
***
Setelah mendapatkan kabar tentang anaknya, Cya langsung menghubungi Alex yang kebetulan sedang pergi ke kantor milik Atmajaya. Ia meminta suaminya untuk segera menjemputnya dan segera pergi menuju ke tempat anaknya berada.
Orang tua mana yang tidak akan khawatir setelah mendengar keadaan anaknya yang tidak baik baik saja. Apalagi selama ini Cya tidak memperhatikan keadaan anaknya karena kesibukan yang ia dan suaminya buat.
Sesampainya di rumah Ashel dan Kavin, Cya dan Alex langsung dipersilahkan masuk untuk melihat keadaan anaknya. Namun ternyata anaknya masih tertidur dan ditemani oleh Kalingga dan Briella. Kalingga masih tersadar sedangkan Briella sudah terkapar karena kelelahan. Cya memastikan keadaan anaknya yang baik baik saja, setelah itu dia pun berlalu dari sana untuk membicarakan masalah ini.
"Penjagaan yang aku tugaskan ternyata benar benar tidak mempan. Bahkan mereka bisa mencelakai anak ku," ucap Alex.
"Mas, aku gak tenang kalo gini caranya. Orang yang berniat jahat sama anak kita pasti ada kaitannya dengan rekan bisnis kamu," ucap Cya.
"Apa itu mungkin? Selama ini anak kita tidak pernah mengekspos dirinya di media. Bahkan media juga tidak tahu tentang anak kita," ucap Alex.
"Bisa saja sebagian tahu mbak. Apalagi Ailee memakai marga kalian," ucap Ashel.
"Ucapan Ashel benar, banyak kemungkinan terjadi. Tapi sekarang yang aku utamakan adalah kesehatan putri kita," ucap Alex.
"Benar, lebih baik kalian menunggu sampai Ailee pulih lebih dulu. Terkait siapa yang menyerangnya di mall hari ini, aku akan membantu sebisa ku," ucap Kavin.
"Tante, Ailee udah siuman."
Atensi semua orang yang sedang berbicara pun teralih pada sumber suara. Di ujung tangga, berdiri Briella seorang diri. Dia memang sudah terbangun tadi saat Kalingga tengah memeluk Ailee. Dia pun diminta kakaknya untuk memanggil kedua orang tua Ailee. Takutnya mereka akan terus khawatir jika masih belum tahu kalau Ailee sudah sadar.
Cya dan Alex berdiri dari duduknya dan langsung berjalan ke arah Briella.
"Benarkah nak? Ailee sudah bangun?" Tanya Cya.
"Sudah tante, tapi Ailee tidur lagi. Katanya masih ngantuk, kak Lingga bilang juga di obat yang diminum Ailee ada obat tidurnya," ucap Briella.
__ADS_1
"Tidak apa apa, tante senang sekali mendengar kabar jika anak tante sudah siuman," ucap Cya.
"Tapi tante, Ailee tidurnya dipeluk kak Lingga. Tante jangan marahin mereka ya?" Ucap Briella pelan bahkan setengah berbisik pada Cya.
Cya yang mendengarnya terkekeh pelan dan mengangguk pelan.
"Biar tante dan Ashel saja yang masuk ya? Papi sama Kavin gak usah masuk, nanti aja," ucap Cya.
"Loh, kenapa?" Tanya Alex.
"Gak papa. Udah nurut aja pi, anak kita udah baik baik aja sekarang. Mending papi mulai urusin masalah penyerangannya. Gak mungkin kalo mall itu gak pinya cctv," ucap Cya.
Alex menghela nafasnya dan mengangguk pelan. Ada benarnya juga, lebih baik dia mencari tahu semuanya lebih dulu dari pada menduga duganya. Semuanya harus benar benar terbukti dulu baru dia akan bertindak.
Ini pertama kalinya terjadi pada anaknya. Sebelumnya memang akan terjadi namun tidak jadi sebab sudah di halau lebih dulu oleh anak buahnya yang ditugaskan untuk menjaga keluarganya. Entah kenapa hari ini musibah ini terjadi. Sialnya lagi penjagaan yang dilakukan anak buahnya dibuat longgar karena percaya jika di Indonesia tidak bahaya. Nyatanya sama saja.
