
***
"Sayang gak di ukur dari materi, fisik atau pun yang lainnya. Kamu emang ganteng, kaya, fisik juga oke. Tapi Ailee suka ke kamu bukan karena itu. Ini murni perasaan yang muncul di hati Ailee. Mungkin iya, ada Kairav yang juga sama sama dari dulu barengan sama Ailee juga. Bahkan sikap Kairav lebih baik dari pada kamu. Tapi kembali lagi, perasaan muncul tiba tiba dan tidak pandang bulu. Artinya meskipun Kairav bersikap baik dan tulus pada Ailee, Ailee enggak pernah memiliki perasaan lebih selain teman. Berbeda dengan kamu, kamu dari dulu sering kasar, ngumpatin Ailee, bahkan gak jarang juga luka fisik Ailee dapatkan dari kamu. Tapi hati Ailee malah milih kamu, orang yang selalu menyakiti perasaan Ailee," ucap Ailee terkekeh.
Tertohok.
Perasaan Kalingga benar benar tertohok. Awalnya dia diam ingin mendengarkan penjelasan Ailee agar ia paham seperti apa itu cinta. Tetapi ternyata, seiring dengan penjelasan dari Ailee, dia juga mendapatkan sesuatu yang menamparnya.
Kalingga akui, ia memang sangat berbeda sikap dengan Kairav pada Ailee. Kairav bertindak layaknya seorang teman yang selalu melindungi sedangkan dia, justru selalu membuat Ailee dalam bahaya. Kalingga benar benar mati kata untuk me jawab ucapan Ailee. Dia ingin menyangkalnya, sialnya itu semua adalah kenyatannya.
Ailee tersenyum tipis saat tidak mendengar lagi perkataan dari Kalingga. Sepertinya pria itu memang mengerti maksud ucapan Ailee. Dia sengaja mengatakan hal itu semua. Selain membuat Kalingga mengerti soal cinta, Ailee juga membuat Kalingga tahu jika selama ini dia sakit hati dengan perilaku pria ini. Jarang jarang sekali dia mengatakan hal yang membuat Kalingga terdiam seperti ini.
"Maaf kalo kata kata Ailee buat kamu gak nyaman. Ailee cuma kasih perbandingan aja. Tapi perbandingan ini bukan jadi tolak ukur antara kebaikan kamu sama Kairav. Kamu sama dia jelas berbeda, meskipun kalian kembar. Anak kembar gak melulu harus sama kan? Ailee harap ke depannya kamu berubah, siapa pun nanti yang datang ke kehidupan kamu jangan pernah memperlakukan dia kayak kamu memperlakukan Ailee dulu. Rasanya sakit, sakit banget," ucap Ailee. Ia kembali menolehkan kepalanya ke arah samping. Agak tidak enak mengatakan ini semua, tapi demi kebaikan hidup Kalingga, Ailee harus mengatakannya.
"Harusnya lo gak perlu minta maaf. Gue yang salah emang dari awal, tapi kenapa lo ngomong kayak gitu? Kenapa lo mewanti wanti gue buat gak berbuat hal yang sama ke orang baru? Emang lo mau pergi?" Tanya Ling.
"People come and go. Ailee gak tahu ke depannya akan seperti apa, Ailee sengaja mengatakan hal itu agar kamu mengerti. Kamu mungkin gak terlalu merasa menyakiti karena kamu gak ada di posisi orang tersebut. Tapi percayalah, ada seseorang yang rela menahan rasa sakit di hatinya karena perkataan kamu atau pun tingkah kamu," ucap Ailee.
Tiba tiba Kalingga menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Ailee mengernyit, ada apa dengan pria ini? Apa dia akan menurunkan Ailee karena Ailee sudah mengatakan kata kata yang tidak terlalu mengenakan?
"Telepon lo berdering," ucap Kalingga. Sontak Ailee melirik ke arah ponselnya. Nama sang papi muncul di notif teleponnya. Ailee meneguk ludahnya kasar, pasti dia akan diceramahi oleh beliau.
"Jangan bersuara," peringat Ailee.
"Ya."
Ailee pun mengangkat telepon itu. Suara berat yang selalu menginterupsinya itu terdengar.
