
RAMEIN WEHHHHHHHH
***
Sesuai dengan kesepakatan keduanya sejak kemarin, bahkan Kalingga kembali mengingatkannya pukul lima pagi tadi. Ailee benar benar dijemput oleh kekasihnya tepat di pukul sembilan pagi. Selama mengenal Kalingga, dia adalah pria yang paling tepat waktu. Buktinya selama pria itu berjanji akan menjemputnya di pukul tersebut, maka Kalingga benar benar datang di waktu yang ia janjikan.
Ailee mengenakan celana levis berwarna biru langit dengan dipadukan kemeja crop top lengan pendek berwarna putih tulang. Rambut berwarna coklatnya di ikat sebagian dan sebagiannya lagi dibiarkan terurai. Sedangkan Kalingga mengenakan celana levis dengan atasan kaos putih.
Kalingga menjemput Ailee menggunakan mobil, karena ia tahu cuaca di Indonesia sama panasnya dengan Boston. Dia tidak ingin kulit kekasihnya gosong akibat terbakar sinar matahari.
"Selalu aja ganteng. Emang gak bosen?" Tanya Ailee. Gadis itu memperhatikan Kalingga yang sedang fokus menyetir.
"Enggak. Settingan tuhan kan harusnya kayak gini, jadi diterima aja dengan lapang dada," ucap Kalingga.
"Lapang dada? Emang iya sih, dada kamu rata jadi lapang dada terus. Lapang kayak lapangan luas," ucap Ailee.
"Apasih Ail, gak jelas," ucap Kalingga.
Weii, Ail? Ailee tidak salah dengar kan? Kalingga menyebutnya Ail. Aih, bisa saja pria ini membuat kedua pipi Ailee bersemu merah.
"Suka banget lihat pipi ini kalo merah, apalagi merahnya karena aku," ucap Kalingga sembari mengelus pelan pipi Ailee dengan sebelah tangannya. Kalingga bisa merasakan keterkejutan pada gadisnya. Hm, sudah berpacaran cukup lama pun gadisnya tetap tidak terbiasa dengan sentuhan mendadak seperti itu.
"Apa sih Ling," ucap Ailee. Gadis itu menarik lengan Kalingga dan kembali menyimpannya pada stir mobil.
"Nyetirnya yang bener," ucap Ailee.
"Oke mommy," ucap Kalingga.
Ailee menggeram pelan. Sudahlah, semakin lama Kalingga semakin gila saja rasanya. Kenapa pria ini selalu berubah tiba tiba. Kadang menyenangkan kadang juga menyebalkan. Dasar.
Mereka berdua pun kembali terdiam, menikmati perjalanan menuju ke tempat tujuan. Namun sampai saat ini, Kalingga masih belum memberitahu Ailee kemana mereka akan pergi dan siapa yang akan mereka temui. So misterius sekali pria ini.
"Kita udah sampai," ucap Kalingga. Pria itu mematikan mesin mobil dan keluar lebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk kekasihnya. Kalingga mengulurkan tangannya yang disambut hangat oleh Ailee. Mereka berdua pun bergandengan tangan memasuki sebuah restoran? Sepertinya iya. Namun entahlah.
"Lunch?" Tanya Ailee.
"Bisa dibilang seperti itu," ucap Kalingga tersenyum. Pria itu melepaskan genggaman tangannya dan beralih memeluk pinggang Ailee. Tubuh Ailee sedikit merinding saat permukaan kulit tangan Kalingga menyentuh pinggangnya. Pasalnya dia memakai kemeja crop top, yang jelas saja jika tangan Ailee diangkat maka kemeja itu juga akan ikut terangkat.
__ADS_1
Sedangkan Kalingga, pria itu merasakannya. Meraskan jika kekasihnya ini terkejut karena ulahnya. Namun dia memilih diam seolah tidak terjadi apa apa.
"Atas nama Ethan," ucap Kalingga.
"Mari saya antar tuan," ucap pelayan resto. Kalingga dan Ailee pun mengikuti langkah kaki waiters hotel ini menuju ke satu ruangan. Sepertinya ruangan privat. Misterius sekali, memangnya siapa Ethan? Dia pria atau wanita? Ailee terus menerus bertanya tanya dalam hatinya.
"Silahkan tuan," ucap waiter itu. Kalingga pun masuk ke dalamnya sembari memeluk pinggang Ailee. Pria itu benar benar tidak mau melepaskannya sepertinya.
"Akhirnya datang juga," ucapnya. Dia seorang pria, beberapa tahun lebih tua dari Kalingga. Dia siapa?
