Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
206. Sama Sama Merindu


__ADS_3

***


Tanpa malu lagi Kalingga langsung menarik Ailee ke dalam pelukannya saat gadis itu berlari ke arahnya. Sedangkan Ailee hanya terdiam, dia terkejut karena Kalingga langsung memeluknya tanpa merasa malu. Bahkan Kalingga juga mengecup pelan dahinya.


Kedua orang tuanya hanya dan diam tersenyum, berbeda dengan Kairav dan Briella yang sejak tadi sudah heboh sendiri. Bagaimana tidak heboh, si pria es yang menjadi sodara mereka sudah mencair ternyata. Untuknya saat cair dan meleleh ada Ailee yang menunggunya sebelum menetes ke arah lain.


Maksudnya, Kalingga sudah benar benar berbeda dengan Kalingga yang dulu. Bedanya ya seperti sekarang ini. Dan maksud es mencair bukanlah benar benar es, itu hanyalah persamaan saja. Sebab dulu juga Kalingga benar benar sangat jarang bicara bahkan bertindak. Alasannya ya mungkin karena dia menjaga sisi coolnya. Namun setelah bersama Ailee, semuanya mulai berubah.


"Kemana aja lo? Semalaman gak ada kabar, lupa kalo punya pacar?" Tanya Kalingga saat ia melerai pelukannya. Ingat, melerai. Bukan melepaskan.


"Lepasin dulu sih, gak malu apa sama orang tua kamu?" Tanya Ailee berbisik.


"Gak, ngapain malu? Mereka udah tahu hubungan kita," ucap Kalingga.


"Tapi-,"


"Hei, hei. Cukup, kita semua udah eneg lihat kebucinan kalian," ucap Briella memotong ucapan Ailee.


"Tahu lo berdua, kayak gak tahu tempat aja. Bukannya mau privasi dulu?" Tanya Kairav.


"Serah gue lah, kalian berdua sewot banget," ucap Kalingga.


"Lah, lo yang sewot sendirian kali kak," ucap Briella.


"Udah, udah. Kalian bertiga ini gak dimana mana selalu aja cek cok. Mami juga eneg loh dengerin celotehan kalian bertiga yang gak mau saling ngalah," ucap Ashel.


Kairav dan Briella cengengesan mendengarnya. Keduanya memang sangat kompak menjadi kompor gas tabung hijau untuk Kalingga. Bahkan kadang kadang Kalingga sendirian yang jadi sering di kompori dan di ganggu. Itu sudah terjadi sejak dulu, tak jarang juga Kalingga serung dibuat kesal sampai ngambek tidak mau makan, dulu.

__ADS_1


"Maaf mi, Kalingga gak bermaksud buat kayak gitu. Kalo gitu mami sama papi duluan aja ke dalemnya, nanti Lingga sama Ail nyusul. Ada urusan bentar," ucap Kalingga. Pria itu lantas menarik tangan Ailee untuk menjauh dari dekat keluarganya yang sangat sangat random. Apalagi kedua saudaranya.


"Kalo udah jadi budak cinta ya gitu," komentar Kairav.


"Iri bang? Saingin dong," ucap Briella santai. Gadis itu menarik tangan kedua orang tuanya lebih tepatnya menggandeng tangan kiri Ashel dan tangan kanan papinya lalu berjalan masuk ke dalam area sekolah. Karena saat ini mereka masih berada di parkiran. Kairab sendiri tentu saja mengikuti ketiganya. Dia berjalan sendirian di belakang. Biasanya ada Kalingga, tapi pria itu sedang jadi budak cinta, jadi dia tidak ada disana.


Sementara itu di lain tempat, tepatnya di sebuah taman dekat perpustakaan, Kalingga dan Ailee berada. Keduanya tengah berdiri di bawah sebuah pohon rindang yang sengaja di tanam untuk menambah kesan alam.


"Kamu ngapain bawa Ailee sejauh ini? Area kelas sama taman perpus kan jauh Ling, kok-,"


"Gue gak akan ngapa ngapain lo. Gue cuma mau lihat lo aja, tapi kedua sodara gue ganggu terus. Jadi gue bawa lo kesini," ucap Kalingga.


