
***
Senyum cerah dan lebar terus terpatri di wajah Kalingga. Namun tidak pada Ailee. Gadis itu memberengut kesal melihat ke arah kekasihnya yang sedang memeluk pinggangnya. Bahkan pria itu menyimpan kepalanya di bahu Ailee.
"Jangan gitu lagi, Ailee gak suka Lingga. Tahan nafsu kamu, masa gitu aja gak bisa," dumel Ailee.
"Gak bisa kalo gue belum milikin lo sepenuhnya," celetuk Kalingga.
"Ya kan kita belum bisa nikah, kamu ini gimana sih?! Aku masih kecil, masih SMA juga," ucap Ailee.
"Tapi dadanya gede," ucap Kalingga.
"Gak ada hubungannya!" Ucap Ailee galak.
Kalingga terkekeh pelan lalu memeluk tubuh Ailee. Tadi dia memang dengan penuh nafsu terus memagut bibir Ailee sampai bibir gadis itu sedikit terluka. Tidak sakit memang, tapi bisa dipastikan Ailee akan di interogasi mamanya. Tapi sudahlah, mau bagaimana lagi. Resiko punya pacar nafsuan memang seperti ini.
"Rasanya gue gak mau lepasin lo. Ke hotel lagi yuk? Bobo bareng lagi," Ucap Kalingga.
"Gak mau, Ailee udah lama tinggalin rumah. Lagian sore ini kayaknya Ailee mau jenguk grandma ke rumahnya," ucap Ailee.
"Grandma? Emang grandpa sama grandma pisah rumah?" Tanya Kalingga.
"Udah dari lima tahun yang lalu," ucap Ailee. Bahkan bukan hanya pisah rumah, tapi pisah alam juga. Baik Atma atau pun Ailee sama sama tidak bisa bertemu dan bertatap muka lagi dengan grandma.
"Oh," ucap Kalingga. Ailee tidak berkomentar lagi karena dia memang tidak ingin membahas hal ini. Terlalu menyakitkan untuk dikenang. Apalagi untuk diingat. Sangatlah menyakitkan.
Tak berselang lama, mobil pun sampai di area depan rumah kakek Ailee. Ailee mengelus pelan kepala Kalingga dan mengecup pelan pipi pria ini.
__ADS_1
"Udah sampe, mau sampe kapan peluknya?" Tanya Ailee.
"Sampe gue mati," ucap Kalingga.
"Ngomongnya," tegur Ailee.
"Kan bener Ail, gue gak akan lepasin lo sampe gue mati. Gue bener bener gak akan pernah lepasin lo," ucap Kalingga.
"Iya deh iya, nanti kandangin sekalian," sindir Ailee.
"Tahu aja, nanti gue kandangin di kamar. Gak boleh keluar sebelum gue puas," ucap Kalingga.
"Kamu puas Ailee tewas, puas?!" Tanya Ailee.
"Sangat," ucap Kalingga terkekeh. Pria itu mencuri kecupan di bibir Ailee.
"Inget nanti besok malam, gue mau ajak lo ketemu seseorang. Jangan lupa," ucap Kalingga mengingatkan.
Kalingga melambaikan tangannya saat melihat kekasihnya masuk ke dalam rumah besar di depannya. Dia tidak masuk dulu sebab dia harus segera pulang. Masalahnya dia tidak bilang akan pergi kemana, takutnya maminya khawatir dan malah akan semakin memperparah kesehatannya. Kalingga juga tidak berpamitan pada keluarga Ailee sebab semuanya masih beristirahat.
Kalingga pun masuk ke dalam mobilnya dan kembali bergegas ke rumah keluarganya. Di dalam mobil hanya ada keheningan. Dia sudah membuka tirai pemisah antara supir dan penumpang. Untungnya tadi kegiatannya dengan Ailee sekaligus apa yang mereka bahas tidak terdengar ke depan. Mobil ini cukup bagus, untunglah opa Faraz memberikannya pinjaman. Biasanya beliau sulit memberinya pinjaman.
