Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
34. Anak Mamah Papah


__ADS_3

***


Roda kehidupan itu terus berputar selama kita hidup. Ada kalanya kita hidup di atas dan ada ketika kita di bawah. Perasaan senang, sedih, bahagia, duka bahkan kecewa sering kita rasakan setiap harinya. Mungkin sebagian orang berpikir bahwa kehidupan Ailee sangatlah bahagia. Orang tua yang lengkap, finansial yang tercukupi dan juga masa depan yang sudah di tata rapi oleh kedua orang tuanya.


Namun jauh dari itu semua, Ailee adalah orang yang kesepian. Ia mungkin terlihat ceria dan centil pada Kalingga, tapi ketika sendiri, Ailee yang sebenarnya muncul. Ailee yang pendiam, tidak banyak bicara bahkan malas melakukan aktivitas. Ia hanya diam, entah duduk atau rebahan.


Intinya, kehidupan bahagia dengan uang memang bukan jaminan. Namun jika tidak dengan uang, dengan apa lagi. Karena semua membutuhkan uang meskipun uang bukan segalanya.


"Pagi calon," sapa Ailee pada Kalingga yang sedang berjalan menuju ke kelasnya. Di depan ada Briella dan Kairav. Kalingga tidak menjawabnya dan tetap acuh.


"Tumben baru berangkat lo?" Tanya Briell.


"Iye, dianterin soalnya," ucap Ailee.


"Cowok?" Tanya Briell.


"Iya cowok," ucap Ailee.


"Anjir, siape?" Tanya Briella. Ia menarik tangan Ailee untuk meminta penjelasan. Namun Ailee tidak mau dan memegang tangan Kalingga.


"Woilah, masih pagi udah ribut aja. Yang kalem napa," ucap Kairav. Ia menarik adiknya untuk melihat ke depan dan kembali berjalan.


"Ih abang, gue harus tanya ini anak dianterin siapa? Katanya suka sama kak Ling, tapi kok dianterin cowok lain sih," gerutu Briella.


"Gue gak mungkin suka cowok lain anjir. Cowok yang gue maksud yang nganterin gue itu bokap gue ya Bri," ucap Ailee.


"Tumben," ucap Briella. Mereka berempat sudah sampai ke dalam kelas dan duduk di kursi masing masing.


"Lagi kerasukan mungkin makanya nganterin," ucap Ailee acuh. Ia pun mengeluarkan ponselnya yang sejak tadi bergetar. Sebuah pesan masuk, nomor tidak dikenal memberikan pesan berupa foto. Disana tertera nama Albert.


"Aku tunggu nanti malam di arena."


Ailee tidak menjawabnya dan beralih ke room chat grup anak anak SBA. Ia menanyakan apa ada masalah dengan anak anak tongkrongan apa tidak? Namun mereka belum menjawabnya.


"Heh, kok bengong lo? Dapet chat apaan sampe jadi diem gitu," ucap Briella.


"Chat promo dari toko oren. Katanya pakaian pantai alias bikini lagi diskon. Mau beli gak?" Tanya Ailee.


"Cakep tuh. Beli lah," ucap Briella.


"Beli apa?" Tanya Kairav yang ikut nimbrung.


"Bikini bang, mau gak?" Bisik Briella.


"Bego," ucap Kairav pada adiknya.

__ADS_1


"Dih, adik sendiri dibilang bego. Tahu ah, kesel," ucap Briella merajuk. Sedangkan Ailee mendekat ke arah Kalingga dan berbisik.


"Suka warna apa?" Tanya Ailee.


"Putih," jawab Kalingga singkat.


"Oke. Aku cek out yang itu," ucap Ailee. Ia pun kembali ke kursinya untuk duduk sedangkan Briella menekuk tangannya ke atas meja dan menelungkupkan kepalanya diatas kedua tangannya.


"Napa lo?" Tanya Ailee.


"Ngantuk. Semalem gue ditarik bangKai balik ke kamar gue lagi. Padahal gue mau nebeng ngebo di kamar kak Ling. Sekalian gue sleep call sama lo tapi kameranya di arahin ke kak Ling. Tapi gagal gara gara bangKai," ucap Briella.


