
***
Rasa penyesalan pasti selalu ada di akhir. Itu sebabnya sebelum memutuskan sesuatu hendaknya harus memikirkan terlebih dahulu tentag resiko yang akan diterima disaat kita memilih hal tersebut. Sama halnya dengan Ailee. Sebut saja dia menyesal karena sikapnya terlalu frontal pada Kalingga. Entah untuk memeluk sampai mencium. Awalnya Ailee kira itu semua tidak akan berakhir seperti ini, ternyata tindakannya itu seolah menjadi boomerang untuknya.
Saat Ailee akan tertidur setelah naik ke atas ranjang rumah sakit, tiba tiba Kalingga datang dan menunjukan sebuah foto dan video di ponsel pria itu.
Ailee terpaku melihat deretan foto foto sexy-nya serta video dimana dia dengan liarnya duduk diatas pangkuan Kalingga. Bahkan di video itu terlihat mereka akan melakukan hubungan intim karena setelah Kalingga meremas bokong padat Ailee, Kalingga membanting tubuh Ailee ke atas kasur tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Setelah itu tidak ada lagi video apapun, sepertinya Kalingga sengaja memotong bagian itu.
"See? Lo gak bisa apa apa selain nurutin maunya gue," ucap Kalingga.
Ailee menghela nafasnya, tidak ada pilihan lain selain menerima kenyataannya jika memang Kalingga memiliki kartu AS-nya.
Ailee menggeser tidurnya jadi berhadapan dengan Kalingga. Sebelah tangannya naik ke atas dada bidang Kalingga kemudian mengelusnya.
"Kenapa kita gak ngelakuin hal yang lebih dari itu? Kan nanggung," ucap Ailee pelan. Tangan lentiknya mengelus pelan dada bidang Kalingga. Bahkan tangannya dengan aktif melepaskan kancing baju milik Kalingga. Tanpa menunggu persetujuan dari Kalingga, Ailee memasukan tangannya dan mengelus pelan bahkan membuat gerakan sensual disana.
"Yakin?" Tanya Kalingga.
"Yakin, tapi setelah itu jangan harap kamu bisa ketemu sama Ailee lagi," ucap Ailee. Kalingga mengernyit mendengar ucapan Ailee. Maksudnya, setelah mereka melakukan hubungan ini, Ailee akan pergi?
"Ke negara mana pun gue bakalan cari lo," ucap Kalingga. Ailee tersenyum tipis dan menidurkan kepalanya diatas dada Kalingga. Dapat ia dengar dengan jelas degupan jantung Kalingga yang terdengar sangat jelas. Apa memang sebelumnya degupan jantung Kalingga memang seperti ini?
"Jangan terlalu yakin," ucap Ailee. Ia memejamkan matanya, seolah memiliki beban yang berat tanpa diminta air matanya meluruh begitu saja. Ailee menangis diam dalam pelukan Kalingga. Pelukan ini mampu membuatnya nyaman, namun tanpa sadar pelukan ini juga mampu membuatnya menangis.
"Gue yakin, kemana pun lo pergi gue pasti bisa nemuin lo. Lo belum tahu siapa gue sebenarnya Ail," ucap Kalingga.
__ADS_1
Ailee memilih diam, tidak mau membalas ucapan Kalingga. Pikirannya sedang kacau, apalagi dengan moodnya. Biasanya jika dia seperti ini, Ailee akan memilih datang ke arena lalu balapan sekencang yang ia mau. Namun sialnya, akibat luka tabrak ia harus istirahat dulu dari balapan.
Saat akan memejamkan matanya, tiba tiba ponsel Ailee berbunyi. Ponsel itu berada di saku jaket yang dipakai oleh Ailee. Ailee pun bangun dari tidurannya namun dengan cepat Kalingga menahannya dan kembali menidurkan Ailee diatas dadanya. Ailee hanya diam dan menurut, ia pun mengeluarkan ponsel miliknya dan melihat siapa yang menelepon.
Albert.
Nama manusia yang membuat Ailee harus berdiam di rumah tanpa bisa balapan sebelum sembuh total.
