
***
Rasanya kebahagiaan malam ini tidak ingin cepat berakhir. Dapat memeluk Ling sepanjang jalan saja sudah membuat Ailee senang bukan kepalang. Meskipun terlihat paksaan untuk Ling membawa dirinya pada satu motor, tapi tidak apa. Yang penting keinginan Ailee satu persatu tercapai.
Kairav dan Kalingga menghentikan motornya di parkiran foodtruck yang berada di depan mereka. Ailee dan Briella turun saat motor berhenti.
"Ailee," teriak seseorang membuat atensi Ailee dan ketiga kembar itu melihat ke sumber suara.
Ailee mengernyitkan keningnya. Ia tidak kenal pria itu. Dia siapa?
"Ya elah Lee, tuh cowok ngebet kayaknya sama lo," ucap Kai.
"Ha? Dia emang siapa? Sebelumnya emang udah pernah ketemu?" Tanya Ailee pada Kai. Briella melongo mendengarnya, begitu juga dengan Kairav. Sementara Ling berekspresi biasa saja.
"Oh em ji, lo lupa? Dia Vito, anak IPS yang tadi ketemu sama lo di parkiran sekolah," ucap Briella.
"Gak tahu, lupa," ucap Ailee.
Vito berjalan mendekat ke arah Ailee. Senyum ramah terpatri di wajah pria itu.
"Hallo Ailee, ketemu lagi," ucap Vito.
"Iya," ucap Ailee singkat.
"Jutek amat sih," ucap Vito. Ia menarik tubuh Ailee untuk mendekat namun Ling lebih dulu menarik kupluk swetaer Ailee.
"Ih, kalian apa apaan sih. Lepasin, leher Ailee kecekek ini," ucap Ailee.
"Sorry," ucap Vito.
"Udah ya Bito, jangan deketin gue. Gue mau sama Ling soalnya, nanti dia cemburu," ucap Ailee. Tawa Kai dan Briella meledak mendengar nama Vito yang berubah ketika Ailee menyebutnya. Kedua kaka adik itu memang memiliki humor yang sangat receh sekali. Sedangkan Ling hanya biasa saja.
"Nama aku Vito Ail. Ling udah keliatan gak mau sama kamu. Udah mending kamu sama aku aja," ucap Vito.
"Terserah sih, gue gak mau sama lo. Buaya bermodal harta doang. Kalo pun iya gue mandang harta, lebih unggul Ling dari pada lo. Soal ketampanan juga menangan di dia bukan lo. Jadi stop ganggu gue," ucap Ailee. Ia menarik tangan Ling juga Briella untuk pergi dari sana. Sedangkan Kai mengikuti mereka tanpa diperintah. Sedangkan Vito tidak mengejar Ailee karena ia ditarik oleh seorang cewek.
Mereka duduk di salah satu meja yang ada disana. Seorang pelayan datang menawarkan menu. Briella mengambil buku menu dan mulai melihat lihat isinya. Sedangkan Kai dan Ling mempercayakan menu pada adiknya itu. Sebab mereka memiliki selera yang sama.
"Ling, beli toast aja yuk. Enak loh toast disini," ucap Ailee.
__ADS_1
"Oke lo sama Kak Ling pesen toast, terus apa lagi?" Tanya Briella.
"French fries, sosis bakar, burger, minumnya soda," ucap Ailee.
"E buset, lo beneran laper ternyata " ucap Kai.
"Makanan disini enak enak Kai. Itu yang sering gue pesen," ucap Ailee.
"Spaghetti dek," ucap Ling.
"Samain sama Ling dek," ucap Kai.
"Oke oke," ucap Briella. Ia pun menyebutkan menu menu makanan yang akan dipesan. Yang pesan paling banyak adalah Ailee kemudian Briella. Kedua mahluk cantik itu memang selalu banyak makan.
"Lo sering kesini Lee?" Tanya Kai.
"Mayan, kalo gabut aja," ucap Ailee.
"Dih gak ajak ajak. Lo temen gue bukan sih?" Gerutu Briella.
"Mandiri dong Bri," ucap Ailee.
