Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
124. Klaim?


__ADS_3

***


Sudah berulang kali Ailee membalikan tubuhnya untuk menghindari hadapan dengan Kalingga, namun pria itu terus saja membuatnya kembali berbalik sehingga berhadapan dengannya. Ailee lelah sendiri, rasanya semua energinya habis untuk melawan kelakuan Kalingga. Ia kembali pasrah, pasrah dengan kemauan pria ini. Kalingga terdengar seperti sudah tidur. Terdengar dari dengkuran nafasnya yang sudah teratur. Sedangkan Ailee masih belum bisa tidur. Besok memang weekend, tapi bukan berarti dia harus begadang seperti ini. Entah sudah pukul berapa, Ailee tidak tahu. Setiap dia bergerak, maka dengan refleks Kalingga akan kembali menariknya.


Tadi Ailee sudah mengatakan jika dia pegal dengan posisi seperti itu. Kalingga pun membiarkannya berbalik, namun ketika Ailee berbalik Kalingga pindah posisi. Mereka kembali berhadapan.


"Tidur," titah Kalingga.


Ailee kira dia sudah tertidur lelap. Tadinya Ailee ingin pergi dari sini.


"Gak ngantuk," ucap Ailee. Dia tidak bisa menghubungi siapa pun, ponselnya direbut oleh Kalingga tadi. Bahkan Ailee tidak tahu dimana


ponselnya berada saat ini. Kalingga menyitanya, padahal jelas jelas itu ponsel milik Ailee.


"Mau gue bikin capek dulu biar lo bisa tidur?" Tanya Ling.


"Gak perlu. Gue cuma butuh pelukan cowok gue aja," ucap Ailee. Kalingga mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Ailee. Ia bahkan mengepalkan tangannya. Terlihat emosi, namun hanya Kalingga yang tahu. Ailee berada di dalam pelukannya, sudah pasti tidak akan melihatnya.


Namun, siapa pria yang dimaksud oleh Ailee? Cowok gue? Maksudnya Kalingga?


Kalingga pun memeluk tubuh Ailee. Tidak seperti tadi, pelukan yang Lingga berikan saat ini terkesan sangat lembut. Bahkan pria itu membenarkan posisi tidurnya agar Ailee nyaman berada dalam pelukannya. Kalingga juga menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.


Kalingga mengusap pelan punggung Ailee. Ia tahu ini semua salah, namun ia juga tidak bisa menolak keinginannya. Yang ia inginkan adalah seperti ini. Ailee berada dekat dengannya dan jinak seperti ini. Berbeda dengan tadi, Kalingga bahkan harus mengeluarkan tenaga untuk membuat gadis ini jinak.


"Tidur, nanti gue bangunin kalo udah gue ijinin pulang," ucap Kalingga.


"Lo cowok gue? Kenapa ngatur ngatur?" Tanya Ailee.


"Iya, gue cowok lo dan lo cewek gue. Ngerti?!"

__ADS_1


"Hah???" Ucap Ailee spontan, gadis itu bahkan mengangkat kepalanya namun dengan cepat Kalingga menariknya kembali untuk tidur.


"Tidur," ucap Ling.


Ailee mendengus kesal. Ia tidak salah dengar kan? Kalingga bilang dia cowoknya Ailee. Apa iya?


"Ling," panggil Ailee.


"Hm?"


"Kamu cowok aku?" Tanya Ailee.


"Menurut lo," ucap Ling.


"Ih Ling, yang bener dong. Kalo gitu kan Ailee gak jomblo lagi," ucap Ailee.


"Tidur," ucap Ailee.


Ailee dengan sendirinya memeluk Kalingga, padahal tadi gadis ini menolaknya. Ternyata hanya mengucapkan kata kata seperti itu saja mampu membuat Ailee luluh. Apa sedalam ini perasaan Ailee untuknya? Lalu kenapa Kalingga belum merasakannya? Ia selalu berasumsi jika ia hanya menganggap Ailee teman. Namun ketika melihat Ailee dekat dengan pria lain, dia kepanasan sendiri. Perasaan apa ini sebenarnya?


"Ailee," panggil Ling.


"Ailee."


"Brixy?"


