
ramein ya
***
Membangun kembali kepercayaan untuk seseorang yang sering mengecewakan itu memang sulit. Takut karena orang itu kembali menghancurkan kepercayaan yang sudah dibangun. Manusia terkadang memang seperti itu. Selalu berjanji bahkan memupuk janji itu sampai rasanya untuk kembali memberikan kepercayaan itu sulit sekali.
Ailee menghembuskan nafas beratnya. Moodnya kembali hancur karena telepon sialan itu. Seharusnya ia tidak mengangkatnya. Tapi jika tidak diangkat yang ada dia akan terus dihubungi.
Ailee menyimpan ponselnya di meja sebelah sofa. Ia merebahkan tubuhnya dengan kedua tangannya sebagai bantalan. Matanya menatap ke arah langit yang hujannya sudah reda. Berganti dengan bulan yang ditutupi awan hitam. Ailee masih belum mau beranjak dari sana.
Ia mengubah posisi tidurnya menjadi miring. Sebelah tangannya mengelus pelan bahu tangannya.
"Elus diri sendiri. Soalnya gak pernah ada yang ngelusin buat bisa tidur cepet. Cape begadang mulu, mana tiap malem diserang ovethinking. Lama lama gue bisa gila," gumam Ailee.
Lambat laun, gadis itu memejamkan matanya dan tertidur disana. Ailee memang selalu tertidur di balkon seperti ini. Sama halnya ketika di rumahnya. Tak jarang hampir setiap hari Magi membangunkannya untuk pindah ke kamar tidur. Namun disini tidak ada Magi ditambah orang orang disini juga pasti sudah tidur lelap. Kesempatan Ailee untuk tidur diselimuti udara dingin malam. Siapa tahu besok ia sakit.
Sementara itu di kamar Kalingga, ia masih bermain game bersama dengan abangnya, Kairav. Mereka memang diijinkan bermain sampai malam jika besoknya libur.
"Alasan lo gak suka Ailee kenapa?" Tanya Kairav tiba tiba.
"Jangan dibahas. Kesel gue kalo udah bahas soal dia," ucap Ling.
"Gue cuma mau tahu, kalo alasannya logis, gue gak bakalan combaling lo sama Ailee lagi," ucap Kairav.
"Banyak. Gue gak suka dia karena so pinter, paling merasa bahagia kadang juga kalo dia ngomong sama orang tuanya paling merasa tersakiti. Padahal mereka kerja buat dia. Gak seharusnya dia ngomong kayak gitu. Dan lagi, dia bukan tipe gue. Udah pendek, pipinya gembul, idup lagi," ucap Kalingga.
"Itu alasan lo?" Tanya Kairav.
Kalingga menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Oke kalo itu alasan lo. Yah semoga aja Ailee gak ngejar ngejar lo lagi," ucap Kairav.
"Lo mau kemana bang? Game belum selesai ini. Next ronde," ucap Kalingga.
"Gak deh. Gue ngantuk, besok mau main lagi sama adek sama Ailee juga kayaknya," ucap Kairav. Ia pun pergi dari kamar Kalingga.
Ia dekat dengan Ailee dan ia juga tahu kenapa Ailee sampai seperti itu pada orang tuanya. Kairav akui ucapan Ling itu memang ada benarnya, seharusnya Ailee tidak seperti itu. Tapi jika melihat dari posisi hidup Ailee, wajar juga jika dia seperti itu.
Anak mana yang tidak iri melihat kedua orang tuanya hadir ke acara perpisahan sekolah? Sejak Ailee TK sampai kemarin kelulusan SMP, Kai tidak pernah melihat kedua orang tua Ailee hadir. Paling paling hanya Magi saja yang datang. Bahkan tak jarang ketika ada pemanggilan orang tua, Ailee memilih tidak memberitahu Magi. Alhasil tidak ada yang datang menggantikan orang tuanya.
Sedangkan di dalam kamar si bungsu, Briella terusik dalam tidurnya. Ia mengusap usap kasur di sampingnya. Tidak ada Ailee. Terpaksa ia membuka matanya dan mencari ke sekitar kamarnya. Disana tidak ada Ailee. Kemana perginya anak itu.
