
AKU MAU GANTI VISUAL KALINGGA SAMA AILEE Y GUYS. NYUSUL, RAMEIN HEH BACA IYA KOMEN MINUS HMM..
***
Pertengkaran dalam setiap hubungan itu memang wajar. Jika tidak ada pertengkaran dalam hubungan, maka hubungan akan terasa hambar. Bahkan mungkin banyak dari mereka yang akan mengakhiri hubungan itu sebab hubungannya terasa hambar dan tidak sehangat sebelumnya.
Ailee menangis tersedu sedu sejak tadi. Saking lelahnya dia sampak tak sadar tertidur. Dia menangis karena ketakutan dengan Kalingga. Kalingga memang selalu liar padanya, tapi entah kenapa saat ini Ailee benar benar takut pada pria itu.
Ailee takut Kalingga lepas kendali dan melakukan itu. Dan sialnya kenapa Ailee harus meminta putus? Itu bukanlah solusi, susah susah selama ini dia mencoba mendapatkan Kalingga. Dan setelah mendapatkan Kalingga dia malah mengakhirinya? Bodoh, Ailee benar benar bodoh!!!
Sekarang dia tidak tahu akan seperti apa hubungannya dengan Kalingga. Dia sudah mengatakan kalimat yang akan meretakan hubungannya. Entah hubungannya akan bertahan atau akan berakhir.
Sedangkan di balkon, Kalingga terus terdiam. Dia memang marah karena Ailee mengatakan hal itu, namun yang lebih mengganggunya bukan hal itu melainkan mimik wajah ketakutan gadis itu. Baru kali ini Kalingga melihat Ailee setakut itu.
Kalingga memang tidak pernah bisa menahan hasratnya pada Ailee. Sialnya dia hanya ingin Ailee dan ingin Ailee. Entah kenapa tidak ada gadis lain yang menarik untuknya. Dia hanya ingin Ailee. Bahkan yang dia inginkan selama ini akan terjadi tadi. Jika saja Kalingga sudah gelap mata dan tidak memiliki pemikiran yang jauh, mungkin dia sudah berkeringat dengan Ailee diatas kasurnya saat ini.
Beruntunglah dia masih memikirkan masa depan Ailee. Dia memang tidak akan menghancurkan masa depannya jika melakukan itu, namun dia akan menghancurkan masa depan Ailee. Dia tidak boleh melakukan hal itu. Dia tidak boleh mengecewakan cinta Ailee untuknya. Apalagi dia juga tidak ingin mengecewakan adik dan maminya.
Kalingga menghela nafasnya dan berjalan kembali ke dalam kamar setelah emosinya stabil. Dia melihat tubuh gadisnya yang meringkuk diatas kasur. Tadi Kalingga mendengar tangisan gadis ini saat ia memilih keluar. Kalingga bukan tidak mau merangkulnya, tapi dia juga harus menetralkan emosinya. Jika tidak mungkin dia akan melakukan hal kekerasan pada Ailee.
Kalingga duduk di pinggiran kasur sembari mengelus pelan pipi Ailee. Gadis ini sudah tertidur, sepertinya dia kelelahan. Kalingga menarik bantal dan meletakannya di belakang punggung Ailee. Setelah itu dia ikut naik dan ikut tiduran.
__ADS_1
Ailee terusik dalam tidurnya. Dia membuka sedikit matanya uang sembab.
"Gak mau putus mas," ucsp Ailee. Gadis itu pun lantas memeluk Kalingga dan membenamkan wajahnya di leher pria itu. Lalu kembali tertidur.
Kalingga mengernyit pelan, lihatlah gadis ini. Siapa tadi yang memintanya putus? Dan siapa yang sekarang memintanya untuk tidak mau putus. Benar benar labil.
"Lo milik gue sampe kapan pun. Lo gak bisa memilih untuk pergi karena gue akan terus mengejar lo kemana pun lo pergi," bisik Kalingga. Pria itu pun memeluk Ailee dan ikut tidur. Dia juga lelah. Lelah karena nafsu dan amarahnya tadi.
