Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
249. Moran Nanda


__ADS_3

WEIII RAMEIN DONGG. SEPI GARA GARA JRNG UPDATE YA?!! MAAP DEH. YANG SELALU STAY DAN NUNGGUIN NEXT BAB MAKASIH BANGET YA❤️❤️❤️


***


Seorang pemuda yang sejak tadi duduk di warung tersebut terus melemparkan tatapannya pada gadis yang baru saja pergi setelah mendapatkan air mineral. Wajahnya sangat berbeda dengan orang Indonesia. Apa mungkin dia bukan orang Indo? Dari fisiknya memang bukanlah orang Indonesia asli. Namun mendengar pembicaraannya tadi, dia sepertinya cukup fasih berbahasa Indonesia.


Siapa dia? Kenapa baru kali ini dia melihat gadis itu. Apa mungkin gadis itu baru datang ke komplek perumahan ini?


"Aden, kok bengong mulu. Ini kopinya mau di isi ulang enggak?" Tanya penjual warung.


"Gak usah bi, ngomong ngomong bibi kenal gadis tadi?" Tanyanya.


"Enggak den, bibi baru hari ini lihat dia. Kayaknya dia orang baru deh," ucap penjual warung.


"Ya udah kalo gitu Nanda pulang dulu. Makasih ya bi," ucap pria itu.


"Iya aden."


Sementara itu di bagian taman yang tidak jauh dari warung tadi, Ailee duduk di sebuah kursi kayu panjang yang ada disana. Ailee mempause musik yang sedang berputar di earphonenya lalu minum air.


Keringat mengucur cukup deras di pelipis dan lehernya. Bodohnya dia tidak membawa handuk atau pun tissue. Bahkan saat tadi membeli air pun dia tidak kepikiran untuk membeli tissue. Alhasil, Ailee hanya menggunakan lengan jaketnya untuk mengusap keringat di pelipisnya.


Namun dari arah sampingnya, ada sebuah sapu tangan yang di sodorkan. Ailee melirik ke arah orang yang memberikan sapu tangan tersebut. Dia.., pria yang tadi duduk di warung kan?


"Lebih baik memakai sapu tangan ini dari pada memakai jaket anda," ucapnya tersenyum.


"Tidak perlu, terima kasih," ucap Ailee menolak halus. Hei, ini di negara orang. Jelas saja Ailee harus hati hati. Bukan bermaksud curiga dengan pria ini, Ailee hanya berjaga jaga saja. Apalagi dia tidak mengenal seperti apa orang orang disini.


"Ambil saja, saya bukan orang jahat," ucapnya.


Jika terus menolak, tidak enak hati juga. Tapi jika diterima bagaimana Ailee mengembalikannya?


"Baiklah, saya tidak memaksa lagi," ucapnya. Ailee hanya tersenyum untuk menanggapinya. Tiba tiba pria itu mengambil duduk di samping Ailee. Untungnya tidak terlalu dekat dengan Ailee.


"Jangan takut, saya bukan orang jahat. Rumah saya di depan warung tadi," ucapnya.


"Iya," ucap Ailee.


"Ngomong ngomong, anda orang baru ya disini?" Tanyanya.


"Iya, saya bukan orang Indonesia," ucap Ailee.

__ADS_1


"Bukankah terlalu kaku jika memanggil terlalu formal? Aku pikir kita seumuran. Aku Nanda," ucapnya memperkenalkan diri.


"Ailee," ucap Ailee.


"Nama yang cantik," gumam Nanda.


"Setahu ku, nama Nanda biasanya diberikan pada wanita bukan?" Tanya Ailee.


Nanda terkekeh, "Memang. Aku bahkan memarahi ayah ku karena dia memberiku nama perempuan. Namun itu hanya nama panggilan, nama asli ku lebih panjang dari itu," ucapnya.


"Oh ya?" Ucap Ailee.


"Moran Nanda Liando," ucap Nanda memperkenalkan nama panjangnya.


"Kenapa tidak dipanggil Moran atau Liando? Ando?" Tanya Ailee.


"Entahlah, keluarga dan orang orang terdekat ku memanggil ku seperti itu," ucap Nanda.


"Tapi jika kamu ingin memanggil ku Moran, itu terserah kamu," sambungnya.


Ailee hanya mengangguk saja sebagai jawabannya. Tunggu dulu, kenapa Ailee bisa cepat akrab? Bukannya tadi dia takut dekat dengan pria ini? Mungkin karena pria ini tidak terlalu memberikan tatapan intimidasi. Berbeda dengan Kalingga.


