Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
177. Putus?


__ADS_3

***


"Mas udah, aku gak suka ya!"


"Tapi gue suka. Boleh ya?" Tanya Kalingga.


Oh tuhan, tolong Ailee. Kuatkan iman Ailee agar tidak lepas virgin hari ini dengan Kalingga. Dia juga memiliki nafsu sekaligus rasa penasaran terhadap hal itu. Tapi dia tidak mau melakukannya sebelum dia dinikahi Kalingga. Entah kenapa ini semua terasa membimbangkan. Ailee ingin tapi tak ingin.


Sedangkan Kalingga terus bergerak disana. Pria itu dengan tidak malunya terus membenamkan wajahnya di area milik Ailee. Aroma itu sangat wangi sekali. Kalingga sangat menyukainya. Namun lama lama dia ingin yang lebih. Dia masih memiliki banyak waktu bersama Ailee. Tak lama Kalingga pun segera menarik kepalanya dari area itu dan segera mendorong tubuh Ailee agar tiduran lagi.


"Lingga," ucap Ailee tercekat saat Kalingga mengukung tubuhnya. Apalagi kaki pria itu berada diantara kakinya. Iya, Ailee seperti mengangk*ng.


"I love you Brixcya Alister," ucap Kalingga. Pria itu lantas melahap bibir Ailee dengan rakusnya. Bahkan dia langsung menekan bibir Ailee sampai kepala gadis itu tiduran. Kedua tangan Ailee ditahan di atas kepalanya oleh tangan Kalingga. Satu tangannya lagi digunakan pria itu untuk membelai tubuh Ailee.


Tentu saja tangan Kalingga tidak mau tinggal diam. Tangan itu rasanya gatal jika hanya diam.


Ailee tidak melakukan apapun. Dia hanya bisa menerima ciuman itu namun tidak dengan sentuhan tangan besar Kalingga. Ailee ingin melawan, namun jika ia melawan sudah pasti Kalingga akan marah dan semakin bernafsu padanya. Ailee bingung. Dia harus melawan atau diam dan menikmati?


Kalingga sudah di penuhi dengan nafsu. Dia sudah tidak bisa berpikiran jernih lagi. Ia ingin menuntaskan apa yang selama ini dia tahan. Kalingga sudah lama menahannya, namun dia belum juga bisa menyalurkannya. Rasanya memang sakit, namun mau bagaimana lagi. Dia tidak bisa melepas perjakanya dan mengambil virgin Ailee.


"F*ckk!! Kenapa cuma lo yang gue mau," umpat Kalingga setelah melepaskan ciumannya.


Ailee tidak menjawabnya. Dia hanya diam dan mencoba menetralkan detakan jantungnya yang sangat cepat. Belum lagi nafasnya tersenggal senggal. Ailee kelelahan karena ciuman itu.


"Gue gak bisa terus terusan nahan ini semua," ucap Kalingga.


"Lakukan," ucap Ailee pelan. Seketika Kalingga terdiam mendengarnya. Ia lantas menatap pada Ailee. Wajah wanita ini memerah, sudut matanya mengeluarkan air.

__ADS_1


"Are you sure?" Tanya Kalingga.


Ailee menganggukan kepalanya.


Kalingga sedikit aneh dan mengernyit. Ia menatap dalam mata Ailee. Ada ketakutan disana. Kalingga tahu jika Ailee sedang ketakutan saat ini. Namun kenapa gadis itu berbicara hal itu?


"Lakukan Kalingga, lakukan. BIAR KAMU PUAS DAN ENGGAK ANGGAP AILEE CEWEK MURAHAN LAGI!!!" Ucap Ailee meninggi. Tiba tiba air matanya keluar tanpa diminta. Ailee sedikit kecewa dengan tindakan Kalingga. Pria ini selalu semaunya dan tidak pernah mendengarkan apa yang Ailee katakan. Kata kata Ailee seolah dianggap angin lalu. Apalagi larangannya.


"Ail-,"


"LAKUKAN KALINGGA, LAKUKAN!!! BUKANNYA INI YANG KAMU MAU HAH?!" Tanya Ailee kencang. Bahkan gadis itu menarik kerah seragam kemeja Kalingga.