"Itu tempe," ucap Ailee. Tak berselang lama makanan yang mereka pesan pun tiba. Ailee langsung menyerobot toast miliknya. Dengan tidak elegan ia memakan toast itu sementara Kai dan Ling memakan spaghetti mereka. Briella sendiri memakan burger.
Mereka makan dengan tenang, tidak ada percakapan sama sekali. Baik Ailee atau pun Briella, kedua bocah itu diam karena diberi makan. Berbeda ketika mulut mereka ketika tidak mengunyah, pasti akan banyak bicara tidak. Bahkan tak jarang Kai ikut ikutan pusing mendengar celotehan mereka. Seolah tenaga mereka untuk berbicara tidak habis habis.
"Ail, ada titipan dari Varo buat kamu," ucap pelayan foodtruck.
"Varo? Alvaro maksudnya?" Tanya Ailee.
"Iya, dia kemarin kesini. Katanya belum sempet nemuin kamu, jadi dia nitip ini," ucapnya. Sebuah buket bunga segar beserta sticky notes ada disana.
"Makasih," ucap Ailee.
"Sama sama."
Pelayan itu pergi. Bunga di tangan Ailee di rebut Briella. Ia dan kakaknya Kai langsung membaca isi sticky notes itu.
"Hai princess, i miss you," baca Briella pada isi sticky notes itu.
__ADS_1
"Angzayy, cowok lo?" Tanya Kai.
Ailee tersenyum, "Bukan. Cowok Ailee kan Kalingga bukan orang yang kirim buket itu."
"Tapi kok manggilnya princess? Terus dia bilang dia kangen lo. Masa iya lo gak pacaran," ucap Briella.
"Enggak Bri. Perasaan Ailee masih stuck di Kalingga. Sampai kapan pun Kalingga pemenangnya," ucap Ailee. Ia menatap Kalingga. Pria itu diam saja seolah tidak terjadi apa apa. Ia sibuk memakan spaghettinya.
"Aaa," ucap Ailee. Ia mengarahkan potongan sosis bakar besar pada Ling. Pemuda itu menatap sosis di depannya namun belum membuka mulutnya.
"Ini enak. Yakin deh kamu bakalan suka," ucap Ailee. Dengan malas Ling membuka mulutnya dan memakan sosis itu cepat. Ailee tersenyum kemudian mendekat dan berbisik.
"Kalo Ling nakal, Ailee bakalan bakar terus potong potong itunya Ling kayak sosis ini," bisik Ailee.
Uhukk.. uhuk...
Ailee memberikan minumannya pada Ling dan menepuk nepuk pelan pungung lebar Ling.
"Lo kenapa dah?" Tanya Kai.
"Ada iblis bisikin hal hal aneh," ucap Ling. Ailee hanya tertawa mendengarnya. Mereka pun kembali fokus pada makanan mereka.
Briella sejak tadi tidak ikut berbicara. Ia fokus makan. Makanan ini ternyata sangat enak, tidak kalah dengan makanan makanan restoran.
Tiba tiba mereka mendengar sebuah biola mengalun. Tak jauh dari tempat mereka duduk, ada seorang musisi biola yang selalu memainkan biolanya disana. Biasanya banyak sekali yang menonton kesini, tapi entah kenapa sekarang hanya sedikit. Mungkin karena sehabis hujan.
Ailee selesai menghabiskan makanannya dalam hitungan menit. Berbeda dengan kembar tiga, mereka masih memakan makanan mereka. Musik yang di mainkan di biola itu sangat indah sekali. Ailee sangat menyukainya.
"Tempatnya bersih, harganya murah, mana ada live music biola. Pinter banget nyari tempat," ucap Kai.
"Andai yang puji Ailee kayak itu Kalingaa. Kairav sering puji Ailee rasanya biasa aja," ucap Ailee.
"Udah Lee, Kalingga kayaknya emang gak suka sama lo. Mendingan lo cari cowok lain aja," ucap Kai.
"Enggak mau. Ailee suka sama Ling dengan perasaan tulus dan murni. Mau kayak gimana pun sikap dia, Ailee bakalan tetep suka," ucap Ailee.
"Kalo kak Ling suka sama cewek lain gimana?" Tanya Brilla. Membuat Ailee terdiam. Begitu juga Ling.
Tbc.
__ADS_1