
Ramein goyssssss
***
Gemerincik air terdengar sampai membuat tidur Ailee sedikit terganggu. Gadis yang sudah tertidur beberapa jam yang lalu pun mulai membuka matanya. Ailee sedikit susah membuka matanya karena cahaya yang menyorot ke arahnya. Itu adalah cahaya lampu. Sepertinya Kalingga sengaja menyalakan lampu kamar. Entah maksudnya apa, mungkin karena Ailee selalu merasa sesak nafas saat ruangan yang ditempatinya gelap.
Ailee perlahan bangun dan duduk diatas kasur. Ia menggeliat pelan serta menguap. Ailee terlihat seperti orang bodoh saat bangun tidur. Dia hanya terdiam seperti orang yang tidak punya tujuan hidup. Lalu tak lama matanya menatap ke arah pintu berwarna putih yang ada di depannya. Gemerincik air shower terdengar, sepertinya Kalingga sedang mandi.
Soal Kalingga, Ailee benar benar takut jika pria itu benar benar mengiyakan ucapannya tadi. Meminta pria itu putus. Ailee benar benar tidak mau hal itu terjadi. Dia mengatakan hal itu karena sedang emosi sekaligus sedang ketakutan karena keberingasan pria itu. Ailee memundurkan tubuhnya dan bersandar ke bahu ranjang. Ia melipat kedua kakinya dan memeluknya sembari menaikan selimut untuk menutupi tubuhnya yang belum memakai baju. Ada seragam Kalingga sebenarnya, tapi Ailee belum ingin memakainya.
"Gue gak mau putus. Masa belum genap sebulan aja udah putus sih," gerutu Ailee.
Iya, hubungannya sebagai pasangan kekasih dengan Kalingga memang belum genap satu bulan. Ailee tentu saja tidak mau mengakhiri hubungannya dengan Kalingga. Tapi sialnya, mulutnya ini malah kebablasan.
"Semoga aja Kalingga gak berubah gara gara gue ngomong itu tadi," ucap Ailee pelan. Gadis itu menurunkan selimut yang menutupi tubuhnya dan memakai seragam Kalingga, entah dimana keberadaan seragamnya. Disini tidak ada.
Ailee memakainya cepat dan refleks mengangkat wajahnya saat Kalingga keluar dari dalam kamar mandi. Pria itu menggunakan celana pendek dan kaos berwarna hitam, senada dengan celana pendek yang dipakai oleh pria ini.
"L-li-ng," ucap Ailee terbata. Entah kenapa lidahnya terasa tiba tiba kelu saat melihat pria ini. Ia masih takut dengan sikap Kalingga yang akan berubah karena ulahnya sendiri tadi.
Sedangkan Kalingga hanya meliriknya sekilas dan berjalan ke depan cermin sembari mengambil sisir. Ia harus menyisir rambutnya yang setengah basah, sebab Kalingga hanya mengeringkan rambutnya dengan handuk saja.
Ailee berjalan ke arah Kalingga dan meraih sisir itu lalu meminta Kalingga duduk. Namun Kalingga tidak menurutinya. Pria itu berbalik dari sana namun dengan cepat Ailee menahannya dan naik ke atas single sofa yang berada di sana.
"Mas jangan balik gitu aja. Aku sisirin dulu rambutnya, mau di keringin juga?" Tanya Ailee.
"Gak perlu," ucap Kalingga singkat. Ailee sedikit terdiam, namun tetap memaksa Kalingga untuk tetap diam dan kembali menyisir rambut laki laki ini.
__ADS_1
"Mas, marah?" Tanya Ailee.
"Mas? Gue bukan cowok lo kan? Lo sendiri yang minta putus beberapa jam yang lalu," ucap Kalingga.
"Iya aku tahu salah ngomong kayak gitu. Aku kelepasan, aku takut kamu tadi," ucap Ailee.
"Bullshit. Beresin barang lo, gue anter lo pulang," ucap Kalingga.
"Mas," ucap Ailee purau.
Benar benar parah. Tindakan bodohnya ini benar benar membuat semuanya fatal. Kalingga benar benar menganggap ucapannya beberapa jam yang lalu. Ailee benar benar sudah tidak bisa menolong nasibnya sendiri. Nasib hubungannya yang baru terjalin beberapa hari yang lalu sudah benar benar kandas.
