Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
220. Indonesia


__ADS_3

***


Letak rumah sang kakek dari bandara tidaklan jauh, hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit maka Ailee dan kedua orang tuanya sudah sampai disana. Ailee menatap penuh rindu pada bangunan serba putih dan gold di depannya ini. Bangunan ini adalah tempatnya pulang. Rasa lelah yang selama ini ia rasakan rasanya menguap begitu saja saat ia datang ke rumah ini. Rumah yang dulu sangat ia nyaman tempati. Dulu, masih ada grandma. Tapi sekarang grandma sudah memiliki rumah lain. Sayangnya saat grandma pergi, Ailee tidak ada disampingnya.


Sampai saat ini, terkadang Ailee selalu menyalahkan dirinya. Menyalahkan dirinya yang benar benar tidak becus dalam merawat sang nenek. Tapi sudahlah, semuanya sudah berlalu juga.


"Welcome back home," ucap Atma. Pria paruh baya itu merangkul bahu cucu kesayangannya. Ailee tersenyum ke arah kakeknya. Dengan nyamannya kepalanya bersandar pada dada sang kakek. Meskipun sudah tidak muda lagi, namun ketampanan kakeknya boleh diadu dengan Kalingga.


Ngomong ngomong Kalingga, pria itu belum menghubunginya sampai saat ini. Apa mungkin dia masih dalam perjalanan. Jika iya, semoga semuanya selamat sampai tujuan.


Ailee dan Atma berjalan masuk ke dalam rumah bersama. Meninggalkan Alex dan Cya yang baru saja sampai. Tatapan Alex sejak tadi tidak lepas dari anaknya yang sangat dekat sekali dengan papanya. Jujur saja dia iri, selama ini dia bahkan tidak pernah merangkul anaknya begitu juga sebaliknya. Alex ingin sekali menghabiskan waktunya dengan anaknya itu. Meskipun hanya satu hari. Dia ingin menebus semua kesalahan yang dulu ia lakukan. Namun sampai hari ini, dia masih belum menentukannya. Dia hanya bimbang, takutnya Ailee menolaknya.


"Mas," panggil Cya saat Alex hanya diam dan terbengong melihat ke arah anaknya yang sudah masuk ke dalam rumah.


"Kamu kenapa?" Tanya Cya.


"Gak papa ma, ayo masuk," ajak Alex. Cya dan Alex pun keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah. Menyusul Ailee dan Atmajaya.


Ailee tersenyum saat ia kembali bertemu dengan para maid yang bekerja di rumah kakeknya. Sebagian besar maid maid itu adalah orang yang dulu selalu menjaga Ailee dan mengasuh Ailee saat umurnya baru dua tahun.


"Nona, selamat datang," sapa salah satu dari mereka.


"Hanya sapaan? Tidak ada pelukan? Ayolah, aku merindukan kalian semua," ucap Ailee. Para maid itu terkekeh dan langsung berpelukan dengan Ailee. Posisi Ailee ada di tengah mereka semua. Ada sekitar lima maid yang bekerja di rumah ini. Semua maid itu sudah bekerja sangat lama sekali. Bahkan ketika ada sang nenek.


"Kabar ku baik. Bagaimana kabar kalian semua? Rasanya sangat lama sekali aku tidak bertemu kalian semua," ucap Ailee.

__ADS_1


"Kabar kami sangat baik. Benar, anda terlalu lama menetap di Boston sampai lupa pulang kemari. Tapi tak apa, yang penting anda sehat dan sekarang lihatlah, anda benar benar tumbuh jadi gadis cantik," ucapnya.


"Tentu saja harus. Sebab kekasih ku tampan," ucap Ailee tersenyum kecil sembari berjalan menuju ke arah meja makan. Perutnya sudah lapar dan harum masakan di meja ini benar benar menggoda imannya. Dia tidak tahan ingin segera makan.


"Siapa memangnya kekasih mu? Apa anak tampan dari keluarga Natapraja?" Tanya Atma.


"Right. He's my boyfriend," ucap Ailee dengan bangganya.


Jelas saja bangga. Kalian tahu sendiri seperti apa susahnya dia mendapatkan Kalingga. Jadi setelah mendapatkan pria itu, Ailee tentu saja harus berbangga diri.