Kalingga terus terdiam, tadi perasannya terus senang dan menghangat saat bersama dengan Ailee. Namun setelah tidak dengan gadis itu, perasaannya berubah. Apalagi malam ini mungkin keluarganya akan membahas hal yang terjadi. Kalingga memang telat mendengar berita itu sebab dia sedang bersama Ailee saat itu dan mengabaikan notif yang masuk. Dia bahkan mengetahui itu semua dari adiknya Briella yang datang ke kamarnya saat semuanya sudah tertidur lelap.
Waktu itu Briella menangis. Dia menangis sebab dia tidak terima kakaknya dikirimi video seperti itu oleh Vanesha.
Sejauh ini, Kalingga juga masih menyimpan perasaan tidak sukanya tentang video video itu. Bahkan Vanesha juga dengan terang terangan menyebut namanya di video itu. Selain melecehkan, video itu juga termasuk asusila. Tapi Kalingga memilih diam. Dia tidak mau terseret lebih jauh lagi.
__ADS_1
Kalingga mengarahkan pandangannya ke depan, melihat jalanan kota Jakarta yang sedikit padat namun tidak macet. Ternyata suasananya masih sama dan tidak berubah. Mungkin yang berubah hanya perasaanya untuk Ailee. Kalingga lagi lagi tersenyum saat mengingat indahnya hari yang ia lewati dengan Ailee. Kalingga benar benar menikmati karmanya kali ini. Karma karena dulu Kalingga sangat membenci Ailee namun kini dia malah bucin dengan gadis itu. Tuhan benar benar memiliki rencananya sendiri dalam setiap kehidupan manusia.
"Anda baik baik saja?" Tanya Kalingga pada supir di depan.
"Baik tuan muda, saya hanya kelelahan saja," ucap supir di depan.
"Jika memang kelelahan dan butuh istirahat, anda bisa bernego dengan opa untuk tidak masuk bekerja," ucap Kalingga.
"Tapi saya membutuhkan pekerjaan ini untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya," ucapnya.
Kalingga tidak menjawabnya lagi. Jika itu menyangkut keluarga dan kebutuhan dia tidak bisa berkomentar apa apa lagi. Biarkan saja orang tua di depan itu menuruti kemauannya. Yang penting dia sudah mengingatkan. Terlihat memang orang di depannya itu sangat pucat seperti tidak sehat. Namun dia memaksa masuk bekerja. Tahu begitu Kalingga tidak akan memintanya untuk mengantarnya. Sialnya lagi orang yang mengantarkan mobil Ailee tadi naik mobil umum karena diminta opa Faraz cepat pulang.
Kalingga memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya pada kursi mobil yang ia duduki. Ia kelelahan dan butuh tidur lagi. Namun dia sedikit terganggu dengan supir di depan yang terus batuk batuk. Apa sakitnya parah?
Kalingga membuka matanya dan berniat untuk menggantikan pria itu menyetir mobil. Namun belum juga berucap, dia malah dikejutkan dengan supir itu yang tiba tiba terkulai lemas. Tubuhnya menimpa stir di depannya.
"Pak, pak," teriak Kalingga sembari memanggil supir di depan yang terlihat sudah pingsan.
Sial!!! Dia bahkan sulit bergerak karena mobil melaju cepat. Ditambah juga stir mobil terhalang oleh supir ini. Kalingga pun bangun dari duduknya dan menggeser tubuh supir itu, namun belum juga dia memegang stir, dari arah depan muncul sebuah mobil kontainer besar yang sedang melaju ke arahnya. Tidak ada kesempatan untuknya. Ia tidak bisa menghindarinya sebab kaki supir ini terus menginjak pedal gas.
"F*CK!!!" Teriak Kalingga sembari membanting stir mobil sekaligus. Untuk sementara dia bisa menghindari mobil di depannya.
Namun ternyata hari ini dia benar benar tidak bisa menghindar dari maut meskipun berhasil dari mobil kontainer itu. Hingga...
Brakkkkk...
Mobilnya malah menambrak pembatas jalan yang ada di sampingnya. Kepulan asap langsung keluar dari arah sana. Bahkan orang orang juga belum ada yang datang menyelamatkan.
__ADS_1
Tbc.
Makin sepi, wajar akunya jarang up😀