Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
238. Pola Asuh Yang Berbeda


__ADS_3

***


"Tante, lepasin tangan aku. Kok tante malah biarin kak Lingga berduaan sama cewek itu sih?!"


Vanesha memberontak saat tangannya ditarik oleh Ashel untuk menjauh dari dalam kamar anaknya. Tentu saja dia tidak akan mendengarkan ucapan Vanesha yang memintanya untuk melepaskan cekalan tangannya. Sebab Ashel memang berniat untuk menyeret Vanesha menjauh dari kamar anaknya. Kini mereka berada di depan kamar Ashel dan Kavin. Ashel memang sengaja membawa Vanesha ke kamarnya, selain menghindari Ayu. Ashel juga memiliki beberapa pertanyaan untuk Vanesha.


"Menurutlah atau tante gak akan baik lagi sama kamu," ucap Ashel. Wanita itu masuk ke dalam kamarnya bersama Vanesha juga Kavin. Pria itu berdiri di ambang pintu yang tertutup sementara Ashel dan Vanesha duduk di sofa yang ada disana.


"Ada apa sih tan? Tante harusnya larang kak Lingga sama wanita itu berduaan," ucap Vanesha.


"Tante emang maminya kak Lingga, tapi kak Lingga juga punya pilihan dan punya keinginannya. Dia dan Ailee sudah berpacaran sejak dua bulan yang lalu. Wajar bukan jika mereka bersama?" Tanya Ashel.


"Gak wajar, harusnya aku yang jadi ceweknya kak Lingga. Bukan cewek gatel itu," ucap Vanesha kesal. Cewek itu duduk sembari mengangkat satu kakinya serta melipat kedua tangannya.


Dari sikapnya saja Ashel sudah bisa menilai, Vanesha memang minim kesopanan untuk orang yang lebih tua darinya. Buktinya dari cara duduknya saja saat ini. Terlihat sekali jika Vanesha memang tidak bisa menghormati orang yang lebih tua.


"Sesuka itu kamu sama anak saya?" Tanya Ashel.


"Ayolah tan, kenapa tante masih nanya kayak gitu. Kalo aku gak suka, gak mungkin aku rela turunin harga diri aku," ucap Vanesha.


Harga diri? Memangnya Vanesha punya? Rasanya Ashel patut mempertanyakan hal itu. Mengingat jika memang Vanesha memiliki harga diri, dia tidak akan mungkin mau mengirim video tak senonoh itu.


"Kamu gak kepikiran soal hubungan kamu dengan Kalingga? Kalian sodara sepupu, kalian gak bisa menikah apalagi bersama sampai kapan pun," ucap Ashel mengingatkan.


"Bodo amat tante. Apapun itu, Vanesh akan tetap melawan restu dan takdir. Sejak kapan Vanesh memikirkan hal itu? Vanesha hanya ingin kak Lingga. Hanya itu," ucap Vanesha.


"Kamu bukan cinta, tapi obsesi," ucap Ashel.


Vanesha menghela nafasnya, "Terserahlah tante. Cape ngomong sama orang yang gak ngerti perasaan aku. Tante terlalu memikirkan hubungan sodara."

__ADS_1


Ashel menghela nafasnya. Sudah tidak tahu kesopanan, minim akhlak, dan tidak tahu diri. Rasanya semuanya sudah diambil oleh Vanesha.


Sebenarnya apa yang diajarkan Ayu pada anaknya ini? Kenapa Vanesha jadi seperti ini? Jika bukan karena pola didik Ayu dan Rafello, lalu apa lagi yang bisa membuat Vanesha tumbuh jadi gadis seperti ini?


Ashel bukan bermaksud untuk menyalahkan pola asuh dan pendidikan yang diberikan oleh Ayu. Hanya saja, siapa pun sudah pasti akan memiliki pemikiran seperti ini ketika berhadapan dengan Vanesha.


"Keluar dari sini," ucap Ashel. Lebih baik mengusir Vanesha dari dalam kamarnya dari pada emosinya meninggi karena menghadapi tingkah Vanesha.


"Okay. Kenapa gak dari tadi, buang buang waktu aja. Vanesh mau ke kamar kak Lingga lagi. Tante jangan coba coba buat halangin Vanesh," ucap Vanesha sembari berjalan keluar dari dalam kamar Ashel dan Kavin.


