Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
121. Cinta Sendirian


__ADS_3

***


Ailee merutuki dirinya yang selalu kalah dari Kalingga. Padahal apa susahnya dia kabur saja? Bukannya kedua kakinya masih berfungsi? Namun sayang seribu sayang, orang orang yang selalu mengikutinya, yaitu orang suruhan papinya tidak ada malam ini. Entah kemana para bodyguard itu pergi. Apa karena Ailee selalu mengeluh karena sering diikuti? Jadi papinya mencabut tugas mereka?


Ailee bukan tidak mau berlari. Namun saat dia akan kabur, kedua bodyguard bawahan om Kavin menahannya atas perintah tuan muda mereka. Ailee langsung ditarik Kalingga masuk ke dalam mobil. Sementara kedua bodyguard itu membawa pulang motor Ailee dan Kalingga. Bahkan tidak hanya itu saja. Saat keduanya masuk ke dalam mobil, Ailee ditarik untuk mendekat. Kalingga menunjukan sebuah video lain di ponselnya. Video dimana Kalingga sedang menciumnya ketika Ailee tertidur. Bahkan ciuman pria itu turun ke arena leher dan berakhir diatas kedua squishynya. Ailee seperti mengenal video itu. Video itu diambil di rumah sakit. Iya disana. Karena pada pagi harinya Ailee merasakan kebas dan sedikit nyeri di area dadanya.


"Lo menikmatinya meskipun lo tidur. Jadi gak perlu lo sangkal juga, tubuh lo enggak pernah menolaknya," ucap Ling tersenyum miring.


"Lepas, bukan muhrim," ucap Ailee. Tangan kecil gadis itu mendorong tubuh Kalingga agar tidak terlalu dekat dengannya. Namun Kalingta justru menariknya cukup kencang sehingga Ailee menubruk tubuhnya. Kalingga juga tidak menyianyiakan kesempatan, pria itu menarik serta pinggang Ailee agar tubuh gadis kecil ini duduk dipangkuannya.


"Lepasin gue bilang!" Ucap Ailee sedikit tinggi.


"Enggak. Hari ini gue belum puas bikin bibir lo bengkak," ucap Kalingga.


"Lo gak berhak buat cium gue lagi. Lepasin," ucap Ailee. Ia memberontak meminta untuk dilepaskan. Namun ia lupa dengan siapa ia saat ini. Keluarganya saja tidak pernah mempan untuk tidak mengikuti kemauan Kalingga, apalagi Ailee.


Saat Ailee terus memberontak diatas pangkuannya, Kalingga hanya mampu memejamkan matanya. Dia benar benar sedikit kesakitan saat pantat Ailee bergerak diatas miliknya. Kalingga mencoba untuk membuatnya diam, namun Ailee terus bergerak.


"Sshh, di-am," ucap Kalingga. Seketika tubuh Ailee mematung mendengar ucapan Kalingga. Dia mendadak kaku seperti patung. Kalingga sedikit membuka matanya dan tersenyum kecil saat Ailee menurut. Gadis ini benar benar tidak mengerti apa? Dia bergerak diatas sesuatu yang terlarang untuk saat ini, mungkin.


Kalingga diam memperhatikan Ailee yang wajahnya tertutup rambut sebahunya. Kalingga mengangkat tangannya kemudian menyingkirkan rambut itu agar wajah Ailee bisa dengan mudah ia lihat. Namun tak berselang lama, Ailee menepisnya.


"Kenapa?" Tanya Kalingga.

__ADS_1


"Gue mau pulang. Lepasin " ucap Ailee.


"Oke," ucap Kalinga. "Namun sebelum itu gue mau bibir lo ini."


Ailee benar benar kalah, kalah dengan pendiriannya sendiri saat Kalingga menciumnya. Bukannya mendorong seperti tadi, namun Ailee justru menerimanya. Tidak membalas, namun hanya diam. Merasakan sapuan bibir Kalingga yang bermain diatas bibirnya. Biasanya Ailee membalasnya cepat, namun saat ini dia hanya diam saja. Tidak menerima juga tidak menolak.


"Kenapa enggak dibalas kayak biasanya?" Tanya Ling.


"Harus?" Tanya Ailee balik. Kalingga mengernyit mendengar ucapan Ailee. Maksudnya?


