Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
266. Makan Pagi Bersama


__ADS_3

Selalu beusaha biar ceritanya gak bosenin. tapo beneran susah, kayak udah flat aja. maap ya🥹


***


Benar benar tidak habis pikir sekali. Pantas saja sikap Vanesha seperti itu. Ternyata sifatnya tidak jauh beda dari mamanya. Sebelas dua belas.


Ailee masih tidak menyangka jika Kalingga dijebak. Jadi selama ini dia sudah salah sangka dengan kekasihnya ini? Semua yang ia pikirkan benar benar tidak sama dengan kebenarannya. Jadi selama ini, Ailee sudah tidak memiliki percaya pada Kalingga?


"Maaf," ucap Ailee.


Kalingga mengernyit mendengarnya. "Maaf kenapa sayang?"


"Maaf karena masalah yang ditimbulkan Vanesha, aku jadi kedistrack sampe aku gak percaya sama ucapan kamu. Maaf aku selalu desak kamu buat jelasin semuanya. Aku tahu, mungkin masa lalu itu berat buat kamu ceritakan. Maafin aku," ucap Ailee.


"Justru aku lega sayang, karena akhirnya kamu tahu kebenarannya. Aku harap, kamu percaya lagi sama aku," ucap Kalingga.


"Pasti," jawab Ailee.


Saling terbuka dan memiliki sikap dewasa dalam berpasangan itu memang perlu. Karena dari sikap kedewasaan itulah setiap masalah yang dihadapi sudah pasti akan menemukan titik terangnya. Tidak ada lagi salah paham apapun. Dan Ailee bersyukur karena Kalingga selalu sabar menghadapi sikapnya yang menyebalkan ini.


"Waktunya tidur. Aku janji gak akan apa apain kamu kayak biasanya," ucap Kalingga.


"Aku pegang omongan kamu," ucap Ailee.


Kalingga tersenyum dan mengangguk. Pria itu pun mencium kening kekasihnya lalu memeluk pingganganya dan keduanya pun mulai terlelap.


Tanpa keduanya sadari, sejak tadi Ashel menguping pembicaraan keduanya. Niat hati Ashel ingin masuk ke dalam kamar Kalingga untuk mengecek keadaan Ailee, namun terhenti saat mendengar perdebatan kedua manusia itu.


Ashel tahu hal ini pasti akan terjadi. Hal dimana Ailee akan menanyakan soal ini pada Kalingga. Ashel mengurungkan niatnya masuk ke dalam kamar, ia tahu keadaan tadi akan cukup canggung jika dia masuk ke dalam sana. Jadi, Ashel memutuskan untuk tidak masuk.


Ashel memutar arah dan memilih kembali ke dalam kamarnya. Entah mengapa perasaannya sedikit sakit saat mendengar penjelasan Kalingga. Perasaan yang dulu ia rasakan muncul lagi.

__ADS_1


"Loh, kok cepet banget cek keadaan Ailee?" Tanya Kavin. Pria itu tengah duduk diatas kasurnya sembari memainkan ponsel miliknya.


"Mas," panggil Ashel.


"Kenapa sayang?" Tanya Kavin aneh saat melihat mimik wajah istrinya.


"Ailee udah tahu kejadian masa lalu Kalingga yang dijebak Ayu," ucap Ashel.


"Bagus dong kalo Ailee udah tahu. Kenapa wajah kamu kayak gitu?" Tanya Kavin.


"Aku cuma gak sengaja keinget masa lalu aja, apalagi mendengar Kalingga yang menceritakannya secara detail. Rasanya aku masih tidak percaya jika sahabat ku melakukan hal itu pada anak ku," ucap Ashel.


Kavin menghela nafasnya dan menarik lengan istrinya untuk duduk dan mendekat ke arahnya.


"Sayang, semua orang akan berubah pada waktunya. Dulu, Ayu sahabat kamu. Tapi gak menutup kemungkinan dia akan berubah kapan pun itu. Aku tahu kamu kecewa dengan sikap dan perubahan sahabat mu itu. Tapi sudahlah sayang, jangan anggap dia sahabat mu lagi. Dia juga sudah melupakan persahabatan kalian kan?" Ucap Kavin.


