
***
"Kenapa lama banget sih kak, mami laper ini," ucap Ashel mencak mencak saat Ling baru tiba setelah satu jam lebaih lamanya pergi mencari donat kesukaan maminya.
"Yang penting dapet kali mi, ini. Udah jangan marah marah," ucap Kalingga pelan. Pria ini memang akan lemah lembut hanya pada maminya. Seorang.
"Ya tapi lama. Kamu gak akan ngerti BM-nya cewek tuh kayak gimana," ucap Ashel.
"Ya makanya mending gak udah ngerti sekalian mi. Lagian ada papi kenapa aku yang disuruh pergi beli," ucap Ling.
"Oh, jadi kamu gak ikhlas beliin mami donat ini? Iya?" Tanya Ashel.
"Enggak gitu mam-,"
"Halah, udah deh. Kamu emang ngeselin, untung ada yang suka juga sama kamu," potong Ashel. Wanita cantik yang sudah berumur itu pun duduk di sofa dekat suaminya dan memakan donat itu dengan kesal.
"Ling lama karna nolongin Ailee mi," ucap Ling.
"Hah? Nolongin? Dia kenapa emangnya?" Bukan Ashel melainkan Briella yang bertanya.
"Ketemu di jalan lagi adu otot sama cowok," ucap Ling santai. Ia mengambil gelas air.
"Kok bisa? Tapi kamu tolongin kan?" Tanya Ashel.
"Iya. Tadi dianterin juga ke rumahnya karena kasihan. Makanya lama," ucap Ling.
"Kenapa gak bilang?! Tahu gitu mami gak usah marah marah sama kamu. Kamu emang copy-an papi, suka bikin darah mami naik," ucap Ashel.
Kairav yang sejak tadi diam saling pandang dengan adiknya Briella. Mereka berdua kemudian memandang Kalingga dan Kavin. Mereka memang mirip. Lalu memandang ke arah maminya heran.
"Kenapa sih mi? Kok marah marah, jatah dari papi kurang? Kalo iya bilang. Nanti papi tambahin lagi digit uang bulanan kamu," ucap Kavin.
"Wih, tambahin juga dong uang jajan abang sama Briella," ucap Kairav.
__ADS_1
"Gue gak lo ajak?" Tanya Ling.
"Gak. Malas," ucap Kairav ketus. Sedangkan Kalingga hanya memutar bola matanya. Kenapa dia harus berada di tengah tengah antara Kairav dan Briella yang kadang kadang otaknya hilang begitu saja.
Pernah satu kali mereka membuat diri mereka malu termasuk dirinya juga malu karena berada disana waktu itu. Ditambah dengan Ailee. Sepertinya dirinya dan Ailee tertukar. Harusnya Ailee yang menjadi adik Kairav bukan dirinya.
"Tapi kak, kamu kenapa tiba tiba deket sama Ailee? Sampe sampe suka antar jemput sekolah. Setahu mami kan kamu anti banget sama dia," tanya Ashel.
"Pengen aja," jawab Ling singkat.
"Dih, kok gitu? Kalo Ailee baper gimana? Masa lo kagak tanggung jawab sih?!" Ucap Briella kesal.
"Nah itu. Jangan sampe lo angkat dia tinggi tinggj sekarang terus lo jatohin gitu aja waktu bosen," ucap Kairav.
"Sebenarnya yang jadi adik sama kakak kalian itu gue atau Ailee sih? Seakan akan gue paling salah di mata kalian," ucap Ling. Suasana di ruang keluarga rumah Kavinder berubah panas setelah Ling mengatakan hal itu. Bahkan kini baik Briella dan Kairav gelagapan sendiri.
"Enggak gitu kak, Briella cuma takut aja. Kasihan Ailee," ucap Briella.
Seharusnya mereka lebih baik diam saja kan saat Kalingga melakukan apa yang ingin dia lakukan? Toh ini semua tidak merugikan mereka. Tapi mereka berdua selalu ikut campur urusannya. Lama lama Kalingga kesal juga dengan sikap mereka. Ucapan mereka seolah selalu menempatkan diri Kalingga pada kesalahan saja. Sejak dulu, ini yang selalu Kalingga tidak sukai dari Briella dan Kairav. Tapi sebisa mungkin dia tetap menerima mereka berdua meskipun ia kadang tidak suka dengan posisinya ini.
