Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
189. Produuktif Masing Masing


__ADS_3

ABSEN DULU DONGGGG💅💅💅


***


"Hari ini sampe jam berapa sama papi kamu?" Tanya Kalingga.


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Ailee. Waktu sudah pukul tujuh pagi. Tadi setelah mandi dan bersiap Ailee dan Kalingga makan lebih dulu di apartement. Kalingga memesan makanan, jadi mereka tidak perlu keluar untuk mencari makan.


Kalingga juga meminta orang rumahnya untuk mengantarkan mobilnya, sebab ia ingin membawa Ailee di mobil saja. Karena kebetulan hari ini juga Kalingga akan ke kantor mengikuti papinya. Ailee dan Kalingga sama sama akan memiliki kegiatannya masing masing.


"Gak tahu, papi gak kasih tahu spesifiknya sampe jam berapa. Entah aku juga akan ngapain disana, aku gak tahu," ucap Ailee.


"Padahal pengen banget hari ini ajak kamu jalan," ucap Kalingga.


"Nanti malem aja kalo kamu gak sibuk. Kita gak pernah keluar buat jalan bareng sekedar ngedate kan? Padahal kita udah mau hampir sebulan lebih pacaran," ucap Ailee.


"Boleh, nanti kalo gue udah selesai gue hubungin lo lagi. Semoga aja gak bentrok," ucap Kalingga.


Ailee tersenyum dan mengangguk. Bukankah lebih baik seperti ini? Kalingga dan Ailee memiliki waktu pada masing masing kegiatannya juga memiliki waktu untuk bersama. Baru jika seperti ini Ailee akan merasa benar benar memiliki kekasih. Sebab selama ini Kalingga hanya mengajaknya ke lingkup sekitaran rumahnya dan apartement. Cukup membosankan tetapi Ailee senang. Setidaknya dia dan Kalingga memiliki waktu berharga untuk bersama.


Ailee jadi teringat sebab apa papinya meminta dia datang ke kantornya. Dua hari yang lalu kakeknya menghubunginya, tentunya Ailee senang bukan kepalang. Gadis itu dengan gembira bercerita pada kakeknya jika dia sudah memiliki kekasih. Kakeknya juga tidak perlu penasaran lagi, sebab dia yakin jika cucunya yang sangat cantik itu akan bisa mendapatkan apa yang dia inginkan jika Ailee tekun dan kerja keras.


Yap, tekun. Tekun dalam mendekati Kalingga dan bekerja keras membuat Kalingga mencintainya balik. Memang bukan perkara yang bisa dikatakan mudah, sebab yanh di dekati Ailee untuk dijadikan pacar adalah pria dingin dengan sifat kulkas seribu pintu.

__ADS_1


"Kenapa bawa mobilnya lambat? Tumben banget," ucap Ailee.


"Soalnya gue masih pengen sama lo, cuma gimana. Kita punya kegiatan masing masing hari ini," ucap Kalingga.


"Gak papa, kita produktif dulu masing masing. Baru nanti malam kan ketemu lagi. Oh iya, ngomong ngomong kamu ke kantornya sama Briella sama Kairav?" Tanya Ailee.


"Sama abang aja. Adek palingan masih ngebo. Apalagi sekarang sekolah udah free, dia pasti bakalan begadang marathon drama korea sampe muntah. Baru paginya tidur sampe malem, terus malemnya begadang lagi sampe pagi. Gitu aja terus hidupnya, kayak gak ada kemajuan," ucap Kalingga.


Ailee terkekeh pelan mendengarnya. Briella memang manusia paling mager alias malas gerak yang pernah Ailee temui di dunia ini. Gadis itu tidak akan banyak membuka matanya jika tidak penting. Menurutnya tidurlah yang paling penting. Karena menurut Briella, tidur adalah salah satu self reward untuk pelajar so sibuk sepertinya. So sibuk belajar padahal hanya biasa saja. Mau heran tapi itj Briella.


"Briella masih belum terlalu dewasa untuk memikirkan masa depan. Dia hanya fokus lulus masuk kuliah di Harvard sampe lulus. Dalam kuliah itu juga dia pasti masih bingung pekerjaan apa yang akan dia lakoni," ucap Ailee.