Ailee hanya terkikik geli. Mereka pun kembali sibuk dengan aktivitas mereka sampai guru mata pelajaran masuk membuat mereka harus menyimpan ponselnya dan belajar mata pelajaran itu.


***


...Group chat...


...Anak papah mamah🫰...


Angela lee:


"Masa iya Albert ngajakin lo ke arena, kan dia udah sering kalah."


Sopia :


Rici :


"Ya itu tutorial membuat diri sendiri malu ya gitu. Udah tahu sering kalah tanding sama Ailee masih aja ngajakin balap. Heran."


William :


"Woi Ail, muncul nape lo? Mojok mulu sama Kalingga."


Wileem :


"Tahu tuh anak, ngapain nanyeak kalo gak ada bales chat."


Cita Citata :


"Tapi, emang si David kenapa? Gue denger denger dia kecelakaan? Emang bener?"


William :


"Kamu nanyeak?!!"

__ADS_1


Cita Citata :


"Anj."


^^^Ailee Fox :^^^


^^^"Malem nanti ke sirkuit. Kumpul dulu di rumah baru berangkat bareng. Dan gue gak mojok sama Kalingga."^^^


Setelah mengirimkan pesan itu, Ailee pun menutup room chatnya dan menyimpan ponselnya. Kemudian kembali makan ramyoen yang dibeli olehnya bersama Briella. Mereka sedang beristirahat dan makan di kantin.


Mereka makan dengan tenang, tiba tiba ada seorang cewek yang datang ke meja mereka dan berdiri di sebelah Kalingga. Dia Alice, anak IPS yang selalu jadi sorotan anak anak cowok di sekolah. Karena penampilannya yang seksi juga dengan make up itu, dia jadi famous.


"Hai Ling, ternyata kamu makan disini. Boleh gabung gak?" Tanya Alice.


Ling hanya berdehem sekilas dan tidak menoleh sedikit pun. Ia lebih fokus pada tayangan sepak bola di ponselnya.


"Oke," ucap Alice. Briella ingin mengusirnya namun Ailee menggelengkan kepalanya seolah meminta Briella diam dulu.


"Kamu itu udah ganteng, baik lagi. Tipe aku banget," ucap Alice.


"Iye dia tipe lo, tapi apa lo tipe dia?" Tanya Ailee.


"Gak usah sewot, lo cuma jadi benalu kan selama ini buat Kalingga dan buat abang sama adiknya? Lo kebawa famous karena lo gabung sama mereka. Bahkan kekayaan lo aja gak setara sama keluarga mereka," ucap Alice.


Ailee tertawa sumbang, "Terus lo apa kabar? Apa kekayaan lo udah setara sama mereka bertiga? Gue tanya juga, apa kekayaan lo udah setara sama keluarga gue?"


"Dan gue temenan sama besti gue ini bukan karena harta atau apapun. Karena kita temen masa kecil, wajar dong kalo kita akrab sampe gede," ucap Briella. Ia merangkul bahu Ailee.


"Astaga, Briella. Harusnya kamu sadar, dia gak baik buat kakak kamu," ucap Alice.


"Terus yang baik siapa? Elo gitu? Hahaha, ngakak kenceng gue lama lama. Benerin dulu deh baju seragam lo, pake yang sesuai ketentuan sekolah. Dan lagi," ucap Ailee menggantung. Ia menarik tissue yang ada di meja mereka.


"Bersihin dempulan lo. Tapi kayaknya pake tissue aja gak cukup deh. Bedak lo tujuh lapis kayaknya," sambungnya.


"Bener banget," ucap Briella. Alice yang kesal pun hendak menampar Ailee namun ditahan oleh seseorang.


"Berani banget nampar pipi mulus Ailee. Tampar diri sendiri dulu kali sebelum nampar orang lain," ucap Willem.


Iyap, yang menahan tangan Alice bukan Lingga melainkan Willem.


"Apaan sih lo, gak usah so soan ngebela dia. Kayak lo kenal dia aja," ucap Alice.


"Kenal atau enggak itu gak penting. Yang jelas lo jangan sampe nyentuh Ailee, apalagi sampe buat dia terluka. Karena gue gak bakalan biarin hal itu terjadi. Understand?" Ucap Willem.


Tbc.

__ADS_1


Anjai mas will😅


__ADS_2