Sementara itu di dalam kamar, Kalingga berusaha membuat kekasihnya nyaman dalam dekapannya. Sebenarnya sebelah tangannya sudah sangat pegal karena terus di tiduri oleh Ailee. Namun ia juga tidak bisa berbuat apa apa. Kalingga hanya bisa menahan pegalnya sampai akhirnya mungkin nanti akan mati rasa.
Kalingga menepuk nepuk pelan pantat Ailee agar gadis itu lebih nyaman dengan tidurnya. Gadis itu juga tidur menyamping untuk mengurangi rasa sakit di punggungnya.
Tiba tiba pintu kamar terdengar dibuka pelan. Kalingga tahu siapa yang masuk ke dalam sana, karena sebelumnya dia sudah meminta tolong pada adikmya untuk memberitahu orang tua Ailee juga maminya. Karena ia tahu para orang tua sudah khawatir tentang keadaan Ailee.
"Ssttt, kamu diem aja kayak gitu gak papa," ucap Cya pelan. Wanita itu berjalan ke samping tempat tidur dan sedikit merunduk. Wanita itu memeriksa punggung anaknya.
Dengan perlahan, Cya menyingkirkan rambut panjang anak gadisnya. Sangat pelan sekali, sebab ia tahu jika dengan gerakan kasar maka anaknya akan bangun.
"Nggghh," lenguh Ailee pelan. Gadis itu membenarkan letak tangannya kemudian membenarkan letak tidurnya. Dia tak sadar jika tubuhnya sedang sakit.
"Aarghh," ringis Ailee kesakitan. Dengan cepat Kalingga menahan tangan Ailee agar tidak meraba punggungnya.
__ADS_1
"No sayang," bisik Kalingga.
"Sakit," ucap Ailee pelan. Matanya masih terpejam, namun rasa sakit kentara sekali. Baru kali ini dia merasakan rasa sakit yang sesakit ini. Dia jiga tidak bisa tidur terlentang. Meskipun kasur dan bantalnya empuk pun tetap tidak bisa menghalau rasa sakitnya.
Cya yang menyadari Kalingga membutuhkan bantuan untuk menahan tubuh Ailee pun dengan sigap membantu. Cya membantu Ailee sedikit bangun. Kalingga sedikit bernafas lega karena tangannya bisa diangkat. Sangat mati rasa sekali.
"Tidurin disini aja tante," ucap Kalingga pelan. Pria itu menepuk area dadanya. Cya yang paham pun langsung menidurkan anaknya disana. Ailee sendiri tidak terlalu peduli dengan orang orang yang ada disekitarnya. Dia lebih fokus pada rasa sakit di punggungnya.
Ailee tidur tengkurap dengan bagian atas tubuhnya tidur diatas dada bidang Kalingga. Sedangkan bagian tubuh bawahnya tetap pada kasur.
Cya menghela nafasnya saat melihat anaknya yang sangat menempel pada Kalingga. Anaknya ini benar benar tahu sekali barang bagus.
"Shel, maafin anak aku ya? Dia nempelin anak kamu terus," ucap Cya.
Ashel terkekeh, "Mbak, Lingga ini pacarnya. Wajar saja."
"Ya tapi kan kamu lihat sendiri Shel. Anak itu, astaga," ucap Cya. Dia benar benar tidak bisa mengatakan apa apa lagi. Anaknya itu benar benar menghiraukan keadaan di sekitarnya. Dengan seenaknya anak itu memeluk Kalingga. Padahal disini ada keluarganya Kalingga.
"Santai aja tan, Ailee cuma manja sama kakak. Beda kalo sama orang luar, dia so kuat banget," ucap Briella.
Cya hanya mengangguk dan mengikuti Ashel keluar kamar ini. Briella juga ikut keluar, gadis itu memilih pergi ke kamarnya saja.
"Shel, gak papa anak aku nginep di rumah kamu malam ini?" Tanya Cya.
"Gak papa mbak. Justru aku seneng kalo ada Ailee."
Tbc.
Mode manjalita💅💅💅
__ADS_1