Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
114. Rooftop


__ADS_3

***


Tanpa ragu Kalingga langsung menarik tekuk Ailee dan menciumnya di hadapan Fade. Ia juga menarik pinggang Ailee dan mengalungkan lengan gadis itu ke lehernya. Mereka berciuman di depan Fade. Tidak peduli jika nanti akan ada orang yang melaporkan mereka ke guru BK. Yang jelas Kalingga sejak tadi memang ingin melakukan ini.


Sedangkan Fade langsung mengepalkan tangannya dan pergi dari sana. Ia sebenarnya ingin sekali meninju wajah dingin so cool itu, tapi ini masih kawasan sekolah. Dia tidak boleh melakukan kesalahan lagi, sebab dia sudah mendapatkan surat peringatan kedua. Iya, Fade sangat nakal sekali sehingga sekolah harus mengeluarkan surat itu. Surat yang biasa sekolah gunakan untuk menakut nakuti muridnya, namun kini surat itu malah benar benar ada.


Keadaan perpus cukup sepi. Bahkan tidak ada orang di bagian depan, mungkin hanya ada tiga sampai lima siswa saja. Itu pun mereka para kutu buku yang sibuk membaca tanpa memperhatikan sekitaran.


Ailee sendiri tentu saja terkejut saat Kalingga menarik tubuhnya dan menyatukan bibir mereka. Bibir Ailee sudah benar benar tidak perawan lagi. Dan hanya Kalingga yang memerawaninya. Jika suatu hari nanti Kalingga bukan suaminya, Ailee berjanji akan mengganggu kehidupan rumah tangganya.


"Lepas," ucap Ailee setelah bibir mereka terlepas namum Kalingga tidak melepaskan rangkulannya di pinggang Ailee.


"Masih sepi," ucap Ling.


"Gak usah mesum. Lepas," ucap Ailee. Namun Kalingga tetap lah Kalingga. Pria cool dengan sifat mesumnya hanya pada Ailee saja. Kalingga tidak mendengarkan maunya Ailee. Waktu jam kos masih lama, Kalingga pun menarik tangan Ailee untuk pergi dari sana menuju ke salah satu tempat yang berada di bangunan paling atas. Yap, rooftop.


Ailee memang sangat suka dengan pemandangan dari rooftop ini. Ia bisa melihat luasnya kora dari sini. Bahkan dia bisa melihat toko kue yang sering ia kunjungi. Benar benar Indah sekali. Namun Ailee jarang kesini, ia hanya tidak nyaman saja berada disini. Entah kenapa suasananya sangat aneh. Mungkin karena dia terlalu banyak menontom film horor jadinya parnoan.


Entah apa tujuan Kalingga membawanya kesini. Ailee bensr benar tidak tahu. Dia hanya ikut saja, padahal tadi dia masih ingin di perpustakaan untuk melihat lihat tentang universitas yang akan ia jadikan tempatnya mencari ilmu. Namun Fade datang dan mengganggunya, dan kini beralih pada Kalingga. Si pria pemaksa.


"Duduk," titah Kalingga.


"Dimana? Kan kursi dipake kamu duduk," ucap Ailee.


"Dibawah juga bisa," ucap Ling.


"Ailee sukanya diatas," ucap Ailee sedikit ambigu sampai Kalingga mengernyit mendengarnya. Maksud gadis ini apa?


"Sini," ucap Kalingga menepuk pahanya.


"Nanti kamu tegang karena Ailee duduk disitu," ucap Ailee.


"Ya tinggal s*x, ngapain ribet," ucap Ling santai.


"Mulutnya dijaga," ucap Ailee.

__ADS_1


"Sini gue bilang," ucap Kalingga. Ailee mendengus kesal, lihat kan? Seperti apa pria ini sebenarnya. Ailee sampai sampai pusing sekali mengurusinya. Namun meskipun begitu, Ailee tetap mendekat dan duduk sesuai dengan permintaan Kalingga. Tidak tanggung tanggung, Ailee duduk dengan cukup mepet pada area selangk*ngan Ling.


"Kalungin tangan lo ke leher gue," ucap Ling.


"Mau apa?" Tanya Ailee.


"Jadi mekanik. Biar dada lo makin gede," ucap Ling.