"Dia Ethan, anak oma Ghanisa adiknya oma Sarah. Ingat oma Ghanisa? Dia yang pernah rawat kamu waktu di Boston," ucap Kalingga memperkenalkan.
"Oh, iya aku ingat," ucap Ailee.
"Cantik juga," ucap Ethan.
"Jaga mata lo," ucap Kalingga tajam. Ethan hanya terkekeh dan mempersilahkan keduanya duduk.
"Jadi, dia pacar lo?" Tanya Ethan.
"Kenapa mahluk secantik ini mau menjadi pacar dari manusia modelan kayak lo?" Ucap Ethan berpura pura keheranann.
"Hei cantik, boleh aku menjabat tangan mu? Sekalian berkenalan juga," ucap Ethan pada Ailee. Ailee terlihat ragu sembari melirik ke arah Kalingga seolah meminta ijin. Kalingga menghela nafasnya dan mengangguk.
"Ghani Ethan," ucapnya.
"Ailee Fox," ucap Ailee.
"Wow, ternyata anak orang kaya," ucap Ethan. Dia tentu saja tahu marga Fox itu siapa. Apalagi nama itu sering wara wiri di majalah dan internet. Tak jarang juga sering jadi topik pembicaraan. Ethan memang update tentang berita terkini luar negeri, karena dia juga orang luar negeri. Dia datang ke Indonesia karena paksaan Kalingga.
"Biasa saja. Yang kaya raya kedua orang tua saya dan grandpa," ucap Ailee merendah.
"Benarkah? Bukannya kamu anak tunggal? Sudah jelas bukan semua aset dan kekayaan akan turun pada siapa," ucap Ethan.
"Cukup. Berhenti bertanya, pertanyaan lo gak bermutu," ucap Kalingga. Pria itu menarik piring steak milik Ailee dan menggantinya dengan piring miliknya. Sebab steak miliknya sudah di potong potong.
"Terimakasih," ucap Ailee.
__ADS_1
"Bayarannya di mobil nanti," ucap Kalingga santai. Ailee justru yang mendengus kesal mendengarnya. Kalingga memang sangat perhitungan. Namun bukan tentang uang, namun tentang ciuman. Apapun kebaikan yang dilakukan pria itu pasti harus dibalas dengan ciuman. Rasanya bibir Ailee sudah benar benar tidak ada harganya saja.
Ethan menghela nafasnya cukup keras, "Berhenti beromantis romantisan. Gue muak lihatnya."
"Jomblo iri," ucap Kalingga. Ethan hanya mendelik sinis dan kembali pada Ailee.
"Oh ya cantik, kamu masih sekolah?" Tanya Ethan.
"Masih, dia satu kelas sama gue. Jelas?" Bukan Ailee yang menjawabnya melainkan Kalingga. Pria itu menyerobot ucapan lebih dulu.
"Lo yang sopan ya. Gini gini gue lebih tua dari lo," ucap Ethan.
"Iya tua. Tapi masih jomblo, kasihan," ucap Kalingga.
"F*ck!! Gue beneran bakalan bogem lo ya Lingga," ucap Ethan.
"Silahkan, paling paling oma Ghanisa coret lo dari kartu keluarga kalo itu kejadian," ucap Kalingga.
Ethan menggeram kesal. Namun ia tetap kembali berbicara dengan Ailee.
"Maafkan dia ya kak," ucap Ailee.
"Santai saja cantik. Ngomong ngomong, sekolah kamu seru?" Tanyanya.
"Seru, tentu saja," ucap Ailee tersenyum.
"Wah, berarti kamu punya banyak teman dong. Siapa aja?" Tanya Ethan.
"Briella, Kairav dan Kalingga," ucap Ailee. Sebenarnya masih ada anak anak SBA yang lain, namun apa iya Ailee menyebutkannya di depan Kalingga? Yang ada nanti Kalingga malah menginterogasinya.
"Hanya mereka saja? Tidak ada yang lain?" Tanya Ethan. Ailee menggelengkan kepalanya.
Ethan manggut manggut mengerti. Ia pun dan Ailee terus berbicara. Saling tanya jawab. Padahal Ailee tidak tahu tujuan Kalingga membawanya bertemu dengan Ethan. Terkadang Ailee terlalu polos.
"Kehidupan kamu kayaknya bahagia banget. Keluarga mapan, kekasih tampan, juga dikelilingi banyak orang," ucap Ethan.
Tbc.
__ADS_1