"Brixy sayang, kamu udah bangun?" Tanya Alex.
__ADS_1
"Udah pi," jawab Ailee.
"Baguslah, papi jadi tidak mengganggu kamu. Papi semalam gak pulang ke mansion, papi langsung berangkat lagi. Maaf gak nemuin kamu dulu, ada masalah disini," ucap Alex.
"Mama gak ikut emangnya?" Tanya Ailee.
"Enggak sayang. Mama kamu stay disini sekaligus melihat kekacauan yang dibuat karyawan papi. Sedangkan papi pulang dulu untuk melihat kekacauan di sirkuit. Tidak parah, hari ini papi kirim orang untuk membuatnya seperti semula," jelas Alex.
Ailee menghela nafas leganya. "Syukurlah kalau seperti itu pi. Maaf, Brix gak jaga tempat itu dengan baik."
"No, dear. Itu bukan salah kamu, papi telepon cuma ingin mengingatkan kamu. Bahaya selalu mengintai kamu. Kamu anak papi, nama kamu memiliki marga papi juga. Entah itu musuh papi atau orang yang enggak suka sama kamu yang menyebabkan hal ini terjadi. Papi harap kamu tetap baik baik saja," ucap Alex.
"Brixy baik baik aja kok pi. Selain penjagaan dari papi, om Kavin juga melakukan hal itu. Tante Ashel pernah bilang juga," ucap Ailee. Kalingga langsung menolehkan kepalanya. Jadi gadis ini juga mendapatkan penjagaan dari orang orang papinya?
"Baguslah kalau begitu. Papi percaya sama Kavin. Baik baik disana, libur semester nanti kita berkunjung ke rumah kakek. Papi sama mama sudah atur jadwal untuk pulang juga," ucap Alex.
"Gak bohong kan pi? Kalian mau ikut ketemu kakek?" Tanya Ailee.
"Enggak sayang. Ya itung itung sebagai permintaan maaf kami yang sangat jarang meluangkan waktu untuk kamu," ucap Alex.
"Baiklah kalau begitu. Brixy sempatkan untuk berkunjung ke sana dulu sekalian melihat pembangunannya. Semalam Ici hubungin Brix, dia jelasin kronologinya juga," ucap Ailee.
"Iya sayang. Ingat pesan papi, hati hati. Dimana pun kamu berada kamu harus selalu berjaga jaga. Bahaya selalu mengintai kamu," ucap Alex.
"Iya pi. Kalo begitu Brix tutup dulu teleponnya. Salam sama mama, Brixy sayang kalian berdua," ucap Ailee.
"Iya sayang."
Tut.
__ADS_1
Panggilan pun terputus. Ailee kembali menyimpan ponselnya dan menatap ke arah Kalingga yang sedang menatapnya. Entah apa arti tatapan Kalingga. Tatapan itu dalam.
"Kenapa?" Tanya Ailee.
"Lo mau pergi ke mana?" Tanya Ling.
"Hari ini papi gak ada di mansion, paling kamu anterin Ailee aja ke mansion dulu. Habis itu Ailee ada keperluan keluar sebentar," ucap Ailee.
Kalingga menarik lengan Ailee agar gadis itu duduk dipangkuannya. Tiba tiba pria ini memeluk Ailee erat. Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ailee.
"Kenapa?" Tanya Ailee keheranan.
"Jangan pergi," ucap Ling purau.
"Ha? Pergi? Siapa yang mau pergi?" Tanya Ailee.
"Lo," jawab Kalingga.
Ailee tersenyum kecil, ia membalas pelukan Kalingga. "Bukannya kamu yang minta Ailee pergi? Kenapa sekarang kamu nahan Ailee?"
"Pokoknya gak boleh pergi," ucap Ling.
"Bisa dibicarakan. Asal jadiin nyonya Kalingga aja, Ailee pastikan Ailee gak akan pergi," ucap Ailee. Kalingga mendengus kesal mendengarnya. Namun meskipun begitu dia tidak melepaskan pelukannya.
"Gue nyaman banget kayak gini. Apalagi kalo lo gak pake baju apapun, gue bisa dengan mudah jamah tubuh lo, Brixy."
Plakkk
Tbc.
__ADS_1