"Ail-,"


"Lakukan!!" Ucap Ailee lagi. Gadis itu mendorong tubuh Kalingga sehingga tubuh besar pria itu menyingkir dari atas tubuhnya. Tak lama Ailee mulai melepaskan kancing kemeja seragamnya. Kalingga terdiam karena speecheless. Dia terus melihat pergerakan Ailee. Kemeja atas gadis itu sudah terbuka di bagian atasnya. Ailee melakukan itu dengan deraian air mata yang keluar dari kedua matanya. Namun dia tidak mengeluarkan suara apa apa.


Perlahan Kalingga mulai mengecup kening Ailee, lalu turun ke kedua mata, hidung, kedua pipi, dagu dan terakhir mengecup lama bibir Ailee. Gadis itu hanya diam. Masa depannya sudah hancur saat ini, tidak ada lagi warna cerah di masa depannya. Apa yang ia jaga selama ini akan diambil begitu saja oleh orang yang sangat dia cintai dan sayangi. Miris sekali, namun mau bagaimana lagi.


Ailee sudah merasa jika dia sudah tidak memiliki harga diri lagi. Percuma tetap mempertahankannya. Kalingga tidak pernah menganggap harga dirinya lagi.


"Im sorry dear," bisik Kalingga. Pria itu lantas memeluk tubuh Ailee. Terdengar isak tangis keluar dari mulut Ailee saat Kalingga memeluknya. Kalingga mengeratkan pelukan itu saat tangisan Ailee semakin kencang. Bahkan gadis itu mencengkram kuat bahu tangan Kalingga. Kuku kuku gadis itu menancap di otot bahu Kalingga. Entah kenapa rasanya sangat sakit sekali.


Begitu juga Kalingga. Dia juga menyesal atas perbuatannya. Dia benar benar tidak bisa menahan nafsunya lagi. Dia ingin melakukannya, namun hanya dengan Ailee. Namun ini bukan saatnya. Tapi kapan, Kalingga sudah tidak bisa menahan lagi.


Namun saat mendengar tangisan Ailee, nyalinya jadi menciut dan tidak ingin melakukan itu lagi.


"Im sorry Ailee Alister," ucap Kalingga.

__ADS_1


"Aku bukan Ailee Alister, aku cewek murahan," ucap Ailee.


"Ssttt, your a special girl for me. Berhenti mengatakan itu, aku tidak suka," bisik Kalingga. Pria itu semakin mengeratkan pelukannya. Ailee sendiri hanya bisa terus menangis. Entah kenapa dia merasa sangat sakit hati dengan tindakan Kalingga kali ini. Padahal sebelumnya pria itu selalu melakukan hal yang lebih.


"Kamu jahat, aku gak suka Lingga," ucap Ailee.


Kalingga mendengarnya namun dia tidak membalas ucapan Ailee. Dia membiarkan gadis ini terus berbicara, membiarkannya meluapkan emosinya. Kalingga tahu Ailee seperti ini karena takut. Takut jika Kalingga benar benar gelap mata dan melakukannya. Ailee tidak mau jika itu terjadi.


"Aku mau udahan aja sama kamu," ucap Ailee pelan.


Kalingga memejamkan matanya, tangannya terkepal mendengar ucapan gadisnya. Maksudnya putus?


"Aku udah gak bisa sama sikap liar kamu, makin hari kamu makin seenaknya. Ailee seolah udah gak ada harga dirinya di depan kamu," ucap Ailee.


"Putus?" Tanya Kalingga.


Dengan berat hati Ailee menganggukan kepalanya. "I-iya."


"Jadi cinta yang lo bilang selama ini apa? Bohongan aja? Iya?" Tanya Kalingga.


"Enggak. Ailee bener beber sayang sama kamu. Tapi Ailee kadang gak tahan sama sikap kamu yang seenaknya," ucap Ailee.


"Harusnya lo tahan. Lo tahu gue paling gak suka denger ucapan lo saat ini," ucap Kalingga. Pria itu melepaskan pelukannya dan pergi dari sana menuju ke balkon kamarnya.


"Lingga," lirih Ailee. Namun Kalingga tidak mendengarkannya. Pria itu terus berjalan tanpa mempedulikan Ailee lagi. Dia harus mengatur emosinya.


Tbc.

__ADS_1


OMAGAAAAA PUTUS😲🥹


__ADS_2