
***
Ailee memberengut kesal, ia menatap sinis ke arah Kalingga yang sedang tersenyum lebar. Pria ini benar benar gila, bisa bisanya dia melakukan hal itu. Sebelumnya Ailee tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh Kalingga. Tapi kali ini setelah status teman berubah menjadi pacar, pria itu semakin gila dalam menunjukan kemesumannya. Ailee benar benar tidak habis pikir, kenapa bisa dia memiliki pacar semesum Kalingga.
Tadi, tubuh Ailee di kukung. Bibir wanita itu sudah tidak terelakan lagi jadi sasaran Kalingga. Bahkan lehernya juga jadi sasaran. Ada beberapa garis merah yang tercetak di leher Ailee. Sebab Kalingga sedikit menghis*pnya.
"Udah jangan cemberut gitu," ucap Kalingga. Pria itu menarik tangan Ailee namun Ailee menepisnya. Ia masih kesal dengan pria ini. Kalingga terkekeh dan menarik tangan Ailee keluar dari dalam kamarnya. Ailee terpaksa menurutinya.
Kalingga membawa gadis itu ke lantai satu. Entah kemana tepatnya dia akan membawa Ailee. Ruangan di lantai satu ini cukup banyak. Namun setelah berada di lantai satu Kalingga menariknya ke dapur. Mereka berjalan menuju ke lemari ice yang ada disana.
"Malam tadi gue ke mini market depan komplek, disana gue lihat es krim kesukaan lo. Makanya gue beli banyak sekalian, soalnya Briella suka nyomot sembarangan," ucap Kalingga dia mengambil satu bungkus es krim cone pada Ailee. Bukan seperti es krim pada umumnya yang dibungkus dan dijual jual di mini market, namun es krim cone ini terlihat seperti es krim yang baru dibeli di cafe. Bentuknya masih indah.
Es krim rasa apapun itu Ailee tetap suka. Dia memang sangat menyukai es krim, makanya saat Kalingga menunjukan es krim ini Ailee langsung menariknya dan memakannya. Kalingga tersenyum kecil melihatnya, meluluhkan amarah Ailee memang sangat mudah. Hanya dengan sogokan es krim saja sudah bisa mendapatkan kembali maaf darinya.
"Dimaafin gak?" Tanya Ling.
"Gak tahu," ucap Ailee acuh, sebab dia masih sangat menikmati es krim itu. Es krimnya enak, enak sekali malahan.
"Ya udah siniin es krimnya. Percuma lo makan es krim dari gue kalo lo gak maafin gue," ucap Kalingga. Dan merebut es krim di tangan Ailee namun Ailee dengan cepat menjauhkannya.
"Enggak. Iya, iya, aku maafin kamu. Udah awas sana, aku mau makan lagi," ucap Ailee.
"Beneran dimaafin?" Tanya Ling.
__ADS_1
"Iya sayang iya. Awas ah," ucap Ailee.
Kalingga terkekeh dan sedikit menjauh. Ingat hanya sedikit. Dia kemudian menyelipkan kedua tangannya pada pinggang Ailee dan mengangkat tubuh kecil wanita itu ke atas meja pantry. Ailee tidak memekik, sebab dia sedang fokus pada ice cream.
"Vanillanya enak, gak pahit. Manisnya juga pas, beliin lagi ya nanti," ucap Ailee cengengesan.
"Boleh, tapi ada loh es krim vanilla yang lebih enak," ucap Ling.
"Gak ada! Kamu jangab mesum ya! Atau Ailee marah lagi sama kamu. Ailee udah hafal maksud pembicaraan kamu itu kemana. Dipikir Ailee belum paham begituan? Ya udah lah," ucap Ailee.
Tentu saja dia mengetahui maksud ucapan Kalingga kemana arahnya. Sudah pasti tidak jauh jauh dari hal hal yang berbau kemesuman. Mengingat prianya ini sangat mesum, sudah pasti arah pembicaraan itu kesana. Selain itu, Ailee tahu dari beberapa novel romance yang ia baca. Tokoh pria di beberapa novel romance itu membahas hal yang sama seperti apa yang Kalingga bicarakan saat ini. Ailee sudah menebaknya, alurnya pun sama.