"Lo sendiri mau kerja apa?" Tanya Kalingga.


"Bisnis. Ailee anak satu satunya, gak ada lagi selain Ailee. Sebenarnya Ailee pengen banget kayak Briella. Punya waktu banyak buat diri sendiri, belajar semaunya, gak perlu juga repot repot mikirin bisnis turun temurun keluarga. Tapi mau gimana lagi, Ailee gak punya kakak apalagi sodara yang lain. Ailee cuma menjalani hidup kayak boneka aja," ucap Ailee.


Ailee terkejut mendengarnya. Setelah menikah dengan Kalingga? Apa tidak terlalu jauh pria itu mengatakan hal itu sejak dini? Mereka baru akan lulus SMA, bahkan kuliah juga belum dimulai sama sekali. Tapi pemikiran Kalingga sudah sejauh itu. Belum lagi pria ini mengatakan tidak ingin memiliki anak? Yang benar saja.


"Padahal aku belum kepikiran sejauh itu loh Ling," ucap Ailee.


"Gak papa, biar gue aja yang berpikiran jauh. Tugas lo cuma nurut dan mau melayani gue, siang dan malam bahkan setiap gue mau. Kalo misalnya gue udah berangkat ke kantor, terus liat lock screen ponsel gue foto lo cuma pake br*, gue kan pasti horn-, nah tugas lo susulin gue ke kantor. Kita bercinta disana," ucap Kalingga.


Ingin sekali rasanya Ailee menulikan pendendengarannya. Namun bagaimana caranya, dia tidak memakai earphone atau benda sejenisnya yang bisa menutupi telinganya agar tidak mendengar hal tidak bermutu dari mulut Kalingga.

__ADS_1


"Kayaknya kamu udah bikin plan ke depannya bakalan kayak gimana. Inget loh Ling, manusia cuma bisa berencana. Selebihnya tuhan yang bertindak," ucap Ailee. Kalingga menghentikan mobilnya karena mereka sudah sampai di depan rumah Ailee.


Kalingga menarik pelan tangan Ailee agar gadis itu bangkit dan duduk di pangkuannya sebelum mereka berpisah untuk kembali bertemu nanti malam.


"Bahkan gue rela melawan takdir tuhan. Gue gak peduli siapa jodoh gue di masa depan, yang jelas cuma lo yang gue butuhkan. Cuma lo yang boleh menyandang nama belakang gue di nama belakang lo. Ailee Alister Fox, indah bukan?" Tanya Kalingga.


"Brixcya-nya gak dibawa?" Tanya Ailee.


"Kepanjangan sayang, kasihan nanti orang orang notaris urus surat surat pemindahan aset aset gue jadi nama lo," ucap Kalingga.


Blushh...


Rona merah tiba tiba saja muncul di kedua pipi Ailee tanpa diminta. Gadis itu mengatupkan bibirnya untuk tidak tersenyum karena salah tingkah mendengar ucapan Kalingga barusan. Pria ini paling bisa membuatnya salah tingkah sampai kayang.


"Cantik banget kalo merah kayak gini karena gue," ucap Kalingga. Pria itu mengelus pelan pipi Ailee sampai tangan pria itu berhenti di depan bibir Ailee yang masih mengatup.


"Gue gak jamin kalo ini gak bengkak detik ini," ucap Kalingga.


"Jangan nafsuan, aku mau ke kantor papi. Gimana kata orang kantor kalo lihat bibir aku bengkak," ucap Ailee.


"Persetan dengab mulut manusia yang hanya bisa berkomentar. Jangan peduliin mereka, mereka gak ada kontribusi apapun di hidup lo," ucap Kalingga.


"Iya Mas Lingga," ucap Ailee. Kalingga tersenyum lalu mendekatkan bibir keduanya, saling memagut sampai berakhir dengan tukar saliva. Kalingga sangat menyukai panggilan Ailer untuknya.

__ADS_1


Mas Lingga.


Tbc.


__ADS_2