
Mau tak mau Ailee ikut masuk ke kediaman mansion Kavinder atas ajakan Kairav. Ditambah Briella juga tidak mau turun dari motornya. Membuat Ailee tidak memiliki pilihan lain. Ia pun melajukan motornya menuju ke garasi mansion itu. Saat mesin motornya mati, Briella loncat dan masuk lebih dulu ke dalam lift begitu juga dengan Kairav. Meninggalkan Ailee dan Ling.
"Weh, kok gak nungguin sih?!" Gerutu Ailee. Ia melepaskan helmnya dan mengejar Briella namun lift sudah lebih dulu naik. Briella mengatakan 'semangat' dan melambaikan tangannya. Ailee mengumpat dalam hati.
Tiba tiba Ling menarik tangan Ailee, menyebabkan gadis itu menubruk tubuhnya. Ling mencengkram tangan Ailee dan menatapnya tajam.
"Apa sih Ling, santai aja kali. Kalo mau dipeluk bilang," ucap Ailee. Jujur saja ia gugup sekali saat ini. Ditambah jarak tubuhnya dengan Ling cukup dekat.
"Lepasin cincin sialan ini," ucap Ling. Cowok itu mengangkat tangan kirinya yang memperlihatkan cincin berwarna perak.
"Iya iya," ucap Ailee. Ia menggenggam tangan besar Ling dan mencoba melepaskannya. Padahal dia juga sudah tahu pasti dia tidak akan bisa melepaskan cincin itu. Ia hanya modus ingin memegang tangan Ling.
Tangan itu sangat besar. Ailee sangat menyukainya. Tangan Ling berurat, persis seperti tangan seorang cowok sejati.
"Cepet, jangan modus lo," ucap Ling.
"Enggak, siapa yang modus sih? Katanya suruh lepasin tapi dipegang tangannya malah bilang Ailee modus. Heran," ucap Ailee. Lama lama, cincin itu sulit terlepas. Ailee akhirnya menyerah.
"Gak bisa lepas Ling, udah sih terima aja," ucap Ailee. Ia pun dengan cepat masuk ke dalam lift. Meninggalkan Ling yang menatapnya tajam. Ailee berucap syukur karena bisa menghindari pria itu. Berdekatan dengan pria itu tidak baik, jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya. Jika terus berpacu dengan cepat, bisa bisa jantung Ailee akan meloncat dari tempatnya.
Ailee keluar dari dalam lift. Ia mencari keberadaan Briella. Hingga sebuah panggilan menginterupsinya untuk berjalan ke ruang makan. Ailee tidak tahu dimana letak ruang makan, hanya saja ia mengikuti arah suara Briella sampai ia menemukan ruang makan. Disana sudah ada keluarga Briella lengkap dengan Kavin.
"Sore om, tante," sapa Ashel.
"Sore Ailee, apa kabar?" Tanya Ashel.
"Baik tante, tante sendiri apa kabar?" Tanya Ailee.
"Baik, kenapa kamu lama banget di garasi. Ling mana?" Tanya Ashel.
"Em, itu..,"
"Rok dia nyangkut di jok motor tadi. Kepaksa Ling bantu dulu, makanya telat kesininya," ucap Ling yang baru datang bergabung. Pria itu duduk di sebelah maminya.
"Ailee, duduk. Kita makan bareng," ucap Kavin.
"Enggak om, gak usah. Ailee pulang aja. Pasti Magi udah masak buat Ailee," ucap Ailee.
Ashel bangun dan menarik tubuh Ailee untuk duduk di sebelah Ling.
__ADS_1
"Tante gak nerima penolakan Ailee. Makan, katanya kamu sama Briella mau girls time," ucap Ashel.
Ailee menghela nafasnya dan mengangguk samar. Ia pun duduk di sebelah Ling. Tiba tiba Kavin pamit pergi karena ada telepon masuk. Sedangkan Ashel pergi untuk melihat makanan di dapurnya sudah siap atau belum.
Kairav tiba tiba mengulurkan tangannya ke arah Ling, "Jabat tangan gue."
Ling pun menurut. Kairav adalah abangnya, ia tidak bisa menolaknya karena menghargai sang abang.
"Saya nikahkan dan kawin-,"
"Apaan sih bang, gak jelas," ucap Ling.