Kalingga sendiri hanya terkekeh pelan. Gadis ini ternyata cukup pintar juga dalam menebak apa yang akan dia bicarakan. Ah, sayang sekali. Padahal Kalingga sangat suka ketika menggoda gadis ini.
Kalingga dan Ailee kompak menoleh ke sumber suara. Disana ada Kairav berdiri dengan bersidekap dada menatap ke arah mereka berdua.
"Kenapa? Iri?" Tanya Ailee.
"Kagak lah, gue juga on the way punya pacar kali. Masa iya Kalingga doang, sorry to say," ucap Kairav. Pria itu mengambil beberapa snack dan dua botol air mineral lalu pergi begitu saja.
"Dia mau kemana?" Tanya Ailee.
"Main game. Abang kalo weekend gak pernah keluar kamar, paling paling keluar kamar buat makan sama ambil makanan. Sedangkan gue tidur, sama kayak Briella," ucap Ling.
__ADS_1
"Oo," ucap Ailee singkat. Ia kembali memakan ice cream yang di berikan Kalingga dengan anteng. Sedangkan Kalingga hanya diam, menikmati pemandangan wajah menggemaskan Ailee ketika sedang memakan es krim.
Kemarin, Kalingga meminta Ailee untuk mengajarinya soal cinta. Namun ia masih belum mengerti apa yang ia rasakan. Setiap berdekatan dengan gadis ini, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Bahkan Kalingga hanya merasakan detakan cepat ini ketika bersama dengan Ailee. Berbeda ketika dia sedang berdekatan dengan wanita lain, dia hanya merasakan hal biasa saja. Bahkan awalnya dia mengira jika dirinya ini memiliki nafsu yang lemah dan juga malah menyukai sesama jenis.
Kalingga tentu saja was was. Dia tidak mungkin menyukai sesama jenis. Dia bahkan selalu beranggapan jika lubang lebih nikmat dibandingkan dengan batang. Ia selalu mengotori pikirannya karena nafsunya yang tidak bergejolak.
Namun di kemudian hari, saat itu adiknya dan Ailee sedang berenang. Melihat adiknya yang memakai pakaian renang, dia merasa biasa saja. Namun saat melihat Ailee yang hanya menggunakan celana legging dan kaos polos hitam, seketika nafsunya memuncak. Apalagi saat melihat kaos oblong besar itu mencetak tubuh atas Ailee. Kejantannya berdiri tanpa diminta. Biasanya dia tidak akan merasakan hal secepat ini.
Dan sejak saat itulah, dia selalu melakukan kegiatan yang mampu memuaskan miliknya dengan membayangkan tubuh Ailee. Tanpa disadarinya, mungkin sejak saat itu juga perasaan di hatinya mulai menumbuh untuk Ailee. Namun Kalinga masih saja terus menyangkalnya.
"Kenapa bengong?" Tanya Ailee. Kalingga seketika terkesiap sadar. Ia menata es krim di tangan Ailee sudah tidak ada. Artinya es krim itu sudah lenyap di telan perut gadis di depannya ini. Kalingga menaikan pandangannya, dia menatap ke arah Ailee. Gadis ini terlihat sangat menggemaskan dengan wajah yang sangat baby face. Namun fokus Kalingga bukan ke arah situnya, melainkan ke arah lain yaitu bibir.
Bibir wanita ini merekah, merona merah seperti merah tomat. Apa efek dingin es bisa sampai membuat bibirnya terlihat se-sexy ini? Bibir wanita ini sangat merah namun mengkilap. Merahnya berbeda dengan merah lipstik yang sering digunakan mami dan adiknya. Warna merah ini asli bawaan bibirnya.
"Lo lagi goda gue dengan bibir lo?" Tanya Kalingga.
"Hah?"
"Bibir lo sexy banget," bisik Kalingga. Dia menundukan wajahnya dan mendekatkan bibirnya, namun...
"Udah cukup Ling!!"
Tbc.
__ADS_1
Ini kalian gak mual kan epsnya masih ailee sm ling?