
Komen dulu dong bkar gak sepiii
***
Dinginnya udara pagi ini mungkin sama dinginnya dengan sikap Kalingga pada Ailee. Setiap hari, selalu muncul pertanyaan diotaknya.
Apa mencintai seorang Kalingga itu adalah kesalahannya?
Tetapi, Ailee selalu berpikir ke masa lalu. Tidak ada yang membuatnya suka kepada Ling dengan hal yang spesifik. Rasa ini hadir begitu saja. Anehnya, perasaan seperti ini hanya ia rasakan pada Kalingga bukan Kairav. Padahal dia juga sudah bersama dengan dia selama itu.
Perasaan Ailee murni. Ia bahkan tidak pernah menganggap ucapan Ling dan selalu menulikan pendengarannya ketika Ling mengatakan hal yang menyakiti perasaannya. Meskipun iya, terkadang Ailee selalu merasakan sesak di dadanya. Namun anehnya ia tidak bosan bosan untuk mendekati Kalingga.
Entah sampai kapan cinta sendiriannya ini akan berakhir. Ailee tidak tahu. Semoga saja segera berakhir dengan bahagia seperti novel novel yang selalu ia baca. Tapi jika tidak, mungkin memang seharusnya seperti itu. Artinya cinta Ailee akan bertepuk sebelah tangan.
"Harus kamu hujan hujanan?" Suara seorang pria yang tidak asing terdengar di telinganya saat Ailee masuk ke area garasi rumahnya. Gadis itu membalikan tubuhnya.
"Oh, papi," ucap Ailee. Yap, Alexander, papi Ailee sudah sampai disana sejak semalam. Ia sengaja tidak menghubungi anaknya jika ia pulang.
"Apa kabar sayang?" Tanya Alex.
"Baik," ucap Ailee. Ia menyalami tangan papinya. Alex langsung memeluk anaknya itu.
"Baju kamu basah? Cepet ganti nanti kamu sakit," ucap Alex. Ailee tersenyum tipis. Perhatian? Baru kali ini Ailee merasakannya lagi rasanya.
Ailee mengangguk sekilas dan masuk ke dalam rumahnya bersama papinya. Di ruang tv, ada mamanya.
"Hai sayang. I miss you," ucap Bricya. Ia hendak memeluk Ailee namun Ailee memundurkan tubuhnya.
"Baju Ailee basah ma. Nanti baju mama ikut ikutan basah," ucap Ailee.
"Ailee ke kamar dulu. Permisi," sambungnya. Ia masuk ke dalam kamarnya. Meninggalkan kedua orang tuanya disana.
"Kamu udah makan?" Tanya Cya.
__ADS_1
"Udah ma. Cya mau tidur lagi, semalem kurang tidur," ucapnya berbohong. Ia ingin tidur bukan karena kurang tidur, melainkan kepalanya pening dan tubuhnya terasa sangat dingin sekali. Ia juga berbohong jika sudah makan. Kenyataannya ia belum makan sama sekali. Ailee sudah tidak nafsu makan. Kejadian di rumah Kalingga masih terngiang ngiang. Ia bahkan bertengkar dengan maminya gara gara dirinya. Bisa dipastikan jika Kalingga akan semakin membencinya.
Ailee melepas semua pakaiannya dan menggantinya dengan yang baru. Ia pun segera naik ke tempat tidur dan membalut tubuhnya dengan selimut tebal miliknya. Hawa dingin semakin terasa ditambah kepalanya juga masih sangat pening sekali.
"Maafin Ailee, Ling. Gara gara Ailee kamu berantem sama mami kamu. Tapi maaf, Ailee masih akan terus mengejar kamu," gumam Ailee sebelum menutup matanya.
Sedangkan di lantai satu, kedua orang tuanya sedang sibuk berkutat dengan laptop mereka masing masing. Mereka terpaksa memutuskan pulang setelah mendengar percakapan Ailee dan Alvaro malam tadi. Kebetulan Alvaro, sepupu Ailee sedang berada di tempat yang sama dengan kedua orang tua Ailee. Ia memang me-loudspeaker panggilannya.
Perasaan Alex dan Cya mencelos saat mendengar ucapan Ailee. Ailee bilang jika ia sedang sibuk juga, sibuk membangun kepercayaan untuk keluarganya. Tak menunggu waktu pagi, mereka segera meminta asisten untuk menyiapkan jet pribadi mereka dan terbang malam itu juga.