Sementara itu di ruang keluarga, Briella terus bertanya pada papi dan maminya apa dia mengataoan hal yang salah. Raut Kalingga memang biasa saja tapi berbeda dari biasanya. Biasanya Kalingga tidak akan menanggapi ucapannya.
"Mi, gimana. Kakak marah sama adek," ucap Briella.
"Lo sih make ikut ikutan ngomong," ucap Kairav.
"Ya lo juga sama anjir," ucap Briella.
"Pi, gimana?" Tanya Briella.
"Kakak kamu cuma kecapean mungkin makanya katak gitu. Besok juga bakalan kayak biasa lagi," ucap Ashel menenangkan. Ia juga sebenarnya kepikiran dengan sikap anak keduanya yang berbeda dari biasanya. Apa mungkin karena Ailee adu otot? Rasanya tidak mungkin. Tapi melihat perubahan sikap Kalingga yang dulu dan sekarang pada Ailee membuatnya berpikir dua kali.
"Bri ke kamar kakak dulu deh. Berabe kalo orang pendiam udah marah," ucap Briella yang diangguki orang tua dan abangnya. Gadis itu berlari kecil menuju ke kamar kakaknya. Tanpa mengetuk Briella masuk begitu saja ke dalamnya. Terlihat Kalingga yang sedang tidur terlentang.
__ADS_1
"Bisa ngetuk pintu kan? Main terobos aja," sindir Kalingga.
"Biarin. Bri mau bobo sama kakak disini," ucap Briella.
"Gak. Lo kan punya kamar sendiri," ucap Kalingga. Ia masih menutup matanya.
"Gak mau, maunya disini. Kakak marah ya sama adek?" Tanya Briella. Ia memeluk tubuh kakaknya. Panggilan Briella memang selalu berubah ketika sedang membujuk kakaknya.
"Enggak. Sana pergi," usir Kalingga.
"Gak mau kak, Briella jarang banget deket sama kakak. Deketnya sama abang doang, soalnya kakak lagi deketin Ailee. Tapi bukan maksud Bri cemburu atau apa, Bri mau dukung hubungan kalian," ucap Briella.
"Kenapa lo setuju kalo gue jadian sama Ailee?" Tanya Kalingga.
"Ya jelas setuju lah kak. Secara Bri tahu dari kecil siapa Ailee, orangnya kayak gimana. Dan lagi dia juga sering bantuin Briella tanpa mikir dua kali. Dia bahkan rela terluka demi Briella," ucap Briella.
"Kak Ling inget gak waktu Briella mau di tabrak musuh bisnis papi? Ailee datang selamatin aku sampe kepala dia boncos kena batu waktu jatuh sampe sampe harus di rawat," sambungnya.
Kalingga tidak menjawab ucapan adiknya. Ia pun bangun dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Briella tersenyum dan kembali memeluk tubuh kakaknya.
"Jangan dulu pacaran sebelum lulus kuliah. Kalo udah lulus kuliah terserah, tapi jaga batasan. Harga diri perempuan itu tinggi dek," ucap Ling.
"Sayang kakak. Meskipun kayak es batu kadang kadang, tapi Briella tetep sayang. Jangan sakitin Ailee ya? Bri mohon. Ailee sahabat terbaik Briella," ucap Briella.
"Udah tidur. Jangan bacot mulu," ucap Ling.
Nah kan. Baru juga dibilang.
Sementara itu beberapa menit setelah kedua adik dan kakak itu tertidur, Ashel dan Kavin datang mengeceknya. Ia membuka sedikit celah pintu kamar Kalingga. Terlihat jika dia tidur dengan adiknya.
"Manis banget sih. Keinget zaman dulu aku mas, waktu mereka masih unyu unyu," ucap Ashel.
Tbc.
__ADS_1