Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
49. Vanesha Disidang


__ADS_3

YOROBUNN,, RAMEIIN


***


Disinilah Ailee berada. Di mansion Kalingga, gadis itu duduk di sebelah Kalingga. Tadinya Vanesha ingin duduk di dekat Kalingga namun papanya, Rafello meminta gadis itu untuk duduk diam di single sofa. Rafello dan Ayu tiba bersamaan dengan datanganya Ailee dan yang lainnya dari rumah sakit.


Ailee tidak bisa duduk dengan benar namun dipaksa Kalingga untuk duduk dan ikut disidang. Ailee tidak nyaman duduk, ia terus terusan meringis. Ia ingin pergi ke rumahnya saja untuk rebahan namun Kalingga menahan tangannya. Ashel menyadari hal itu.


"Ailee sayang, sakit ya? Kamu ke kamar Briella aja. Terus tidur," ucap Ashel.


"Tangan Ailee di tahan Lingga tante," ucap Ailee.


"Lingga, lepasin tangan Ailee. Kasihan dia," ucap Ashel.


"Enggak mi, dia harus ikut di sidang. Kan dia korbannya," ucap Ling.


"Aku emang korban, wakilin aja sama kamu. Ini beneran sakit banget Ling," ucap Ailee.


"Lingga, lepasin tangan Ailee. Biarin dia istirahat di kamar adik kamu," ucap Kavin.


"Enggak pi," ucap Ling.


"Ling, kalo kamu masih maksa pegangin tangan aku, aku gak segan segan ya buat bongkar kelakuan kamu kemarin sama aku," bisik Ailee mengancam. Gadis itu benar benar kesakitan saat ini. Ia tidak bisa terus terusan duduk. Bokongnya benar benar sakit.


"Berani ya lo," geram Kalingga. Pria itu pun berdiri dan memangku tubuh Ailee. Tentu saja Ailee memekik kesakitan karena pria itu cukup kasar padanya. Ashel hanya bisa menghela nafasnya saat melihat anaknya yang kasar pada gadis itu.


Ailee kira Kalingga akan membawanya ke kamar Briella, namun salah. Pria itu justru menidurkan Ailee di sofa lain yang jaraknya tidak jauh dari kumpulan orang tua dan Vanesha.


"Diem disini, habis itu tunggu pembalasan gue," ucap Kalingga.


"Iya sayang," ucap Ailee pelan. Kalingga hanya mendengus. Pria itu pun kembali duduk di tempatnya tadi.

__ADS_1


Rafello sejak tadi sudah menahan amarahya pada Vanesha, anaknya. Pagi tadi anak itu tidak ditemukan di kamarnya membuat Fello dan Ayu panik. Mereka langsung mencari keberadaan anak itu di seluruh mansion namun tidak menemukannya. Mereka juga sudah bertanya pada teman teman anak itu dan mengeceknya ke sekolah namun tidak ditemukan juga.


Sampai akhirnya Kavin menghubungi Fello dan mengatakan jika Vanesha ada di rumahnya. Tentu saja Fello senang mendengarnya meskipun ia kesal karena anaknya pergi tanpa pamit.


"Kenapa kamu bolos sekolah? Udah berani sama papa? Udah bisa cari uang sendiri sampe sampe udah gak nurut sama papa, iya?" Tanya Fello pada Vanesha.


"Enggak gitu pah, Vanesh kangen sama kak Ling. Makanya pergi kesini buat ketemu dia," ucap Vanesha.


"Dia itu kakak kamu Vanesh, berapa kali papa bilang jangan suka sama dia. Masih banyak cowok lain," ucap Fello.


"Suka gak bisa dipaksain pah. Papa harusnyaa tahu itu. Emang salah kalo Vanesh suka sama kak Ling? Lagian kak Ling juga gak punya pacar, Vanesh bebas dong suka sama dia. Papa jangan pernah larang Vanesh untuk melupakan perasaan Vanesh pada Kak Ling," ucap Vanesha.


"Sayang, rasa suka kamu itu salah. Kak Ling adalah anak dari kakaknya papa kamu. Sampai kapan pun kamu gak bakalan bisa bersama dengan Lingga," ucap Ayu menenangkan Vanesha.