Namun saat mereka menemui Ailee, gadis itu seperti tidak terkejut dengan kehadiran mereka yang tiba tiba. Bahkan sikap Ailee terlihat biasa saja.
***
Sekitar pukul sebelas pagi, cuaca kembali cerah. Briella dengan semangat menggedor gedor pintu kamar Kairav, ia ingin pergi jalan jalan ke mall hari ini. Hanya Kairav yang selalu menuruti kemauannya. Berbeda dengan Kalingga. Anak mageran itu sulit sekali diajak bergerak ke mall.
"Abang ayo, ujan udah reda. Jempu Alee juga," ucap Briella.
"Alee? Siapa?" Tanya Kairav.
Kairav menggelengkan kepalanya, "Ada ada aja."
Kairav pun segera bersiap siap. Ia memang sudah berjanji akan pergi keluar bersama dengan Briella dan Ailee juga. Entah dia akan apa nanti disana. Yang jelas, selain bermain di time zone dan makan mereka akan apa lagi? Mungkin belanja sedikit.
"Mi, pi, Bri sama bang-Kai pergi dulu ya? Kita udah janjian mau ke mall sama Ailee juga," ucap Briella.
"Boleh tapi jangan pulang terlambat. Lingga gak ikut?" Tanya Ashel.
"Enggak mi. Lingga mau tidur," ucap Kalingga. Ia memang sudah seperti biasa lagi dengan maminya. Tidak bisa ia jika harus mendiamkan maminya. Apa lagi karena masalah sepele.
"Ya udah, kalian berdua hati hati. Tolong cek keadaan Ailee juga ya Briell. Dia demam tinggi kayaknya, beda dari wajahnya juga," ucap Ashel.
"Iya mi. Rencana Bri emang gitu," ucap Briella. Ia dan abangnya pun pergi ke garasi rumahnya. Kairav membawa mobil sport miliknya. Ini hadiah ulang tahun dari papinya.
__ADS_1
Waktu sepuluh menit mereka habiskan untuk sampai ke mansion Ailee. Disana mereka juga bertemu dengan kedua orang tua Ailee.
"Tante panggilin dulu Ailee-nya ya? Kalian tunggu disini," ucap Cya.
"Iya tante," ucap keduanya.
Cya pun berjalan menuju ke lantai dua, tempat dimana ada anaknya disana. Tanpa mengetuk, Cya membuka pintu. Disana ia melihat anaknya yang sudah siap keluar.
"Anak mama cantik banget," ucap Cya. Ia mendekat ke anaknya dan memeluk Ailee.
"Di bawah ada Kai sama Bri?" Tanya Ailee.
"Suara kamu kok bindeng? Kamu sakit sayang?" Tanya Cya. Ia mengangkat tangannya untuk memeriksa suhu tubuh Ailee namun Ailee menahan tangan mamanya.
"Ailee kehujanan dikit jadi flu. Gak papa kok ma, Ailee turun dulu. Kasihan Kai sama Bri nunggu," ucap Ailee. Ia pun turun dari sana begitu juga dengan Cya.
Setelah ada Ailee disana. Ketiga anak itu pamitan untuk pergi ke mall.
"Lo gak papa Lee?" Tanya Briella.
"Emang gue kenapa?" Tanya balik Ailee. Mereka saat ini sudah berada di dalam mobil dan sedang menuju ke mall.
"Ya kata mami lo bakalan demam tinggi katanya," ucap Briella.
"Enggak. Gue gak mungkin demam tinggi kali, cuma kehujanan doang," ucap Ailee.
"Tumben ada orang tua lo Lee di rumah," ucap Kai.
"Gue juga aneh. Pantesan tadi pagi ujan," ucap Ailee.
"Yee si anjir. Ada ada aja, apa hubungannya coba. Kalo udah mau ujan ya ujan kali," ucap Briella. Ailee hanya menanggapinya dengan senyuman. Ia mengambil ponselnya dan mengirimi Kalingga pesan.
"Pokoknya kita harus seneng seneng di mall. Suntuk tahu libur cuma dua hari. Mana dari minggu ke senin cepet banget. Giliran senin ke minggu lama."
__ADS_1
Tbc.