
***
Sebagai ibu, Ashel tentunya akan memberikan pengertian pada anak gadisnya ini. Takutnya Briella salah tangkap dan berakhir salah kaprah. Yang ada nanti dia dan suaminya yang ribet sendiri. Ashel sangat menyayangi Briella, begitu pun dengan Kalingga dan Kairav. Kedua anak bujangnya itu tidak ada disini.
"Terus kenapa papi ijinin kak Ling pacaran?" Tanya Briella.
"Ada alasan sendiri sayang. Selain itu juga Kalingga akan menerima imbalannya. Kalian bertiga sudah berjanji kan tidak akan berpacaran sebelum sukses? Dan Kalingga memilih berpacaran, dengan syarat ikut bergabung ke perusahaan," ucap Kavin.
"Loh, kan abang juga gitu. Tapi abang enggak pacaran tuh pi," ucap Briella.
"Belum bukan berarti enggak. Bedanya abang kamu masih step belajar dan itu pun tidak intens. Sedangkan Kalingga, setiap malam dia harus membantu papi mengerjakan berkas berkas kantor. Kalingga belajar sekaligus langsung terjun ke lapangan," ucap Kavin.
"Kasihan kak Ling, Ailee tahu gak hal ini?" Tanya Briella.
"Enggak. Karena Kalingga memintanya untuk merahasiakannya. Dia tidak mau Ailee jadi terbebani karena rasa tidak enaknya," ucap Kavin.
"Gitu ya," ucap Briella. Kasihan juga kakaknya, tapi sudahlah. Itu pilihannya. Yang penting sahabatnya, yaitu Ailee tidak lagi ngenes karena cinta sendirian.
"Adek jangan kasih tahu Ailee. Kasihan usaha kakak kamu yang udah se-effort ini," ucap Ashel.
"Enggak mi. Briella emang sahabatan banget sama Ailee, tapi kalo demi kebaikan hubungan kakak sama Ailee, Briella akan tutup mulut," ucap Briella.
"Good girl," ucap Kavin.
__ADS_1
"Kamu sama Ailee udah sahabatan dari kalian kecil. Mami harap persahabatan kamu dan Ailee tidak berakhir seperti persahabatan mami dan tante Ayu. Mami gak mau kamu dan Ailee jadj kayak gini," ucap Ashel.
"Emangnya mami gak bisa bersikap seperti dulu lagi ke tante Ayu?" Tanya Briella.
"Kayaknya enggak sayang. Entah akan sampai kapan. Mami gak tahu, mami sakit hati karena ucapan tante Ayu. Jelas jelas yang salah itu adiknya, tapi yang jadi sasaran kakak kamu, Kalingga," ucap Ashel.
Briella, Kairav, dan Kalingga sudah tahu kisah ini meskipun Kalingga tidak mengingatnya. Wajar saja, sebab saat itu dia masih sangat kecil dan tidak mengerti apa apa. Bahkan Briella juga jadi ikut ikutan tidak menyukai, bukan tante Ayu tapi Vanesha, anaknya. Sementara Virendra, pria itu masih normal dan tidak banyak tingkah seperti adiknya. Jadi Briella masih berteman seperti biasa. Sama halnya dengan abangnya, Kairav.
"Ya semoga aja mi gak gitu. Bri gak mau, mami tahu sendiri kan apa yang sudah dilakukan Ailee di kehidupan Briella. Ailee seolah sudah memberikan kehidupan kedua pada Briella. Briella bener bener enggak bisa bayangin kalo sampe itu kejadian. Briella jadi takut mi," ucap Briella.
"Jangan takut. Masalah sudah pasti akan datang sayang. Kita manusia dan kita punya sutradara, yaitu tuhan. Jalan cerita kehidupan kita juga sudah di setting sebaik mungkin. Yang penting dalam menyikap masalah yang datang. Jangan sampai kamu dan Ailee sama sama emosi saat itu. Itu tidak baik. Lebih baik mengalah meskipun kamu benar atau pun salah," ucap Ashel menasehati anak gadisnya.
