Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
217. Dia Lagi


__ADS_3

***


Sepertinya langsung pulang bukanlah jadi pilihan Kalingga. Pria itu justru malah membawa Ailee pergi ke suatu tempat. Tempat yang cukup damai namun sedikit ngeri juga. Menurut Ailee.


Bagaimana tidak, dia dibawa berjalan jalan di sekitaran pinggir jalan yang melewati atas danau buatan yang cukup luas. Ailee ngeri karena takut ada hal hal yang tidak diinginkan terjadi. Namun Kalingga meyakinkannya jika itu semua hanyalah pikiran Ailee saja yang terlalu over. Disini banyak orang berlalu lalang juga, menikmati malam indah bersama pasangan mereka masing masing.


Ailee berjalan menyusuri pinggiran jalan sembari memeluk tangan Kalingga. Rasanya cukup dingin juga. Seharusnya dia memang pulang, namun Kalingga mengajaknya kesini dulu. Ya sudah, Ailee turuti saja. Dari pada pria ini uring uringan lagi kan? Yang pusing Ailee juga.


"Besok lo ikut keluarga gue aja pulang ke Indonesia," ucap Kalingga.


"Kan Ailee udah bilang sama kamu, Ailee bareng keluarga Ailee. Nanti kita ketemu aja di bandara," ucap Ailee.


Keduanya memang sudah membahas hal ini. Besok adalah hari dimana mereka akan meninggalkan Boston untuk beberapa waktu. Sejak masuk semester, Ailee memang sudah merencanakan akan liburan ke Indonesia. Selain berkunjung ke tanah kelahirannya, dia juga ingin bertemu dengan kakeknya. Sudah lama dia tidak bertemu dengan orang yang paling dia sayangi. Bahkan dia lwbih menyayangi kakeknya dibandingkan dengan nyawanya sendiri.


"Emang gak bisa ya pulang sama gue ke Indonesianya? Kan tujuan kita sama sama Indonesia," ucap Kalingga.


"Aku tahu, tapi aku juga punya pilihan mas Ling. Kamu tahu kan, selama ini seperti apa hubungan aku dengan kedua orang tua ku? Ini mungkin jadi perjalanan pertama aku berlibur dengan mereka berdua. Selama ini, aku hanya berangkat dan pulang sendirian ke Indonesia. Kadang kadang di jemput kakek juga. Aku benar benar ingin merasakan momen pertama kali liburan dengan kedua orang tua ku," ucap Ailee.


Memangnya anak mana yang tidak mau menghabiskan waktu libur sekolah dengan kedua orang tuanya? Tentu saja Ailee juga mau. Hanya saja dia kurang beruntung selama beberapa tahun ini. Setiap tahun, selain pulang ke Indonesia dia akan kemana lagi. Mungkin iya, beberapa kali dia diajak kakeknya berlibur ke negara lain, contohnya Tokyo dan Korea. Namun hanya berdua saja. Tidak ada Alex atau pun Cya. Kedua orang itu masih tetap sibuk berkutat dengan berkas dan laptopnya.


"Okay, aku akan menunggu kamu di bandara. Aku mau pulang mengantar kamu ke rumah kakek kamu. Sekalian aku bertemu dengan beliau juga," ucap Kalingga.


"Untuk apa? Bukannya kamu orang yang sulit bersosialisasi?" Tanya Ailee.


"Mendekatkan diri," ucap Kalingga.


Ailee mengernyit mendengarnya, mendekatkan diri? Maksudnya apa? Apa mungkin Kalingga ingin mengambil hati kakeknya agar hubungannya dengan Ailee direstui? Tapi kenapa sampai berpikir bahkan bertindak sejauh itu? Perjalanan mereka masih panjang. Ailee paling anti jika sudah melibatkan orang tua dalam hubungan percintaannya.

__ADS_1


"Gak ada salahnya kalo gue mau memulai hubungan yang baik dengan keluarga keluarga lo kan? Apalagi lo paling deket sama kakek lo. Kayaknya gue udah kenal beliau, cuma belum terlalu deket," ucap Kalingga.


"Effort kamu emang bukan main Ling. Tapi aku gak suka melibatkan orang tua pada hubungan kita," ucap Ailee.