Tidak ada jawaban apa apa. Gadis ini benar benar sudah tertidur? Cepat sekali. Padahal Kalingga ingin bermain main. Pria itu mengurai sedikit pelukannya sehingga dapat dengan jelas melihat wajah Ailee saat ini. Kalingga tersenyum tipis melihat Ailee yang sangat cepat sekali tertidur.


"Cewek nafsuan, gak tahu malu, tukang nyosor, gak bisa diem, banyak omong. Tapi gue suka dengan sikap lo yang enggak jaga image," ucap Ling.

__ADS_1


Ada alasan sendiri kenapa Ling tidak menerima Ailee dan tidak berpacaran. Selain karena perjanjiannya dengan papi dan maminya, dia juga memiliki alasan lain. Hanya dia yang tahu, karena selama ini dia selalu memendamnya sendirian. Kalingga tidak pernah menceritakannya pada siapa pun.


Kalingga mendekatkan keningnya dengan kening Ailee. Ia memejamkan matanya. Sepertinya terus menolak juga tidak akan ada akhirnya. Sebenarnya cinta itu seperti apa? Apa seperti mami dan papinya? Tapi sangat cepat sekali rasanya jika harus langsung menikah. Kalingga bahkan tidak pernah mengerti mencintai seseorang itu harus bagaimana.


"Gue nyaman sama lo, tapi gue gak bisa sama lo. Entah belum atau emang beneran gak bisa," ucap Kalingga dalam hati.


***


Beberapa jam berlalu, Ailee terbangun karena rasa lapar yang menyelimuti perutnya. Ailee cukup kesusahan tadi saat ingin melepaskan diri dari Kalingga. Pria itu menahan tubuhnya dan tidak mau melepaskannya. Hampir saja Kalingga terbangun, namun untungnya tidak. Ailee berhasil menidurkan pria itu lagi.


Ailee berjalan perlahan keluar kamar. Seingatnya Kalingga menyimpan kantong belanjaan dari mini market tadi di meja depan tv. Ternyata benar, kantong belanjaan itu ada disana. Ailee pun berjalan ke arah sofa dan duduk lalu mengambil susu kotaknya. Ia mengeluarkan dua susu kotak dan langsung menusukan pipet ke tempatnya kemudian meminum dua susu kotak itu sekaligus.


"Nikmatnya," gumam Ailee. Ia meminum dua susu kotak dengan rasa berbeda. Yang satu rasa strawberry yang satunya rasa karamel. Tentunya tidak aneh, rasa susunya tetap enak. Ailee melirik jam dinding, sudah pukuk tiga dini hari. Perasaan dia baru tertidur sebentar, tapi kenapa waktu berjalan sangat cepat sekali.


"Kayaknya gue nyaman banget dipeluk Kalingga waktu tidur. Gue bahkan nyenyak banget tadi tidur. Apa ini karena gue suka dia atau karena hal lain?" Tanyanya. Jujur saja, Ailee memang menyukai Kalingga. Dia senang berada dekat dengan Kalingga bahkan sering mengganggunya juga. Namun dengan kelakuan Kalingga kemarin, Ailee rasa mundur lebih baik. Tetapi dia masih menyimpan rasa sukanya.


"Jelas jelas tadi Kalingga bilang kalo dia cowok gue. Maksudnya apa? Maksudnya kita pacaran? Atau cuma klaim doang? Tapi gue kan bukan barang," ucap Ailee.


Membingungkan tentu saja. Ailee semakin ditarik ulur oleh Kalingga. Entah apa maunya pria itu.


"Kalo gue terus berharap kayak gini, kemungkinan besar gue bakalan kesakitan banget waktu jatuh nanti. Tapi kenapa gue gak bisa mengontrol perasaan gue buat Kalingga? Kenapa gue sulit banget buat suka sama cowok lain?"


Pertanyaan seperti itu memang sering terlintas di otaknya. Bahkan Briella juga pernah mengatakan hal yang sama. Sahabatnya itu bilang kenapa Ailee tidak mencoba menerima pria lain saja. Dari pada dia terus disakiti oleh kakaknya.


"Ya tapi masalahnya, tiap gue deket sama cowok disana ada Kalingga," erangnya.



Kalingga sebenarnya nyari yg kayak gimana lagi ya. Ini Ailee secakep ini aja malah sering disakitin. Gimana sama author yg kayak remahan peyek🥹🤝

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2