Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
242. Tempat Calon Anak Kita


__ADS_3

***


"Jadi, soal ucapan Vanesha tadi yang dia bilang kamu harus nikahin dia, itu gak bener kan? Maksudnya kamu gak akan nikahin dia atau siapa pun?"


Kalingga menggelengkan kepalanya mantap. Lagi pula dia tidak sudi menikahi Vanesha. Selain karena dia adalah adik sepupunya, Kalingga juga tidak mencintainya. Sebab yang dia cintai adalah wanita yang saat ini sedang bersamanya.


Ailee tersenyum senang. Gadis itu pun semakin mengeratkan pelukannya pada Kalingga. Syukurlah keputusan akhir yang dia harapkan baik, benar benar berakhir baik. Tak henti hentinya Ailee terus mengucapkam terima kasih pada takdir dan pencipta.


"Can i kiss you?" Tanya Kalingga.


Ailee tersenyum lalu mengangguk pelan. Tak lama bibir keduanya pun menyatu.


Dibawah langit malam yang dipenuhi bintang, mereka jadi saksi akan cinta kedua manusia yang sedang dimabuk asmara. Selain itu, dulu kalian tahu sendiri seperti apa sikap Kalingga pada Ailee. Namun kini keadaannya berbalik.


Dilain sudut rumah ini, ada seorang gadis yang sedang mengepalkan tangannya saat melihat pemandangan dibawahnya. Dia adalah Vanesha, wanita itu sedang berdiri di balkon kamar Kalingga. Awalnya dia bermaksud mencari keberadaan pria itu di kamarnya, namun dia tidak menemukannya. Saat ia berjalan ke arah balkon, dia menemukan orang yang sedang ia cari cari. Tapi sialnya, dia juga malah melihat kemesraan antara pria yang ia sukai dengan gadis yang ia sangat benci.


"Lo gak seharusnya ada di posisi itu Ailee Fox," ucap Vanesha geram. Wanita itu mencengkram kuat pagar pembatas balkon di depannya. Sorot matanya tajam. Terpancar jelas jika di wajahnya hanya ada kebencian untuk gadis itu.


Apalagi ketika pikirannya teringat ucapan semua keluarga Natapraja yang menentang keinginannya untuk menikah dengan Kalingga. Dia tidak akan pernah melupakan hal ini. Dia pasti akan membalasnya, suatu saat nanti.


"Nafsuan, seperti biasa," ucap Ailee saat ciuman keduanya terlepas. Kalingga hanya terkekeh dan mengangkat tangannya, ibu jari tangannya mengelap sisa saliva yang ada di bibir kekasihnya.


"Manis, manis banget. Makanya gue nafsuan," ucap Kalingga.


"Bisa gak kalo sama aku jangan pake kosa kata 'lo gue'? Kesannya kayak gak akrab tahu gak? Kamu pacar aku kan?" Tanya Ailee.


"Iya sayang, aku coba," ucap Kalingga. Senyum Ailee terbit mendengarnya. Pacarnya ini penurut sekali.


"Udah malem, aku pulang ya?" Tanya Ailee.


"Nginep disini aja," ucap Kalingga.

__ADS_1


"Gak bisa sayang, nanti keluarga aku nyariin aku. Mobil jemputan aku juga lagi on the way kesini. Kamu gak usah anter aku, kamu istirahat aja. Kamu baru kecelakaan loh," ucap Ailee.


"Cuma luka dikit kok. Gak akan ngaruh apa apa," ucap Kalingga.


"Big no!! Aku gak mau kamu kenapa napa lagi. Udah cukup kejadian pagi ini. Gak boleh kamu terluka lagi. Kalk kamu terluka kayak gini, bikin aku khawatir banget tahu gak?!" Ucap Ailee galak.


"Pacar kamu lagi sakit loh, kok malah di galakin," ucap Kalingga merajuk.


"Ya abisnya kamu bandel. Kok bisa kecelakaan? Kronologinya kayak gimana? Ailee belum tahu," ucap Ailee.


Yah, karena kerusuhan yang dibuat oleh Vanesha dan mamanya, Kalingga sampai tidak memiliki waktu untuk menceritakan kronologinya pada kekasihnya ini. Iya memang, tubuhnya sedikit sakit dan pegal pegal. Mungkin karena efek obat sudah tidak ada juga.