"Ye, panjul! Gue itu lagi latihan jadi penghulu. Siapa tahu gue bisa. Gue mau kerja sampingan jadi penghulu," ucap Kairav.
Briella yang duduk disamping Kairav sudah terkikik geli. Yang benar saja jadi penghulu dijadikan kerjaan sampingan.
"Kerjaan sampingan tuh serabutan, kerajinan. Lah lo malah mau jadi penghulu," ucap Ailee.
"Itu yang enggak lo tahu, kan di setiap daerah gak semua orang nikah tiap hari kan? Masa iya tiap hari, populasi manusia meningkat dong," ucap Kairav.
"Udahan ngobrolnya lanjut nanti aja, sekarang kita makan dulu. Ailee, chef bikinin rendang. Kamu udah pernah nyoba belum?" Tanya Ashel.
"Ya elah, masih muda udah budeg. Rendang Lee. R E N D A N G. Rendang," eja Kairav.
"Oh, rendang. Kirain randang," ucap Ailee.
"Jadi udah pernah nyoba belum?" Tanya Ashel.
"Kayaknya udah deh tan, tapi lupa lagi rasanya," ucap Ailee.
"Ini makanan kesukaan kak Ling, Lee. Siapa tahu lo mau belajar masak biar tu manusia suka balik sama lo," ucap Briella.
"Ssttt. Jangan bicarain itu," ucap Ailee.
"Cobain dulu aja ya," ucap Ashel. Ia menarik piring di depan Ailee dan memberikan nasi beserta rendang tadi. Ashel juga menambahkan sayuran disana.
"Cukup tan, kalo gak habis kan sayang," ucap Ailee.
"Oke, oke," ucap Ashel. Wanita itu pun memberikan hal yang sama untuk anak anaknya dan terakhir untuk suaminya.
__ADS_1
Mereka makan bersama setelah baca doa. Baru kali ini Ailee merasakan makan bersaama dengan orang lain. Selama ia hidup, ia tidak pernah makan satu meja dengan keluarga yang utuh seperti ini.
Ailee terkadang iri dengan Briella, gadis itu mendapatkan kasih sayang untuh dari kedua orang tuanya sejak kecil. Berbeda dengannya. Setiap hari, ia hanya makan sendirian. Terkadang ia meminta Magi untuk menemaninya. Namun selebihnya ia lebih banyak makan di kamarnya sendirian.
Ailee menghela nafasnya pelan. Bahkan sudah lebih dua bulan lamanya ia tidak bertatap muka dengan kedua orang tuanya. Mereka memang terkadang mengirimkan pesan pada Ailee setiap harinya namun tidak intens. Mungkin hanya saat pagi dan malam hari sebelum tidur.
"Lee, kok ngelamun? Makanan lo gak bakalan abis kalo cuma diliatin," ucap Briella.
"Ah, iya," ucap Ailee. Ia mengambil sendok di piringnya dan mulai memakannya. Lidahnya mencoba menyecap rasa rendang ini. Rasanya tidak asing, mirip dengan makanan yang pernah ia makan bersama kakeknya dulu.
"Enak gak?" Tanya Ashel.
"Enak banget tan. Makasih," ucap Ailee tersenyum.
"Syukurlah kalo kamu suka. Kapan kapan kamu sering main kesini aja, dari pada suntuk di rumah. Disini kan ada Briella," ucap Ashel.
"Iya tante."
"Orang tua kamu belum pulang?" Tanya Kavin.
"Belum om," jawab Briella.
"Pantas papi kamu minta om zoom meeting," ucap Kavin.
"Iyakah? Jadi om sering lihat wajah papi Ailee dong?" Tanya Ailee.
"Enggak sering juga. Cuma pas zoom doang," ucap Kavin.
"Hari ini, om ada zoom lagi gak?" Tanya Ailee.
"Ada, setelah makan om zoom lagi. Papi kamu juga ada disana," ucap Kavin.
"Boleh gak Ailee lihat wajah papi? Tapi dari samping, jadi papi gak lihat Ailee. Udah dua bulan ini Ailee gak lihat wajah papi. Ailee kangen sama papi," ucap Ailee.
...KALINGGA ALISTER NATAPRAJA...
Absvsjsvdhdhsvs Ling cakep banget ya allahðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
Tbc.