Sebagai ibu dan pernah muda juga pernah memiliki ikatan persahabatan yang luar biasa erat, Ashel juga sebenarnya ikut ikutan takut. Apalagi ia sudah menganggap Ailee sudah seperti keluarganya sendiri. Dia tahu Ailee sejak anak itu masih kecil. Sudah pasti Ashel juga menyayanginya.
"Mami bener, kadang Briella yang egois tahu mi. Ailee yang sering ngalah bahkan sebelum dia jadian sama kak Ling. Kayaknya dia emang setulus itu sahabatan sama Bri," ucap Briella.
"Ya udah mi, aku mau jalan jalan ke mini market depan. Siapa tahu ada kakak bawa Ailee. Giliran aku soalnya sama Ailee, kakak gak mau ngalah sumpah. Dia terus terusan narik Ailee waktu lagi sama Bri," ucap Briella mengadu. Karena kenyataannya memang seperti itu.
"Gak usah heran, bapaknya aja dulu gitu Bri," ucap Ashel menyindir suaminya. Namun Kavin hanya diam saja seolah tidak mendengarnya.
"Gitu ya? Ya udah dek Bri gak jadi heran. Ya udah Bri ke depan dulu ya mami, mami mau nitip?" Tanya Briella.
"Boleh, anggur hijau," ucap Ashel. Buah favorit wanita ini sejak dulu memang tidak pernah berubah. Tetap anggur.
__ADS_1
"Shine muscat gak ada mami. Kita harus ke China atau ke Korea. Baru ada, atau ke toko buah langganan mami itu. Baru ada, aneh deh," ucap Briella.
"Becanda sayang. Mami gak nitip apa apa, kamu hati hati di jalannya. Jangan petakilan," ucap Ashel.
"Bri anak kalem, masa iya petakilan. Nanti takutnya ketemu jodoh Bri disana, malu lah mi," ucap Briella.
Ashel hanya terkekeh mendengarnya. Ia pun mengijinkan anaknya pergi. Seperginya Briella, Ashel pun ijin pada suaminya jika dia ingi ke kamar untuk istirahat. Namun ternyata Kavin malah menariknya dan mendudukan istrinya di pangkuannya.
"Kalingga kayak gini gak ya ke Ailee?" Tanya Ashel.
"Lebih. Dia sering nyosor bibir gadis kecil itu, bahkan mungkin lebih. Mereka masih di apartement anak kita," ucap Kavin.
"Semoga aja dia masih dalam kendalinya. Aku gak mau kalo Ailee harus nikah muda, kasihan dia. Mana Kalingga juga masih labil. Dia belum punya apa apa," ucap Ashel.
Kavin mengernyit mendengar ucapan istrinya, "Tidak punya apa apa? Tiga unit apartement, saham pemberian opa Praja dan tabungan yang dia miliki sudah cukup sebenarnya untuk menikah muda. Lalu maksud kamu yang tidak punya apa apa itu, apa sayang?"
"Ish mas, maksud aku itu bukan harta yang dia miliki karena pemberian. Dia harus punya nama dan punya sesuatu yang bisa menopang namanya juga keluarganya nanti. Inget loh, Ailee terlahir dari keluarga Fox. Mereka pasti akan memilih calon suami terbaik untuk anak mereka," ucap Ashel.
"Yang penting nikah dulu. Aku dan Alex pernah membahasnya. Hanya saja tidak terlalu serius. Aky justru setuju mereka menikah dan jadi pengatin baru," ucap Kavin.
"Aku gak setuju!! Kalingga nafsuan kayak kamu. Aku gak jamin kalo kita gak akan lama pasti punya cucu cepat cepat," ucap Ashel.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau cucu cepat cepat. Gimana kalo kita buat anak aja? Adik buat si kembar tiga? Mereka pasti seneng loh," ucap Kavin membuat Ashel melotot seketika.
__ADS_1
"Inget ya, kita udah gak muda. Kita juga bukan pengantin baru mas."
Tbc.