"Pas gue pulang-,"


"Kok pake 'lo gue' lagi sih?!" Tanya Ailee memotong ucapan Kalingga.


"Iya sayang lupa," ucap Kalingga. "Pas aku pulang, aku gak tahu kalo supirnya lagi sakit. Parahnya lagi ternyata dia punya penyakit jantung. Gue- eh aku udah tawarin buat gantian nyetir. Tapi dia nolak karena dia bilang ini tugas dia. Kamu tahu, aku gak pernah maksa kalo bukan sama kamu. Ya aku biarin aja. Ternyata pas kita lagi jalan, supir itu tiba tiba pingsan dan kakinya nekan pedal gas. Tahu lah kalo pedal di tekan kuat plus setir mobil gak di pegang mobil gak akan terkendali kan? Aku udah berusaha buat singkirin orang itu, tapi sulit. Ya aku banting stir aja pas ada mobil truk di depan. Gak kebayang kalo aku cuma diem dan mobil tabrakan. Mungkin saat ini aku ada di rumah sakit," sambungnya.


"Aku gak papa, tapi kamu yang kenapa napa kayaknya. Sejak tadi aku perhatiin bahkan dari keluar kamar, kamu pegangin terus perut kamu. Kenapa?" Tanya Kalingga.


"Aku gak ngeuh waktu Vanesha tinju perut aku sebelum dia mau jedotin kepala aku ke tembok," ucap Ailee.


"Apa?!" Tanya Kalingga terkejut. Pria itu pun meraba bagian perut kekasihnya dan sedikit mengelusnya.


"Aku gak papa Lingga, palingan cuma kram doang," ucap Ailee.


"Mana bisa gak papa?! Ini akan jadi tempat calon anak aku nanti. Harus dijaga sayang," ucap Kalingga.


Ailee mengulum bibirnya ke dalam mulut. Ia ingin sekali terbahak bahak mendengar ucapan Kalingga. Tempat calon anaknya? Kalingga tidak mengigau kan?


"Masih lama Lingga. Mikirnya kejauhan," ucap Ailee. Gadis itu memegang tangan besar Kalingga yang ada di perutnya.

__ADS_1


"Kamu gak mau punya anak sama aku?" Tanya Kalingga.


"Bukan sayang. Tadi kamu kan bilang calon anak aku, bukan calon anak kita," ucap Ailee.


"Iya iya, calon anak kita," koreksi Kalingga. Pria itu terus mengelus pelan perut Ailee. Lama lama Ailee merasa sangat nyaman dengan elusan itu. Apalagi dia mendapatkan aromatherapy dari parfume yang dipakai Kalingga. Sangat menenangkan sekaligus memabukan.


"Gue sayang sama lo," bisik Kalingga. Tiba tiba Ailee menyambar bibir Kalingga dan mengecupnya.


"Salah aku kiss lagi," ucap Ailee.


"Wah, kayaknya emang harus di salah salahin biar di kiss tiap hari," celetuk Kalingga.


Agak aneh memang, seharusnya Kalingga yang mengatakan hal itu. Namun ini malah Ailee yang mengatakannya. Tidak apa apa. Lagi pula tidak ada larangan.


"Mana bisa!! Gak akan ya," ucap Ailee.


Keduanya terkekeh pelan dan terus saling memeluk. Rasanya memang sangat menenangkan sekali. Memberikan rasa aman sekaligus nyaman dengan pelukan. Baik Ailee atau pun Kalingga memang memiliki perasaan yang sama saat berduaan seperti ini.


"Aku harus pulang sayang," ucap Ailee.


"Harus banget?"


"Haruslah. Aku mau pamitan dulu sama tante Ashel sekaligus lihat kondisi beliau. Kayaknya sakitnya belum sepenuhnya sembuh," ucap Ailee.


"Perhatian banget sama calon mertua. Ya udah ayo, nanti gue anterin," ucap Kalingga.


"Jangan Lingga! Kamu harus istirahat atau aku ngambek gak mau ketemu kamu lagi," ancam Ailee.


"Ya udah, semau kamu aja," ucap Kalingga pasrah. Aolee tersenyum senang karena menang debat dengan Kalingga.


Tbc.

__ADS_1


Wuiii🫥🫥🫥🫥🫥💅


__ADS_2