak anak bujangnya. Sedangkan pada Briella, Kavin sama sekali tidak menekannya. Dia membiarkan anak bungsunya memilih apa yang dia inginkan. Kavin tidak bermaksud untuk pilih kasih, namun jika dia tidak seperti ini, kelangsungan perusahaannya akan seperti apa? Bahkan bukan hanya perusahaannya sendiri yang harus dijalankan oleh salah satu dari anaknya, namun perusahaan orang tua Ashel juga orang tuanya. Meskipun yah, perusahaan milik keluarga Natapraja masih belum ditentukan akan dilanjutkan oleh siapa. Entah Kavin atau Rafello. Faraz dan Praja masih memikirkannya, namun beberapa dari para pemegang saham menginginkan Kavin yang memimpin.
Kalingga dan Kairav baru menyelesaikan tugas berkas yang diberikan sekitar pukul dua belas. Ternyata inilah liburan yang sesungguhnya. Baik Kairav atau Kalingga benar benar tidak habis pikir ternyata pekerjaan di dunia bisnis gampang gampang susah.
"Kalian bisa tidur," ucap Kavin.
"Ahhh, akhirnya ngebo juga," ucap Kairav. Pria itu pun bangkit dan meregangkan otot otot tubuhnya, cukup lama dia duduk dan berkutat dengan berkas berkas memuakan itu. Otot di tubuhnya sampai terasa kaku.
__ADS_1
"Kai duluan pi, Ling," ucap Kairav.
"Selamat malam," ucap Kavin.
"Selamat malam pi," ucap Kairav. Namun pria itu belum juga pergi, dia malah menatap Kalingga yang terlihat kesal sembari menatap ponselnya.
"Heh bocil, pacaran mulu lo. Tidur, masih ada besok buat temui sang princess," ucap Kairav.
"Ganggu aja," ucap Kalingga. Pria itu pun bangkit dari sana dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Kairav menatapnya heran, sedangkan Kavin hanya menghiraukannya saja. Dia masih harus membereskan berkas berkas ini sebelum menyusul istrinya ke alam mimpi.
"Anak tengah papi kenapa sih? Kok jadi kayak dungu gitu," ucap Kairav.
"Gak dulu. Hero di mobil lejen lebih cantik, mana badannya montok montok. Beuh..., idaman tahu pi," ucap Kairav.
"Mata kamu udah gak polos lagi Kai. Jangan keseringan, papi gak melarang kamu karena papi juga pernah muda. Hanya saja kamu harus bisa memanage-nya," ucap Kavin.
"Santai pi," ucap Kairav. Dia paham maksud dari ucapan papinya itu. Dia juga masih membatasinya dari hal hal seperti itu. Namun jika sudah waktunya, jangan ditanya lagi Kairav akan seperti apa. Dia adalah keturunan Kavin, tentu saja sikapnya akan sebelas dua belas.
Sementara itu dilain ruangan, tepatnya di kamar, Kalingga tengah mondar mandir saat tidak mendapatkan balasan dari kekasihnya. Status nomornya masih online, artinya Ailee masih bangun. Gadis itu tidak akan membuat ponselnya online jika dia akan tidur. Pasti ponselnya akan offline.
__ADS_1
"Kemana sih," gerutu Kalingga.
Kalingga adalah pria yang tidak sabaran, jelas saja dia tidak akan tinggal diam. Mengambil kunci mobilnya dan pergi diam diam tanpa memberitahu siapapun. Karena Kalingga tahu, tanpa dia memberitahu pun papinya akan selalu tahu.
Tujuannya adalah rumah Ailee. Dia sudah pernah kesana dan tidak ada penjagaan ketat. Hanya ada beberapa cctv di beberapa titik juga hanya ada empat orang bodyguard yang dua masing masing berjaga di gerbang depan dan belakang. Beberapa kali datang berkunjung, Kalingga sudah tahu dia akan melewati jalan mana untuk sampai pada gadisnya. Tentu saja bukan melalui jalan depan atau belakang, namun dengan jalan samping.
Sekitar satu jam Kalingga pun sampai ke rumah Ailee. Dia memarkirkan mobil di jalan yang sepi. Untungnya disana ada pohon mangga, cukup tinggi sampai dia bisa mencapai pagar pembatas melalui pohon itu. Kalingga berjalan mengendap endap untuk masuk ke dalam area rumah Ailee.
Dugaannya benar, disini tidak banyak penjagaan, namun Kalingga harus menghindari cctv. Karena jika sensor menatap pergerakannya, maka alarm otomatis akan berbunyi.
"Jangan salahin aku karena aku menerobos rumah kamu," gumam Kalingga. Pria itu dengan gesit turun dari atas pagar tinggi. Karena tinggi, Kalingga pun tidak terlalu berjaga jaga saat turun bawah. Alhasil telapak tangannya lecet. Namun Kalingga tidak menghiraukannya. Dia pun langsung berjalan perlahan ke arah kamar Ailee. Tidak ada tangga, namun ada beberapa jalan untuk sampai ke lantai dua. Kalingga memakai otaknya untuk bisa sampai kesana yaitu dengan cara memanjak dinding. Caranya mudah, sebab di dinding sana ada beberapa dinding yang dibuat menonjol seperti hiasan. Untungnya kuat jadi Kalingga bisa sampai ke lantai dua.
Kalingga kembali berjalan perlahan menuju ke balkon kamar Ailee. Namun saat ia melewati satu ruangan, disana dia mendengar suara tawa Ailee dan seorang pria. Kalingga pun mengintipnya, tidak dekat namun tetap saja Kalingga tidak suka melihat gadisnya berdekatan dengan pria lain. Pria itu bukanlah ayah atau pun kakek Ailee.
Kalingga cukup lama berdiri dan mendengar percakapan Ailee dengan pria itu. Bahkan Kalingga rela masuk angin karena dia hanya memakai kemeja putih saja. Beberapa menit berlalu, akhirnya Ailee dan pria itu pergi dari ruangan itu. Kalingga tidak menyianyiakan kesempatan lagi, pria itu lantas mencari jalan masuk ke dalam kamar Ailee. Dia sengaja tidak memberitahu Ailee melalui pesan, dia hanya menelepon Ailee berkali kali namun tidak ada jawaban.
"Kejutan datang sayang," ucap Kalingga.
Tbc.
__ADS_1