Briella melirik pada jam dinding di kamarnya, sudah pukul setengah tiga dini hari.
"Kalo dia balik kan pasti ngasih tahu," gumam Briella. Ia pun beranjak dari sana untuk mencari Ailee. Sembari ponselnya menghubungi Ailee. Ia berjalan ke kamar abangnya. Tapi tidak mungkin juga anak itu disana. Sesampainya ke depan kamar Kai, ia langsung membuka pintu bercak coklat.
"Kok kesini? Ada apa?" Tanya Kairav.
"Dimana sih lo Lee," gumam Briella. Ia sudah masuk ke dalam kamarnya. Tatapannya terpaku pada pintu balkon kamarnya yang tidak tertutup rapat. Briella pun menggeser pintu itu dan menemukan Ailee tengah tertidur meringkuk di sofa yang ada di balkon.
"Anji*g lo Lee. Bangun ege! Mau sakit lo ngebo disini," ucap Briella heboh. Ia mengguncang guncangkan tubuh Ailee. Membuat gadis itu terbangun.
"Ngghh, apa sih Bri. Ganggu aja," gerutu Ailee serak.
"Pindah kamar ayo. Tubuh lo bakalan beku kalo lama lama tidur disini," ucap Briella. Ia menarik tubuh Ailee dari sana dan membawanya ke kamar.
Ailee langsung tertidur tengkurap di atas kasur. Briella meraba kulit tubuh Ailee. Sangat dingin sekali. Jika terus seperti ini yang ada Ailee akan mengalami hipotermia. Briella langsung menaikan suhu AC menjadi hangat. Ia juga mengambil selimut lagi untuk menutupi tubuh Ailee. Wajah gadis itu sangat pucat sekali. Briella kemudian memeluk Ailee dan ikut masuk ke lapisan selimut kedua.
"Lo kalo mau mati jangan gini caranya beg*! Elite dikit," rutuk Briella.
__ADS_1
"Gue denger Bri," gumam Ailee.
"Diem lo. Ngebo lagi, macem macem amat jadi manusia," ucap Briella.
"Gue percaya lo gak bakalan cepu sama siapa pun. Makasih kalo lo gak cepu ya Bri," ucap Ailee. Gadis itu berucap namun dengan keadaan mata terpejam.
Briella tidak menjawabnya. Ia memilih tidur juga. Masih malam juga, lebih baik dia tidur lagi. Lumayan kan.
***
Seperti pagi biasanya, Ashel sebagai ibu rumah tangga bangun lebih dulu dari anggota keluarganya yang lain. Ia sudah membangunkan suaminya satu jam setelah ia selesai mandi kemudian masak. Kini giliran dia membangunkan anak anaknya.
Kairav dan Kalingga sudah ia bangunkan. Giliran anak bungsunya dan sahabatnya.
Ashel masuk ke dalam kamar Briella. Ia melihat jika ada dua selimut bad cover yang melilit tubuh Ailee. Sedangkan Briella sudah tidak ada di atas kasur, sepertinya anak itu sudah bangun. Ashel berjalan mendekat ke arah Ailee. Ia melihat wajah pucat menghiasi wajah ceria seorang Ailee. Tangannya terangkat untuk meraba kening Ailee. Panas.
Apa anak ini demam? Tapi sejak kapan?
"Loh, mami," ucap Briella. Anak itu baru keluar dari dalam kamar mandi.
"Kamu sakit?" Tanya Ashel.
"Enggak mi. Briell baik baik aja," ucap Briella.
"Tapi Ailee sakit. Dia demam kayaknya," ucap Ashel membuat Briella terdiam. Semalam Ailee memintanya untuk tutup mulut.
"Iya gitu? Semalam Ailee baik baik aja kok mi," ucap Briella.
"Kalo baik baik aja, kenapa dia pake dua selimut tebal?" Tanya Ashel.
__ADS_1
Tbc.