
***
Baku hantam pun terjadi saat telinganya dijil*t oleh Kalingga tadi. Ailee benar benar seperti orang yang kesetanan saat ini. Bahkan wanita itu duduk diatas perut Kalingga dan melayangkan pukulan cukup keras pada Kalingga. Kalingga sendiri mencoba menahan pukulan Ailee, namun gadis itu sangat cepat sekali saat melayangkan pukulannya. Ailee benar benar sangat marah sepertinya.
Telinga adalah salah satu titik paling sensitif yang ada pada Ailee. Selain leher dan beberapa area titik di tubuhnya, telinga adalah sesuatu hal yang sangat sensitif untuk Ailee. Dia bahkan mendes*h tadi saat Kalingga tidak hanya satu kali menjil*tnya, melainkan sampai tiga kali. Ailee tadi tidak langsung melawan sebab dia speechless dengan tindakan itu. Ini kali pertama dalam hidupnya, tentu saja dia terkejut sampai sampai terdiam dan tidak bersuara apalagi bergerak.
"Cukup, sakit," ucap Kalingga. Pria itu benar benar kewalahan dengan pukulan membabi buta yang dilayangkan oleh kekasihnya. Salahnya juga sih kenapa sampai melakukan hal itu.
Sebenarnya Kalingga melakukan itu sengaja karena ingin melihat seberapa lemahnya nafsu Ailee saat dia menjil*t titik sensitifnya. Ternyata gadis ini cukup lemah jika titik sensitifnya diserang.
"Biarin, salah sendiri ngapain kayak gitu. Ailee kesel sama kamu!" Ucap Ailee. Gadis itu sepertinya tidak akan berhenti sebelum dia puas. Sementara Kalingga sudah lelah menahan pukulan itu. Tidak terlalu sakit, namun kuku kuku gadis itulah yang membuatnya sakit. Kalingga menahan tangan gadis itu sampai membuat tangannya terluka karena cakaran yang diberikan oleh gadis itu.
"Tangan gue luka," ucap Kalingga.
Seketika pergerakan Ailee terhenti saat mendengar ucapan Kalingga. Gadis itu lantas mengambil tangan Kalingga dan mengeceknya.
"Lebay, ke gores dikit aja bilangnya luka. Rasain," ucap Ailee. Gadis itu bangkit dari atas tubuh Kalingga dan berjalan menuju dapur, meninggalkan Kalingga sendirian yang sejak tadi menahan senyumnya. Ternyata sangat menyenangkan sekali menggoda gadisnya. Apalagi sampai gadisnya marah dan berujung menangis.
Lihat saja, gadis itu pergi untuk mengalihkan emosinya. Emosi yang tertahan akibat ulahnya. Ailee memang selalu menunjukan sisi lain sikapnya yang seperti ini. Entah karena kesalnya akibat sikapnya atau sikap adiknya Briella yang memang kelewat batas.
Ailee akan menjauh sejenak untuk menenangkan dirinya juga meredakan emosinya. Bukan apa apa, dia hanya tidak mau meluapkan emosinya. Sebab jika Ailee sudah emosi, maka semuanya akan hancur, istilahnya.
Ailee orang yang tidak pernah mengekspresikan emosinya. Dia hanya diam sembari menenangkan dirinya. Selain itu juga dia sengaja diam karena jika dia berbicara saat emosi, maka dia yakin mulutnya akan jahat sekali dalam berkata kata. Karena menurutnya diam itu lebih baik.
Ailee sendiri pergi ke dapur untuk minum. Untunglah disini ada air dingin. Ailee tidak meminumnya lewat gelas, melainkan langsung dari botolnya. Kalingga tentu saja menyusulnya. Dia harus meminta maaf agar Ailee tidak marah lagi.
__ADS_1
"Jangan marah," ucap Kalingga sembari memeluk Ailee dari belakang.
Ailee tidak menjawabnya. Dia hanya sibuk melihat ke arah depan dan sesekali meminum air mineralnya. Kalingga juga masih tetap bertahan memeluk Ailee. Selain nyaman, dia juga senang menghirup lama aroma parfume vanilla itu.
Cukup lama keduanya saling diam sampai akhirnya Ailee sedikit mengurai pelukan Kalingga dan berbalik kemudian memeluk Kalingga.