***


Kondisi Ailee pagi ini sudah lebih baik dari sebelumnya. Sebab semalaman punggungnya ditempeli plester hangat pereda nyeri. Ashel yang memintanya untuk memakai plester itu. Ternyata sangat berfungsi, buktinya punggung Ailee sudah lebih baik dari sebelumnya. Memang masih sakit, namun tidak sesakit seperti semalam.


"Gue lagi bayangin suatu saat ini keluarag lo sama kelurga guue beneran jadi satu keluarga Lee. Udah liat beginian aja gue ngerasa seneng banget tahu gak. Rame," ucap Briella berbisik.


"Gue anak tunggal, gak punya sodara. Sepupu sih ada, lo mau sama spupu gue?" Tanya Ailee.


Briella mengernyit, "Maksud ngana apa?" Tanyanya.


"Kan tadi lo bilang seru kayaknya kalo keluarga lo sama keluarga gue jadi satu keluarga. Masalahnya gue gak punya sodara cowok, gimana caranya kita jadi satu keluarga?" Jelas Ailee.


"Gila llo, gak peka banget jadi manusia. Heran gue, giliran sama kak Lingga langsung aja konek apapun itu, kenapa giliran sama gue lo gak konek sih?" Ucap Briella kesal.


Tawa renyah Ailee mengudara. Sebenarnya dia tahu maksud ucapan Briella, Ailee sengaja pura pura tidak tahu saja, sekalian dia membuat sahabatnya ini kesal. Sudah lama juga dia tidak meembuat Briella kesal.

__ADS_1


"Pe-," ucapan Briella terhenti saat Kalingga menahan tangannya yang akan menabok punggungu Ailee.


"Punggungnya masih sakit dek," ucap Kalingga.


"Hehe, lupa kak." Briella cengengesan saat ia tidak sadar dengn rasa sakit di punggung sahabatnya ini. Memang biasanya Briella dan Ailee selalu saling tabok menabok. Mereka berdua sudah tidak heran lagi ketika sedang bercerita atau merasa kesal pasti akan saling menabok.


"Gak papa Lingga, Bri mungkin lupa kalo punggung aku lagi sakit," ucap Ailee.


"Bener, gue lupa," ucap Briella. Kalingga menggelengkan kepalanya dan meminta kedua gadis ini segera makan. Karena yang lain juga sudah makan sejak tadi.


Acara makan pagi benar benar terasa lebih nikmat, mungkin karena makan pagi kali ini berbeda dengan hari biasanya. Cya pagi pagi sekali sudah datang dengan membawa makanan untuk ia makan bersama keluarganya juga keluarga Ashel.


Pertemanan dan perkenalan Cya dan Ashel memang tidak terlalu lama. Bahkan mereka jarang bertemu karena kesibukan Cya waktu itu. Namun hal itu tidak menutup kemungkinan jika keduanya benar benar berhubungan baik.


Begitu juga dengan Kavin dan Alex. Selain rekan bisnis, mereka juga sebelumnya sudah saling mengenal karena ternyata mereka sempat satu angkatan saat SMA. Hanya saja mereka berbeda kelas dan saat kuliah juga mereka berbeda tempat, jadi tidak terlalu kenal juga. Hanya setelah mereka menjalin kerja sama saja, mereka jadi berteman.


"Ail," panggil Kavin.


"Iya om?"


"Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Kavin.


"Sudah lebih baik om. Maaf semalam Ailee tidur sama Kalingga," ucap Ailee.


"Bukannya sudah biasa? Om tidak melarang, kalian sudah besar juga. Hanya saja jaga batasan kalian. Jangan terlalu jauh," ucap Kavin.


"Iya om."


"Kami sebagai orang tua hanya bisa merestui dan menyetujui kemauan kalian selagi itu baik. Kamu dan Kalingga sekarang saling mencintai, tidak ada salahnya berpacaran," ucap Ashel menambahkan.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2