"Harus gue balas ciuman lo disaat lo minta gue menjauh?" Sambung Ailee saat ia menyadari tatapan tidak paham dari Kalingga.


"Setidaknya balas karena rasa suka lo, bukan karena gue meminta lo menjauh," ucap Ling.


Kalingga mengehela nafasnya. Dia bingung harus membalas ucapan Ailee seperti apa lagi. Ternyata efek dari apa yang dia katakan akan seperti ini. Tidak ada lagi Ailee yang manja dan selalu menempelinya. Apa Kalingga tengah rindu saat ini? Entahlah, dia sendiri tidak tahu.


Kalingga menarik Ailee ke dalam pelukannya. Lebih tepatnya dia yang memeluk Ailee. Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ailee serta menghirup dalam aroma parfume yang menguar dari tubuh Ailee. Ia benar benar sangat menyukai bau harum ini. Bau harum yang selalu membuatnya pening sampai sampai dia menjadi bernafsu.


"Kenapa kayak gini? Lo yang nyuruh gue buat gak berharap, tapi lo sendiri yang suka narik gue buat terus sama lo," ucap Ailee.


"Lo gak pantes pake kosa kata 'lo gue' ke gue. Gue gak suka," ucap Ling.


"Emangnya apa yang pernah lo suka dari gue? Gak ada kan? Dari dulu lo gak pernah suka sama gue. Dan dengan bodohnya gue malah suka sama lo," ucap Ailee.

__ADS_1


"Tatap mata gue kalo lo lagi bicara," ucap Ling.


Tidak. Itu terlalu melelahkan untuk Ailee. Mata teduh Kalingga yang selalu membuatnya jatuh berkali kali pada luka yang sama. Sekarang sudah cukup. Cukup untuk tidak menatap mata itu lagi dan cukup untuk tidak menyukai Kalingga lagi.


"Yang penting gue ngomong sama lo. Mau lo denger atau enggak gue gak peduli," ucap Ailee. Gadis itu bangun dari atas pangkuan Kalingga dan membuka kunci pintu mobil, namun pintu mobil ini tidak mau terbuka. Sepertinya Ailee harus membuka kuncinya dari tombol yang berada di samping kiri Kalingga.


Kalingga semakin tidak suka dengan sikap Ailee. Perubahan drastis hanya karena sebuah perkataan? Terlalu membawa perasaan menurutnya. Hidup mereka masih lama dan tidak seharusnya mereka terbelenggu dalam rasa suka terhadap lawan jenis bukan?


"Apa yang lo suka dari gue sampe sampe lo rela banting harga diri lo? Gue tahu dan suka lihat bagimana penolakan lo terhadap cowok cowok yang mendekat ke arah lo. Sedangkan ke gue, tanpa gue deketin lo mendekat dengan sendirinya. Bahkan rela first kiss lo gue ambil. Bahkan kiss yang kita lakukan lebih dari itu," ucap Ling.


"Emang suka harus punya alasan?" Tanya Ailee. Gadis itu masih tetap tidak mau menatap ke arah Kalingga.


"Harus. Supaya lo punya alasan buat bertahan disaat lo udah dapat gue dan gue sering nyakitin lo, misalnya," ucap Ling.


"Suka sama seseorang itu gak bisa diprediksi. Rasa suka bisa hadir begitu saja tanpa lo mau. Entah lo mau nerima atau menolaknya. Sayangnya gue milih opsi pertama, yaitu menerima rasa suka gue ke lo meskipun lo gak pernah melihat perasaan gue ke lo. Gue akui, gue emang bodoh karena dari dulu terus bertahan buat perasaan yang selalu nyakitin ini. Tapi apa boleh buat, kemarin lo udah bilang kayak gitu. Artinya lo udah gak sula gue terus ganggu hidup lo apalagi deketin lo lagi. Dari situ gue paham, kalo ternyata cinta sendirian itu emang gak enak,"


"Makanya setelah lo bilang kayak gitu kemarin, gue jadi mikir buat mundur sebelum gue bener bener jatuh sama perasaan gue sendiri," ucap Ailee.



...AILEE CAKEP SEKALI WOIII😭😭❤️...


Tbc.

__ADS_1


Hujatan buat Lingga dimari👇👇👇


__ADS_2