Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
140. Persahabatan Ailee dan Briella


__ADS_3

***


Pintu lift terbuka, Ailee keluar lebih dulu namun dengan cepat Kalingga menariknya dan merangkulnya. Ailee hampir saja terhuyung ke belakang karena tarikan Kalingga, untungnya pria ini sigap menariknya. Ada ada saja, bagaimana jika Kalingga tidak bisa menahannya? Sudah pasti Ailee akan kesakitan, padahal dia sedang sakit. Pacarnya ini sangat kasar.


"Malu," ucap Ailee. Mereka akan menghadap kedua orang tua Kalingga, tentu saja Ailee malu karena sebelumnya hubungan Ailee dan Kalingga hanya sebatas teman. Ini terkesan sangat tiba tiba, sudah pasti jika berita ini diketahui kedua orang tua Kalingga ditambah sodara sodaranya, Ailee akan jadi bahan ejekan. Bahkan mungkin nanti Briella akan selalu malak kepadanya.


"Lo malu punya gue sebagai cowok lo?" Tuduh Ling.


"Ih, bukan gitu Ling. Maksudnya Ailee malu kalo ketahuan sekarang, kan kamu tahu sendiri sebelum jam ini kita kayak apa sebelumnya," ucap Ailee.


"Ya lo ya harusnya disalahin. Apa apa main menghindar terus menjauh. Cupu banget mau dapetin guenya," ucap Ling.


"Kok kamu marahin Ailee," ucap Ailee kesal.


"Ya kan emang lo yang salah lah," ucap Ling. Pria ini menahan senyumnya melihat raut kesal sekaligus marah Ailee yang bercampur aduk. Lucu sekali, jarang jarang Kalingga melihatnya. Mempermainkan Ailee ternyata sangat menyenangkan. Moodnya seketika naik.


"Jahat banget, baru juga beberapa menit yang lalu jadi cowok Ailee," ucap Ailee pelan. Kalingga merangkul Ailee kembali dan berbisik.


"Baperan banget ya? Sampe sampe sesuka itu sama gue. Becanda sayang, udah ayok gak usah malu. Mereka palingan anggap gue lagi tolongin lo karena lo mau balik," ucapnya.


"Gitu ya? Ya udah deh," ucap Ailee. Ia pun merangkul pinggang Kalingga dan berjalan bersama ke depan kedua orang tua pria itu untuk berpamitan.


Di ruang tengah, memang kedua orang tua Kalingga beserta kedua sodaranya sedang menonton bersama. Mereka terlihat sangat bahagia dan sangat harmonis, Ailee sedikit iri. Ia tidak pernah menonton bersama dengan kedua orang tuanya. Bahkan tidak pernah sama sekali, Ailee ingin merasakannya. Namun sepertinya semua itu hanyalah mimpi.


Angan terbesarnya tidak akan pernah terwujud sepertinya. Dia hanya bisa berangan, berangan dan terus berangan sampai sampai ia terlena dan kembali sakit hati dengan angannya sendiri.


"Mi, pi, Ling antar dia pulang dulu," ucap Ling.


"Kamu balik lagi kan nanti?" Tanya Kavin.


Kalingga mengernyit mendengar ucapan papinya. Tentu saja dia akan pulang lagi, apa iya dia akan menginap di rumah Ailee. Kan tidak.

__ADS_1


"Kenapa emangnya?" Tanya Ling.


"Ya siapa tahu kamu mau bawa calon mantu kabur lagi ke apartement. Nganterin pulang Ailee cuma alibi aja kan?" Tanya Kavin.


"Mas," peringat Ashel.


"Enggak. Ling mau pulang lagi, malam ini Lingga mau tidur sama mami sama Briella juga. Papi gak usah tidur sama mami," ucap Ling.


"Asikk," ucap Briella.


"Cih, mana bisa. Dia istri papi," ucap Kavin.


"Dia juga maminya Lingga, gak usah alesan deh pi. Apa iya gak kenyang tidur sama mami mulu? Giliran Ling lah sebagai anaknya," ucap Kalingga.


Anak dan ayah ini memang sama sama keras kepala. Bahkan Ashel selalu pusing menghadapinya. Sementara Ailee hanya tersenyum kecil, Kalingga memang selalu bertengkar dengan papinya. Ailee sudah sering melihatnya. Berbeda dengan Kairav dan Briella, Kalingga justru selalu mencari gara gara dengan papinya.