"Kamu orang luar ya?" Tanya Nanda.


"Wah, cukup jauh juga dari sini," ucap Nanda.


"Begitulah. Aku pulang untuk berlibur sekalian menjenguk grandpa," ucap Ailee.


"Siapa grandpa mu?"


"Atmajaya," ucap Ailee.


"Atmajaya? Kakek Fox?" Tanya Nanda.


"Kau mengenalnya?" Tanya Ailee.


"Tentu saja. Aku sering bermain catur dengan kakek Fox. Beliau sangat baik sekali, jadi kamu cucunya?" Tanya Nanda.


"Iya," ucap Ailee. Gadis itu melirik jam yang melingkar di tangannya. Sudah pukuk tujuh lebih bahkan sudah hampir pukul delapan. Ailee harus segera pulang. Takutnya semua orang di rumahnya mencarinya.


"Nan, aku duluan. Permisi," ucap Ailee. Gadis itu pun pergi dari sana. Meninggalkan Nanda yang tengah tersenyum menatap kepergiannya.

__ADS_1


"Jauh lebih cantik dari foto," gumam Nanda.


***


Bersiul dengan riang serta langkah kaki yang dibuat dibuat seolah sedang mengikuti irama siulannya, Moran berjalan penuh bahagia masuk ke dalam rumahnya. Selama ini, dia hanya melihat rupa gadis itu melalui foto yang dipajang di rumah kakek Fox. Tidak disangka di pagi yang cerah tadi dia malah bertemu langsung dengan gadis itu.


Cantik pada seorang wanita memang sama. Namun kecantikan pada gadis tadi memang terlihat berbeda. Tidak pernah terbayangkan jika dia akan bertemu dengan gadis itu.


Moran memang sering bertemu dan bermain catur dengan kakek Atma di waktu senggangnya. Bahkan tak jarang dalam satu hari penuh dia bermain catur dengan kakek Atma. Selain untuk menghilangkan jenuh di kala jari libur, bermaim catur juga mampu mengasah otaknya.


"Moran."


"Ayah," ucap Moran.


"Habis dari mana? Mama kamu dari tadi mencari kamu," ucapnya.


"Abis dari warung depan yah. Tahu gak disana Moran ketemu siapa?" Tanya Moran.


"Kuliah tiap hari pun tetap saja membuat otak kamu dungu! Kenapa bertanya jika kamu tahu ayah tidak tahu jawabannya," ucapnya.


"Gak asik banget jadi bapak! Moran ketemu sama gadis yang sering Moran ceritakan loh yah. Cucu dari kakek Fox," ucap Moran.


"Sudahlah Nanda. Cepat ke ruang makan. Jangan berbicara omong kosong," ucapnya.


"Yah!! Cukup memanggil ku dengan sebutan Nanda. Aku pria, panggil aku Moran," ucap Moran.


"Baiklah, mau itu Nanda atau Moran tetap sama saja. Kamu tetap anak ayah sama mama," ucapnya.


Nanda atau Moran memang selalu sensian ketika dipanggil dengan sebutan Nanda. Meskipun iya itu nama tengahnya, namun tetap saja dia tidak suka. Ayahnya sepertinya sengaja memberinya nama itu. Seolah olah sengaja agar dia terus di olok olok teman kuliahnya.


"Moran ingin menghilangkan nama Nanda yang ada dalam nama Moran," ucap Moran.


"Gak bisa," celetuk seseorang dari arah dapur. Kebetulan Moran dan ayahnya sudah berada di ruang makan.


"Ma, yang benar saja," ucap Moran.


"Berhenti membual dan mengatakan hal itu terus menerus. Nama Nanda adalah nama kesukaan mama. Mama yang meminta ayah kamu untuk menyematkan nama itu. Duduk dan segera makan, kamu harus ikut ayah kamu ke ruang kerja. Kamu sudah berjanji pada mama Moran," ucapnya tegas.


Ayolah, kenapa harus Moran pulang kesini? Kenapa tidak ke rumah kakeknya saja. Bodohnya lagi dia lupa jika hari ini dia sudah berjanji akan menuruti ucapan mama dan ayahnya. Memuakan!


Namun dibalik hari memuakan ini, dia juga mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan bertemu dengan gadis bernama Ailee fox.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2