Anggaplah Kalingga sudah jatuh dan sejatuhnya pada pesona seorang Ailee Fox. Bahkan tadi dia sudah memanggil nama Ailee dengan sebutan Ailee Alister. Lucu sekali jika dipikir pikir. Kalingga langsung menyematkan namanya pada nama Ailee. Seolah memang sudah mengklaim jika Ailee memang miliknya.
Dulu menolak dan kini tidak mau melepaskan. Munafik, tentu saja. Mau tapi malu, sudah pasti. Kalingga memang orang yang seperti itu. Dulu dia selalu menolak dan menghina Ailee agar Ailee pergi dari kehidupan keluarganya. Namun ternyata, setelab remaja dia malah meminta Ailee untuk tidak pergi dari hidupnya dengan cara menjadikan gadis itu sebagai kekasihnya.
***
"Mamiii."
Teriakan melengking menggema di dalam sebuah mansion besar yang isinya tentunya sangat banyak sekali barang barang mewah yang harganya bisa membuat orang lain menggeleng. Jangankan isi rumahnya, interior rumah dari depan, dalam, sampai belakang hingga di pagar sekelilingnya juga sangat mewah. Jelas saja, pemilik mansion ini adalah istri dari seorang milyader terkaya, siapa lagi kalau bukan Brianna Sashel Natapraja. Istri sah dan hanya satu satunya dari Kavinder Sarfaraz Natapraja.
Kedua pasutri itu menikah karena permintaan dari mendiang kakek buyut Ashel. Saat itu usia Ashel masih muda. Dia menikah dengan Kavin setelah lulus SMA.
Tentunya perjalanan kisab cinta mereka tidak semulus yang dibayangkan. Banyak sekali drama dan air mata di dalamnya. Seperti apa yang sudah di kisahkan, masing masing dari kalian bisa menilainya sendiri. Bahwa yang namanya hidup memang tidak akan selamanya berjalan mulus. Pasti akan ada kerikil kerikil yang dijumpai setiap harinya.
__ADS_1
Pernikahan mereka sudah berjalan selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Dari pernikahan itu mereka berdua dikaruniai tiga orang anak sekaligus. Anggaplah itu jackpot, sebab Ashel menunda kehamilannya selama tiga tahun. Bukan tanpa alasan, sebab saat itu dia harus menyelesaikan pendidikan S1-nya lebih dulu.
Kerandoman anak anaknya merupakan sifat murni dan turunan dari Ashel, namun Ashel tidak separah ketiga anaknya. Namun meskipun begitu, baik Kavin atau pun Ashel sangat menyayangi ketiga anak anaknya.
"Kenapa Bri sayang?" Tanya Ashel lembut. Saat ini semua keluarga Kavinder sedang berkumpul, tidak semua karena Kalingga dan Kairav tidak ada. Kairav sedang pergi ke rumah Ardian untuk melanjutkan permainan gamenya dengan Rixel, sedangkan Kalingga kalian tahu sendiri dia kemana dan sedang apa.
"Sepi banget sih, abang gak ada, kakak gak ada. Mana Ailee dibawa sama kakak," ucap Briella.
"Kamu kenapa gak nyari cowok dek, mami gak masalah kamu mau pacaran. Asalkan masih tahu batasan," ucap Ashel.
"Gak bisa. Papi gak ijinin," ucap Kavin menyahut. Pria itu meskipun sedang fokus pada tablet di tangannya, namun telinganya masih tajam mendengarkan pembicaraan anak gadis dan istrinya.
"Tuh, papi gak asik. Kak Ling aja diijinin pacaran sama Ailee, kok Briella enggak," ucap Briella.
"Pokoknya enggak Bri sayang. Papi masih sanggup biayain semua kebutuhan kamu. Sedangkan kamu punya pacar fungsinya apa? Cuma status? Papi gak mau kamu nangis kejer gara gara cowok," ucap Kavin.
Ada benarnya juga larangan Kavin. Dia tentunya tidak akan rela membiarkan anak gadis satu satunya ini berpacaran saat ini. Dia masih belum rela anaknya itu di klaim orang lain sebagai miliknya. Karena sampai kapan pun Briella hanya miliknya.
"Maksud papi itu baik kok sayang. Kamu jangan salah sangka dulu, papi sengaja gak kasih ijin sebab papi gak mau kamu sakit hati," ucap Ashel.
Tbc.
__ADS_1