Vanesha adalah remaja yang sedang puber. Wajar saja jika emosinya tidak stabil, tidak suka di kekang, apalagi sampai kemauannya tidak di turuti. Salahkan Fello dan Ayu yang terlalu memanjanya. Vanesha jadi anak yang membangkang akhirnya.


"Gak peduli ma, Vanesh akan tetap sama kak Ling. Gak mau sama yang lain," ucap Vanesha kekeuh.


"Jelaskan kenapa kamu tarik Ailee dari atas motor? Ini bisa jadi tindakan kriminal. Kamu bisa bisa dilaporkan oleh keluarga dia," ucap Fello.


"Gak peduli pah, papa punya banyak uang. Papa bisa kalahkan keluarga cewek gatel itu dengan uang," ucap Vanesha.


"Vanesh, mama gak pernah ngajarin kamu buat ngomong kayak gitu!!!" Ucap Ayu sedikit tinggi.


"Mama kok marahin aku sih?! Yang salah dia, dia udab gatel gangguin kak Ling. Vanesh gak suka, kenapa mama malah marahin Vanesh?! Mama udah gak sayang lagi sama Vanesh? Iya?!" Ucap Vanesha. Gadis itu bangun dan berjalan ke arah Ailee.


"Semua ini gara gara lo cewek gatel," ucap Vanesha marah. Ia hendak memukul Ailee kembali namun Kalingga dengan cepat menahannya dan meminta Vanesha kembali duduk ke tempatnya.


"Kakak bisa berubah jadi jahat kalo kamu gak mau nurut Vanesh," ucap Ling. Vanesha benar benar kesal. Ia pun berlari keluar rumah.


"Bang, maafin anak gue, dia udah buat keributan disini," ucap Rafello.

__ADS_1


"Gak papa Pel, namanya juga anak anak. Mending lo susul deh tuh anak lo, takutnya dia bertingkah lagi nanti," ucap Ashel.


"Iya. Ayo cepet," ucap Ayu. Ia pun menarik tangan suaminya dan keluar dari mansion itu.


Ashel dan Kavin hanya menghela nafasnya. Mereka tidak habis pikir dengan Vanesha, kenapa gadis remaja itu sangat nekat sekali. Ia bahkan tidak peduli jika sudah melukai orang lain.


"Ling, Ailee tidur?" Tanya Ashel.


"Dia kebo. Udah tidur nih," ucap Ling.


"Ya udah angkat calon istri kamu ke kamar adik kamu, awas jangan kamar kamu," ucap Ashel menggoda.


"Apa sih mi, calon istri Kalingga itu kayak rose blekping. Bukan modelan ondel ondel blekping kayak gini," ucap Kalingga.


"Sembarangan kamu, kayak tahu aja bentukan ondel ondel kayak gimana. Udah sana angkat," ucap Ashel.


Ling menurut. Ia mengangkat tubuh Ailee menuju ke kamar adiknya. Sedangkan Kavin dan Ashel masih duduk disana.


"Gak sabar lihat mereka nikah," ucap Ashel.


"Anak kamu batu sih, jadi kan susah," ucap Kavin.


"Heh, itu benih dari kamu ya. Mana bentukan plus sifat Kalingga percis banget sama kamu," ucap Ashel. Kavin hanya bergumam saja dan memeluk istrinya. Rasanya ia ingin terus terusan bermesraan bersama dengan Ashel.


Sementara itu di dalam kamar Briella, Kalingga menidurkan Ailee dengan perlahan dan lembut. Mengingat gadis itu kesakitan di bagian bokongnya.


"Nngghhh, ayang," gumam Ailee tepat di dekat telinga Kalingga.


"Murahan lo, goda gue ya?" Ucap Kalingga.


"Gak aku goda juga kamu tertarik kan sama aku? Cuma gengsi kamu aja yang di gedein, gedenya gengsi kamu ngalahin punya kamu itu," ucap Ailee. Ia membalikan tubuhnya memunggungi Lingga.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2