"Benarkah? Grand kira kamu hanya berhalusinasi untuk mendapatkannya. Ternyara ucapan mu bisa dipegang juga," ucap Atma.


"Harus. Brixy tidak mungkin mengkhianati ucapan Brixy sendiri grand," ucap Ailee.


"Okay, sudah cukup kita berbicaranya. Sekarang waktunya makan. Alex, Cya, ayo makan bersama," ucap Atmajaya.


Kedua orang itu ikut bergabung dengan Ailee juga Atmajaya. Di meja makan, terhidang begitu banyak makanan khas Indonesia. Ailee benar benar gelap mata, dia bahkan mengambil hampir semua lauk yang ada. Sedangkan nasinya hanya mengambil sedikit. Atmajaya hanya terkekeh pelan melihatnya, biarlah anak itu kalap. Yang penting Ailee makan. Anak itu memang benar benar akan selalu kalap dengan makanan khas Indonesia. Apalagi jajanannya. Lihat saja nanti, entah akan habis berapa puluh lembar uang.


***


Selesai makan bersama, Alex dan Cya memutuskan untuk tidur. Mereka sepertinya kelelahan. Wajar saja, selama di dalam pesawat kedua orang tua Ailee itu tidak berhenti menatap laptop dan juga ipad. Keduanya saling berbicara, membahas soal bisnis. Ailee hanya memperhatikannya. Dia tidak berminat bergabung apalagi bertanya perihal bisnis itu. Dia ingin menikmati perjalanannya.


Sejak sampai di Indonesia, Ailee masih belum mendapatkan kabar dari Kalingga. Namun satu jam yang lalu Briella mengabarinya jika mereka telat berangkat karena tante Ashel muntah muntah. Entah kenapa, jadi mereka memutuskan untuk merubah jadwal penerbangan. Menunggu Ashel reda dari mual mualnya.


Kalingga sama sekali tidak membalas pesannya. Entah apa alasannya. Apa mungkin pria itu masih marah sebab Ailee tidak mau berangkat dengannya? Tolonglah, itu hanya masalah sepele. Lagi pula tujuan mereka negara yang sama. Seharusnya Kalingga tidak marah.

__ADS_1


Ailee tengah duduk sendirian di ruang keluarga. Di depannya ada sebuah tv besar. Namun Ailee tidak menyalakannya. Dia lebih suka sunyi. Sebab dari sunyi inilah dia mendapatkan ketenangan.


Tak jauh dari dekat tv, berjejer banyak foto. Sebagian besarnya adalah fotonya ketika masih bayi sampai sebesar ini pun ada. Foto foto itu dikemas dalam sebuah frame kecil yang ditempel pada dinding. Hampir setengah dinding ini tertutup oleh frame frame foto itu.


Ailee tersenyum saat melihat sebuah foto yang berukuran besar. Itu adalah foto kakek dan neneknya. Serta ada dia saat masih bayi. Umurnya sekitar delapan bulan. Saat itu ia sangat intens di urus oleh neneknya. Bahkan beliau lah yang merawat Ailee sedari kecil sampai dia berumur lima tahun.


Sayangnya, saat dia akan segera memasuki taman kanak kanak, dia harus meninggalkan Indonesia serta kakek dan neneknya. Dia dilanjutkan diurus oleh Magi.


"Kenapa bengong?" Tanya Atma. Pria itu mengambil duduk di sebelah cucunya.


"Brixy kangen grandma," ucap Ailee tertunduk.


Atma tersenyum lalu mengelus pelan kepala cucunya, "Apa kamu masih menyalahkan diri kamu sendiri atas kematian grandma?"


Ailee menganggukan kepalanya.


"Itu bukan salah kamu. Kondisi grandma saat itu memang sedang drop. Berhenti menyalahkan diri kamu sayang, grandma apalagi grandpa tidak suka," ucap Atma.


Ailee terdiam, tidak menjawab ucapan kakeknya. Gadis itu memilih untuk memeluk kakeknya. Memejamkan matanya yang sudah memanas dan sebentar lagi sepertinya akan mengeluarkan air mata.



...KALINGGA ALISTER...


Tbc.

__ADS_1


Rwamein👺


__ADS_2