"Tidak perlu kesana, semua keluarga sudah berkumpul dibawah. Kamu harus memberikan penjelasan atas apa yang sudah kamu lakukan," ucap Kavin.


"Penjelasan? Emang itu perlu om? Enggak kan? Yang perlu itu kak Lingga tinggal nikahin aku. Udah itu aja," ucap Vanesha.


Kavin hendak menyela lagi namun Ashel dengan cepat menahannya. Vanesha bukanlah sesuatu yang harus dilawan lagi jika bicara. Anak itu keras kepala, sampai kapan pun tidak akan pernah sadar jika dia itu salah. Dia bukan butuh manusia untuk memberitahunya jika itu semua salah. Dia membutuhkan hidayah langsung dari pencipta untuk menyadarkannya.


Sementara itu di kamar Kalingga, Ailee berusaha mengeringkan bajunya yang masih sangat basah menggunakan hair dryer yang ada di walk in closet Kalingga. Tentunya dengan ditemani Kalingga.


"Gak usah, nanti kamu malah tegang kalo berhadapan sama yang ginian," ucap Ailee. Gadis itu sudah menanggalkan blazer yang ia pakai. Untungnya blazernya tidak terlalu basah. Jadi bisa cepat kering. Berbeda denga atasan dressnya. Sangat basah, bahkan menembus ke dalamnya sampai br* yang dipakai olehnya juga basah.


"Gak papa, kan ada lo. Tanggung jawab sekalian, kasurnya juga empuk. Enak buat dipake gitu-,"


Wrrrrrr...rrrr


"Aish, apaan sih yang. Kok muka gue di semprot angin hair dryer," gerutu Kalingga kesal. Ailee memang sengaja mengarahkan hair dryer yang dipegang olehnya pada wajah Kalingga. Ia juga kesal karena Kalingga sangat mesum sekali.


"Biarin. Salah sendiri kenapa mesum banget. Otak kamu harus di cuci pake deterjen plus sabun sabun lainnya biar bersih kinclong gak mesum lagi," ucap Ailee.


"Gak mesum gak akan nikmat sayang," bisik Kalingga sembari memeluk Ailee dari arah belakang.

__ADS_1


"Tangan gue gatel pengen nangkup itu. Kok gede banget, beda waktu lo pake seragam sekolah. Gak keliatan sama sekali," ucap Kalingga pelan.


Sejak tadi pria itu memang sudah salah fokus dengan area tubuh bagian depan Ailee yang menonjol. Apalagi setelah blazer milik Ailee dilepas. Bentuknya sangat terlihat jelas dan sangat padat. Sepertinya.


"Aku gak segan segan loh buat arahin hair dryer lagi ke wajah kamu," ancam Ailee. Gadis itu menyimpan hair dryernya karena dirasa dressnya sudah mengering.


"Jahat," ucap Kalingga. Ailee tidak menggubrisnya. Gadis itu mengurai pelukan Kalingga lalu berhadapan dengan Kalingga.


"Kenapa semua keluarga kamu kumpul?" Tanya Ailee.


"Kan libur semester sayang," ucap Kalingga.


"Aku tahu. Tapi kenapa bisa serempak kayak gini? Setahu aku keluarga kamu sama om Rafello gak mungkin sama sama ke Indonesia," ucap Ailee.


Kalingga menghela nafasnya. Ailee memang sudah seharusnya tahu. Dia tidak boleh menutupinya lagi dari Ailee. Bagaimana pun Ailee harus tahu.


"Kamu masih inget video video yang kamu lihat di room chat Vanesha?" Tanya Kalingga. Ailee menganggukan kepalanya.


"Ada seseorang yang mengirim video itu ke grup keluarga. Katanya nomornya itu nomor Vanesha. Tapi Vanesha ngaku kalo dia kehilangan ponselnya. Entah mana yang benar. Jadi oma Sarah meminta semuanya berkumpul untuk membahas video itu," ucap Kalingga.


"What?"


"Tapi serius sayang. Gue gak pernah lihat video itu sama sekali. Lo sendiri juga kan yang udah hapus semua video plus blok nomornya di ponsel gue," ucap Kalingga.


"Iya, kan kamu juga lihat waktu itu. Aku cuma gak nyangka aja Vanesha segila itu ternyata."


Tbc.


__ADS_1


...BRIXY FOX...


__ADS_2