"Cepet," ucap Kalingga. Pria itu memakai hoddue miliknya dan berjalan keluar. Ailee sendiri hanya bisa berjalan lemas dan mengikuti langkah kaki Kalingga keluar dari unit apartement ini.
Ailee menundukan kepalanya. Matanya menatap ke bawah, disana hanya ada ubin lantai yang dingin. Ailee benar benar sudah putus harapan. Karena Kalingga sudah tidak mau lagi dengannya. Pria itu benar benar menganggap jika apa yang dia katakan tadi itu benar benar sungguhan. Padahal dia tidak benar benar dalam mengucapkan kata putus. Dia mengatakan itu agar Kalingga berhenti bertindak tadi. Tapi ternyata apa yang dikatakannya salah.
Duk..
"Awshh," ringis Ailee saat jidatnya bertubrukan dengan benda keras. Gadis itu pun mengadahkan kepalanya menatap ke arah depannya. Disana ada Kalingga yang sudah berhadapan dengannya.
"Sakit," ucap Ailee pelan. Namun Kalingga hanya menaikan sebelas alisnya.
"Lo gak perlu manja, lo kan minta putus," ucap Kalingga.
"Enggak gitu maksudnya mas. Please, aku gak mau putus," ucap Ailee merengek. Dia bahkan memasukan kedua tangannya pada saku hoddie milik Kalingga. Sengaja membuat wajah dan suara seimut mungkin agar Kalingga tidak mengiyakan ucapannya tadi.
Namun Kalingga seolah tidak tersentuh. Pria itu terus menatap datar ke arah Ailee. Ailee tidak suka dengan tatapan itu. Tapi ia tidak bisa meminta Kalingga untuk menatapnya biasa, pria ini sudah tidak bisa diajak berkompromi saat ini. Mungkin akibat ucapan Ailee tadi.
__ADS_1
"Gak usah so imut, gue gak akan lupa sama ucapan lo tadi. Lo sendiri yang minta kan? Jadi ya udah," ucap Kalingga.
Ailee semakin mengerang tidak suka. Ia tidak mau berpisah dengan Kalingga. Akan sangat canggung sekali rasanya nanti. Mereka tidak akan seperti biasa lagi.
"Gak mau mas, pokoknya gak mau," ucap Ailee.
Sekarang dia tahu rasanya kena batunya. Iya, Ailee kan batunya sendiri karena mengatakan hal itu. Mengatakan kata terlarang yang seharusnya tidak ia katakan. Tolonglah, siapa pun. Tolong Ailee. Ailee tidak mau putus.
"Mas, aku harus apa biar kamu gak mikirin lagi kata kata tadi. Aku bingung, gak mau putus sama kamu," ucap Ailee.
"Gue cuma minta lepasin tangan lo dari saku hoddie gue. Gue mau pulang," ucap Kalingga.
Ailee melengkungkan bibirnya ke bawah. Matanya berkaca kaca. Ia pun langsung melepaskan tangannya dari dalam saku hoddie itu dan memeluk Kalingga. Ia menangis sembari memeluk prianya. Iya, Ailee bahkan selalu menganggap Kalingga sebagai prianya sebab dia tidak pernah sudi untuk putus.
Sedangkan Kalingga hanya diam. Dia tidak membalas ucapan Ailee bahkan tidak membalas pelukan gadis itu.
"Bibir aku sakit tahu, gak tahu kenapa. Tapi yang lebih sakit hati aku, aku gak mau pisah sama kamu. Maafin aku mas," ucap Ailee.
"Lepas Ailee. Gue mau pulang," ucap Kalingga.
"Enggak sebelum kamu bilang kalo kita masih pacaran. Aku tahu aku salah karena bilang kata kata itu. Aku minta maaf Ling. Aku gak mau putus sama kamu," ucap Ailee.
Kalingga menghela nafasnya dan paksa melepaskan pelukan Ailee. Tentu saja tidak kasar karena ia tidak mau menyakiti Ailee.
"Terserah apa yang lo ucapkan, karena semua itu gak akan merubah apa yang udah lo ucapkan tadi," putus Kalingga.
Tbc.
__ADS_1