"Ya tapi gak sejauh ini juga Lingga. Bentar lagi acara pembagian rapot dimulai loh," ucap Ailee.


Acara pembagian rapot dari kelas sepuluh sampai dua belas memang dilaksanakan serempak di kelas masing masing. Jadi Kalingga dan Ailee tinggal ke kelas mereka saja nanti.


"Kamu kenapa?" Tanya Ailee balik. Sedikit aneh dengan Kalingga saat ini. Entah mengapa Ailee rasa jika ada yang terjadi pada Kalingga sampai sampai pria ini jadi seperti ini. Bahkan tadi saat memeluknya, Kalingga juga mencium keningnya.


"Miss you, maybe," ucap Kalingga.


Dasar manusia gengsian!!! Ingin sekali Ailee berteriak menggunakan kata kata itu di depan wajah Kalingga saat ini juga. Jika memang rindu, ya tinggal hilang. Tidak perlu malu malu dengan mengatakan kata kata maybe di akhirnya. Aneh sekali. Ada ternyata orang yang rindu tapi gengsi mengakuinya.


Jelas ada, dan orang itu adalah Kalingga Alister. Pacarnya.


"Kan mungkin ya kangennya, jadi udah lepas. Gak usah peluk apalagi cium, kan kangennya juga mungkin. Mungkin itu bisa iya kangen bisa enggak. Dan Ailee mikirnya kamu gak kangen," ucap Ailee.


Gadis itu berusaha melepaskan pelukan Kalingga namun Kalingga menahannya dan semakin mengeratkan pelukannya. Jika orang lain melihat, mungkin akan menganggap jika Kalingga memaksa Ailee. Padahal nyatanya Ailee tidak merasa dipaksa, dia seperti itu sengaja untuk membuat Kalingga ngambek.

__ADS_1


"Diem gak? Gue lagi kesel loh sama sodara sodara gue. Dan lo jangan ikutan juga buat gue kesel, gue gak suka," ucap Kalingga.


"Ululuu, sayang. Sini sama mommy," ucap Ailee. Lucu sekali mendengar keluhan Kalingga soal kedua saudaranya. Memang iya sih, kedua saudara Kalingga itu sedikit menyebalkan. Sebab mereka sering sekali mencari gara gara yang menimbulkan rasa kekesalan pada Ailee atau pun Kalingga.


"Mommy mau nen," ucap Kalingga pelan.


"Gila," rutuk Ailee spontan. Dasar Kalingga, ternyata pria ini pandai sekali memanfaatkan keadaan. Tahu begitu Ailee tidak akan seperti ini.


Sedangkan Kalingga hanya terkekeh pelan, senang sekali menggoda gadisnya ini. Rasa kesalnya sudah hilang secepat itu. Bahkan moodnya yang tadi di rusak oleh Briella dan Kairav kini sudah lebih membaik. Kairav dan Briella tadi membuatnya kesal sekaligus membuatnya overthinking di mobil.


Tapi, tunggu dulu. Ailee sama sekali belum menjelaskannya. Semalam dia kemana?


"Lo belum jelasin, semalam kemana? Kenapa gak bales chat gue? Telepon juga gak diangkat," ucap Kalingga.


"Maaf, semalam Ailee sibuk banget sampe gak pegang ponsel," ucap Ailee.


"Iya kemana? Sibuk apa emangnya?" Tanya Kalingga.


"Semalam, papi minta Ailee buat kerjain beberapa berkas. Berkasnya beda sama yang Ailee pelajari. Dan ya, Ailee harus begadang buat nyari jalan keluarnya," ucap Ailee.


"Sejak kapan lo belajar bisnis?" Tanya Kalingga.


"Dari Ailee SMP juga udah, cuma gak terlalu fokus. Fokusnya sekarang sekarang aja," ucap Ailee.


"Kenapa enggak cerita? Setidaknya gue bisa bantuin lo soal kerjaan itu," ucap Kalingga.


"Ailee gak mau repotin kamu. Kamu tahu, semalaman juga Ailee terus inget kamu. Kangen," ucap Ailee. Gadis itu kembali memeluk Kalingga. Bukan pelukan erat seperti tadi melainkan pelukan biasa namun benar benar sangat terasa. Yap, terasa nyaman.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2