"Why not?" Tanya Kalingga. Keduanya menghentikan langkah kaki keduanya dan saling berhadapan.


"Terlalu sakral menurut ku. Lebih baik kita menjalaninya berdua saja, tidak perlu melibatkan kedua orang tua kita," ucap Ailee.


"Jadi gue gak boleh kenal sama kakek lo?" Tanya Kalingga.


Ailee menggelengkan kepalanya, "Bukan gitu sayang. Kamu boleh kenal sama kakek, boleh banget. Malahan aku suka lihatnya. Cuma aku ngomong kayak gini, agar ke depannya hanya kita yang terlibat dalam hubungan kita yang mulai dan kita bangun. Aku tidak mau jika sampai ada orang lain di hubungan kita. Orang lain ini bukan berarti orang yang mengganggu hubungan kita. Melainkan keluarga kita. Aku mau menjalani hubungan kita dengan cara kita sendiri."


Kalingga tersenyum dan mengangguk lalu menarik Ailee ke dalam pelukannya. "Gue ngerti."


Ailee membalas pelukan Kalingga lebih erat. Untunglah kekasihnya ini cepat tangkap. Jadi Ailee tidak perlu lagi susah susah menjelaskannya. Sebab Kalingga mudah mengerti.


Cinta pertamanya adalah Kalingga dan yang jadi pacarnga juga Kalingga. Bukan orang lain. Ailee patut berbangga karena akhirnya tuhan memberikan takdir padanya untuk menjadi kekasih pria yang sudah sejak lama ia sukai. Namun dia juga harus kembali membujuk sang pencipta agar Kalingga yang menjadi pendamping hidupnya.


Tidak tahu diri memang. Sudah dikasih hati, malah minta jantung. Istilahnya. Ailee sudah diberikan kesempatan membangun hubungan kekasih dengan Kalingga, cinta pertamanya. Dan kini Ailee meminta pencipta untuk menjadikan Kalingga sebagai pendamping hidupnya.


Sifat manusia memang seperti itu. Tidak pernah cukup dengan apa yang sudah diberikan tuhan. Tapi mau bagaimana lagi, sepertinya semua manusia seperti itu.


"Entah kenapa gue bisa sesayang ini sama lo," ucap Kalingga.


"Me too," ucap Ailee tersenyum.


Saat sedang asik menikmati kebersamaannya, tiba tiba ada seseorang yang menubruk tubuh Ailee sampai sampai keduanya terganggu dan sedikit mengurai pelukan. Baik Ailee atau pun Kalingga sama sama melirik ke arah orang yang menubruk mereka.

__ADS_1


"Sorry," ucapnya. Ailee dan Kalingga saling melirik.


"Loh, Lingga," ucapnya lagi.


Kalingga menatapnya datar, seolah dia tidak mengenal wanita di depannya ini. Karena memang kebenarannya Kalingga tidak mengenal wanita ini.


"Kamu lupa? Aku Alica," ucapnya.


Astaga. Helaan nafas terdengar dari mulut Ailee. Kalingga mendengarnya.


"Sorry, aku gak sengaja nabrak adik kamu," ucapnya.


"Wait, adik?" Tanya Ailee.


"Iya, kamu Briella kan? Adiknya Kalingga," ucap Alica.


"Kayaknya lo lupa siapa gue," ucap Ailee. Gadis mengangkat kalung yang dipakainya. Di kalung itu ada cincin yang dulu diberikan Kalingga padanya.


"Ailee Alister," ucap Ailee.


Alica mengernyit. Ailee Alister? Bukannya Alister nama tengah Kalingga? Lalu kenapa wanita ini memakai nama Alister? Bukannya adiknya Kalingga tidak memakai nama tengah Alister? Melainkan dengan nama tengah Sashel?


"Dia cewek gue, bukan adik gue," ucap Kalingga menjelaskan raut kebingungan di wajah Alica. Tanpa mengatakan apapun lagi, Kalingga membawa Ailee pergi dari sana. Muak juga rasanya kembali bertemu wanita so kenal itu.


Tbc.


Ramein weeee🐑🐑🐑

__ADS_1


__ADS_2