"Gak perlu, Ailee bisa rem*s sendiri," ucap Ailee. Tiba tiba Kalingga terkekeh mendengarnya. Pria itu mengalungkan tangannya pada pinggang Ailee dan memeluknya. Ailee mengernyit karena perilaku Kalingga yang cukup aneh. Ada apa dengan pria ini? Tadi di kantin pahanya di elus, di perpus bibirnya di sambar, dan sekarang tubuhnya dipeluk. Apakah ini termasuk kasus pencabulan?


"Lo suka kayak gitu?" Tanya Ling.


Ailee mengernyit tidak paham. "Maksud kamu apa?" Tanyanya.


"Rem*s area dada lo," ucap Ling.


"Sesekali. Bukan rem*s, tapu pijat," ucap Ailee.


"Biar apa kayak gitu?" Tanya Ling.


"Oh."


Kalingga kembali menenggelamkan wajahnya di area dada Ailee. Ailee tentu saja tidak terima, ia menggeser kepala Kalingga agar dia tidak bersandar disana. Namun dengan memberikan ponselnya, Ailee jadi diam.


Ailee berselancar dengan mudah di ponsel Kalingga. Bukan di sosial media karena pria ini tidak memilikinya melainkan di whatsappnya. Tidak apa apa, toh Kalingga sudah memberikannya, artinya Ailee bisa memainkannya sesuka hati kan?


"Vanesha sering spam chat ya?" Tanya Ailee.


"Hmm."


"Aku buka chatnya boleh?" Tanya Ailee.


"Hmm."


Ailee pun membuka isi room chat Kalingga dengan Vanesha. Disana, Ling tidak pernah membalaa chat Vanesha bahkan tidak pernah membukanya. Dia hanya sesekali membalasnya jika pesan yang dikirimkan Vanesha penting. Namun tunggu, Vanesha mengirimkan gambar pada Kalingga namun Kalingga tidak mendownloadnya? Ailee jadi penasaran. Dia pun mendownload semua foto yang dikirimkan Vanesha ke ponsel Kalingga. Disana juga ada satu video. Ailee tentu saja mendownloadnya.

__ADS_1


What the f*ckk!!!


Video Vanesha sedang merem*s area dadanya? Foto foto seksi dan juga tanpa atasan? Gila!!! Wanita itu benar benar gila.


"Hi kak! Buat bahan imajinasi kamu."


"Sekalian video juga. Kapan kapan, kita melakukannya ya?"


"Kak, punya ku kedutan mulu. Kayaknya pengen di elus tangan besar kamu."


Seperti itulah kira kira isi chat dari Vanesha. Pantas saja Kalingga tidak pernah membuka room chatnya, bahkan Kalingga mengarsipkannya agar tidak muncul di notifikasi. Kelakuan Vanesha benar benar gila. Kalingga kakak sepupunya hei, bagaimana bisa dia memiliki muka setebal itu ketika bertemu Kalingga?!


"Vanesha cabul banget ke kamu," ucap Ailee.


"Lo buka room chatnya?" Tanya Kalingga. Pria itu mengurai sedikit pelukannya.


Cup.


"Kan udah diijinin. Aku hapus aja deh chatnya ya? Nanti ketahuan mami kamu habis si Vanesha," ucap Ailee.


"Terserah. Gue gak pernah mau tahu isi chatnya apalagi video sama fotonya," ucap Ling.


"Terus kenapa kamu koleksi foto foto seksi aku? Dari mana dapetnya?" Tanya Ailee. Ia kini sedang menghapus foto foto Vanesha yang tersimpan otomatis di galeri. Disana juga ia melihat banyaknya foto dirinya. Seksi, namun masih dalam batas wajar. Berbeda dengan Vanesha yang tidak memakai apapun.


"Buat menuhin penyimpanan aja," ucap Kalingga asal.


"Buat menuhin penyimpanan atau buat bahan imajinasi kamu? Kamu pikir Ailee gak tahu kalo kamu sering sebut nama Ailee waktu kamu lagi di kamar mandi? Itu ngapain? Main solo?" Tanya Ailee beruntun.


"Enggak. Jangan kepedean, gue cuma nonjokin air sambil sebut nama lo," ucap Kalingga.


Ailee tersenyum miring dan memotret dirinya tengah dipeluk Kalingga. Wajah Ailee terpampang jelas di ponsel Kalingga dengan kepala Kalingga yang berada di sebelah wajah Ailee. Ailee tersenyum melihat hasil jepretannya dan mengirimkan foto itu ke ponselnya.


"Bohongnya alus banget."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2