"Jangan gitu lagi. Ailee gak suka, main kamu kejauhan," ucap Ailee pelan.
"Iya. Maaf," ucap Kalingga.
Benar bukan. Gadis ini memilih diam untuk meredakan emosinya baru akan kembali setelah emosinya reda. Kalingga cukup senang dengan sikap Ailee yang seperti ini. Ia mampu meredakan emosinya sendiri. Mungkin karena gadis ini selalu melakukan apapun sendirian. Jadi dia terbiasa dengan hal itu. Namun entah kenapa, beberapa kali ini Kalingga selalu terpikirkan dengan hal ini. Hal yang dimana dia ingin terlibat dalam kehidupan Ailee.
"Nyaman," gumam Ailee. Gadis itu sedikit menggerakan kepalanya sampai hidungnya bergesekan dengan dada bidang Kalingga.
"Geli sayang," bisik Kalingga.
"Yes mommy, i love you," ucap Kalingga spontan.
Jika saja tidak ada Kalingga, mungkin Ailee akan berteriak saat ini juga. Dia benar benar mendadak salah tingkah mendengar ucapan Kalingga barusan. Pria ini paling bisa membuatnya kembali luluh setelah dibuat kesal sampai marah seperti tadi.
"Why mommy?" Tanya Ailee.
"Gue suka aja sebut nama itu. Kesannya lo sexy kalo gue panggil kayak gitu," bisik Kalingga.
"Aku gak sexy, aku tepos. Dada aku aja gak gede," ucap Ailee.
__ADS_1
"Yakin? Selama ini kan kamu tutupin pake baju baju oversize. Coba pake gaun satin atau gaun lainnya yang mencetak bentuk tubuh lo, gue yakin mindset lo bakalam berubah setelah melihatnya," ucap Kalingga.
"Gak mau, lebih enakan pake baju oversize," ucap Ailee.
"Semau lo," ucap Kalingga.
Dia memang tidak pernah mempermasalahkan pakaian Ailee. Selagi itu sopan dan enak dipandang publik, kenapa tidak? Lagi pula Ailee selalu memakai apa yang menurutnya nyaman dan aman. Nyaman untuk dipakai dibadannya dan aman ketika dia keluar rumah dan bertemu orang. Bayangkan jika dia memakai pakaian sexy, sudah pasti dia akan banyak diincar dan mungkin kejahatan dan tindak kriminal akan terjadi.
"Ayo pulang," ajak Ailee.
"Gak nginep disini aja? Besok juga kita ke sekolah bareng lagi," ucap Kalingga.
Ailee sedikit mengurai pelukannya dan menatap Kalingga. "Kita gak bisa terus terusan tinggal barengan kayak gini. Status kita masih pacaran. Dan lagi, orang orang belum tahu kalo kita pacaran. Aku harap kamu mengerti."
"Kapan gue gak ngertiin lo hm? Bukannya selama ini gue selalu ngertiin lo?" Tanya Kalingga.
"Always dear. Hanya saja aku minta untuk hal itu kamu lebih mengerti. Sekarang main kita hanya sebatas pacaran, kiss and coudle. Selain itu aku gak mau, apalagi kayak tadi. Kamu tahu kan endingnya kalo aku tetep diem dan gak ngelawan kamu. Bisa bisa kita nikah muda," ucap Ailee.
"Apa salahnya? Bukannya itu sah sah saja jika kita melakukan semua prosedurnya dengan baik dan benar?" Tanya Kalingga.
"Gak ada yang salah. Nikah muda gak salah kalo kedua belah pihak sudah setuju dan siap. Sedangkan kita? Apa kamu siap menghidupi aku? Memberikan aku tempat tinggal yang layak, uang belanja, uang jajan aku, uang kuliah dan yang lainnya? Aku tahu kamu mampu secara finansial, tapi apa kamu mampu dalam hal lain? Contohnya mengalah dan tidak keras kepala? Menikah itu sulit sayang, kita harus sama sama memiliki pemikiran terbuka dan dewasa untuk menjalaninya. Belum lagi untuk saling menerima sikap masing masing. Kita memang sudah lama saling mengenal, tapi kita tidak saling tahu seperti apa sikap kita yang sebenarnya."
Tbc.
__ADS_1
Aili kospley spt mario teguh🤣🤝