"Apa?" Tanya Ailee to the point.
"Gimana kabar kamu?" Tanya Albert.
"Gak usah basa basi, kenapa lo telepon gue?" Tanya Ailee.
"Cuma mau nanya kabar kamu aja sekaligus minta maaf atas kejadian di arena kemarin. Aku gak bermaksud buat nabrak kamu, motor aku-,"
Setelah panggilan terputus, Ailee langsung menghapus daftar kontak Albert di ponselnya. Ia juga memblokirnya terlebih dahulu sebelum menghapusnya.
"Siapa?" Tanya Ling.
"Fans," ucap Ailee singkat.
"Sejak kapan lo jadi seleb?" Tanya Ling.
"Sejak di bikin mama sama papi," ucap Ailee asal. Ia memasukan ponselnya ke dalam sakunya lagi kemudian memeluk Kalingga. Sebenarnya Ailee ingin lari, namun mengingat ancaman Kalingga tadi membuat niatnya urung dan memilih diam saja disana.
__ADS_1
Perihal memeluk, sudah Ailee bilang bukan jika Kalingga adalah tempat ternyaman untuknya. Tempat dimana Ailee bisa mengistirahatkan sejenak hiruk pikuknya kehidupan. Namun kini, Kalingga adalah orang yang masuk ke daftar orang yang harus Ailee waspadai. Secinta apapun dia, Ailee tidak akan mungkin tunduk begitu saja. Ia harus memikirkan bagaimana caranya dia lepas dari pria ini.
Mencintai bukan berarti harus terus bersama dengan orang yang dicintai bukan? Kadang kala ada beberapa cinta yang memilih pergi bukan karena keinginan, tapi karena paksaan.
***
Beberapa jam berlalu, sekolah sudah dibubarkan karena memang sudah waktunya pulang. Briella dengan sangat tidak semangat harus pergi karena paksaan dan ancaman maminya. Padahal dia ingin menemani kakak sekaligus sahabatnya yang berada di rumah sakit. Namun perintah sang mami merupakan suatu kewajiban yang harus ia lakukan.
Briella sangat tidak bersemangat. Biasanya dia memiliki patner gibah terbaik. Tapi kini dia hanya sendirian. Abangnya hanya menemaninya di kantin, sisanya dia hanya diam dan scrool sosial medianya sampai mabuk. Briella bukan tidak memiliki teman lain di sekolah, hanya saja dia malas bergabung dengan beberapa circle di kelasnya. Mereka anak anak sosialita bermodalkan uang orang tua. Yang mereka bahas tidak lain dan tidak bukan adalah harta kekayaan. Briella bahkan lebih kaya dari mereka, namun ia sangat enggan memberitahukan kekanyaannya.
"Udah ayo balik, muka lo kayak apaan aja dari pagi kusut banget kayak lubang pantat," ucap Kairav.
"Emang lo tahu bentukan lubang pantat kayak gimana?" Tanya Briella.
"Keriput, sering kena air tapi gak pernah kering. Jadinya gitu," ucap Kairav terbahak. Briella mendengus kesal dan menoyor jidat abangnya yang sangat pintar ini.
"Gak guna banget otak sama mata lo di pake lihat begituan. Kayak gak ada pemandangan lain aja buat dilihat," ucap Briella.
"Ye, itu di pelajaran sains ada beg*. Gimana sih," ucap Kairav. Ia naik ke atas motornya diikuti oleh Briella.
Tuk..
Bunyi tepukan keras dilayangkan oleh Briella pada helm yang sudah dipakai oleh abangnya. Saking gemasnya Briella ingin sekali menggorok leher abangnya ini agar bisa diam dengan kalem. Tapi dia takut masuk penjara, parahnya namanya dihapus dari daftar kartu keluarga jika melakukan hal seperti itu.
"SAKIT WOI," teriak Kairav.
__ADS_1
"LEBAY LO. JALAN GAK?!" ucap Briella galak. Kairav jadi menciut setelah adiknya ini cosplay seperti singa. Jalan aman ya diam dan menurut.
Tbc.