"Ailee, maafin kedua laki lakinya tante ya? Mereka emang gak se-kalem Kairav. Jadi ya gini," ucap Ashel. Wanita itu maju dan memegang tangan Ailee.


"Gak papa tante, Ailee justru senang lihat keakraban mereka. Gak semua anak bisa kayak gitu dengan orang tua mereka, Ailee seneng lihatnya. Apalagi kalo kembar tiga udah berulah, seru banget," ucap Ailee. Briella yang sedang mengunyah keripik pun terhenti, dia sudah tahu kondisi keluarga sahabatnya itu. Ia pun bangkit dan menyingkirkan kakaknya dari samping Ailee dan merangkul sahabatnya itu.


"Udah tante, makanya Ailee mau pulang. Katanya papi sama mama mau pulang malam ini, semoga aja beneran. Makanya Ailee mau pulang," ucap Ailee.


"Begitu ya. Ya sudah kamu hati hati pulangnya. Nanti Kalingga suruh pulang lagi. Jangan biarin dia kelayapan ya? Kan kamu pacarnya, dia pasti bakalan nurut sama kamu," ucap Ashel.


Ailee terkejut mendengarnya. Jadi mereka semua sudah tahu? Tapi kapan? Dan siapa yang memberitahunya? Bukannya tadi di kamar hanya ada dia dan Kalingga?


"Lihat kan? Tanpa kita kasih tahu, mereka semua akan tahu. Kan gak guna kita tutupin juga," ucap Ling.


"Ngapain di tutupin? Kan bagus kalo dunia tahu kalian akhirnya pacaran. Cinta sendirian Ailee udah berubah, semua pengorbanan dan rasa sakit Ailee terbayar tuntas malam ini," ucap Briella.


"Gimana lo tahu?" Tanya Ailee pelan.

__ADS_1


"Hehe, gue kepo tadi makanya nguping ke kamar kak Ling. Tahunya dia nembak lo. AAAAA GUE SENENG LEE, GUE SENENG. GUE PENGEN BANGET JINGKRAK JINGKRAK DARI TADI. CUMA DITAHAN SAMA BANG KAI," ucap Briella berteriak. Dia bahkan memgguncang guncangkan tubuh Ailee.


Kalingga tentu saja langsung menarik Ailee dari adiknya. Gila saja adiknya ini, Ailee sedang sakit malah dibuat syok dengan perilaku randomnya.


"Idih, posesip," ucap Briella mendengus.


"Dek," panggil Ling.


"Apa?!" Ucap Briella galak.


"Kamu nguping pembicaraan kakak sama Ailee?" Tanya Ling.


"Emang iya, kenapa? Mau marah? Marahin papi lah, dia yang suruh kepoin. Adek di bayar ya mau mau aja," ucap Briella jujur.


"Adek," peringat Kavin. Briella hanya cengengesan tidak jelas. Ia mengangkat dua jarinya membentuk tanda peace✌️ ke arah papinya.


"Katanya kalo suka nguping pembicaran orang diam diam, kupingnya bakalan gede sebelah. Hayo loh," ucap Kalingga.


"PAPIIII," teriak Briella.


"Hayo," ucap Kairav mengompori.


"ADEK NANGIS YA!!" teriaknya Briella.


"Jangan Bri, udah malem mending tidur. Enakan tidur dari pada nangis, besok kalo gue udah mendingan kita motor motoran lagi kayak waktu itu," bujuk Ailee.


"WAHHH, BOLEH. OKE BYE GUE TIDUR," ucap Briella.


Gadis bersuara toa itu pun ngibrit lari ke kamarnya meninggalkan semua orang. Ailee hanya terkekeh pelan melihatnya. Briella memang sangat gampang sekali di bujuk. Ailee sudah tidak heran lagi. Gadis itu tidak bisa naik motor, tapi bisa membawa mobil. Dia tidak diijinkan naik motor. Tentu saja saat Ailee menawarkan hal itu ia akan menyetujuinya dengan cepat.


"Ailee, jangan terlalu memanjakan dia. Kamu sering tersiksa sama anak tante itu," ucap Ashel.

__ADS_1


"Itu gak sepadan sama apa yang Briella kenalkan ke Ailee. Dengan kenal Briella, Ailee bisa meraskan seperti apa kehangatan keluarga yang sesungguhnya dari om dan tante."


Tbc.


__ADS_2