Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
113. Perpustakaan


__ADS_3

***


Fade tersenyum miring mendengar ucapan Ailee. Ternyata apa yang dikatakan Albert memang benar, Ailee bukan tipe cewek gampangan yang sekali kedip bisa ia dapatkan. Ailee terlalu cantik dan terlalu istimewa untuk di dapatkan dengan mudah.


Fade sudah banyak mendengar tentang Ailee. Nama besar gadis ini di arena adalah Queen. Nama yang indah. Fade awalnya memang tidak tertarik. Namun setelah melihat rekaman balap Ailee dan Albert waktu itu membuatnya berubah pikiran. Apalagi saat Ailee menang dan Albert menabraknya. Albert memang pria bodoh, sudah kalah malah menabrak.


"Kenapa enggak? Gue juga jago soal bibir, apalagi ranjang," ucap Fade berbisik.


"Ranjang? Ukuran lo kayaknya lebih kecil dari pada ukuran cowok gue," ucap Ailee. Briella dan Kairav kompak menatap ke arah Kalingga. Pria itu hanya diam saja dengan satu tangan kanannya memegang ponsel. Sedangkan tangan kirinya berada di bawah meja kantin, meremas kuat paha Ailee bahkan sesekali mengelusnya. Entah kapan tangan Kalingga berada disana. Sedangkan Ailee, sejak tadi mati matian untuk tidak terlihat aneh saat Kalingga mengelus pahanya. Bahkan sialnya tangan besar pria itu mengelus permukaan pahanya.


"Gue yakin gue bisa muasin lo," ucap Fade.


Ailee menghela nafasnya dan mengambil air minumnya. Orange juice yang selalu ia pesan. Entah kenapa ia jadi lapar lagi setelah mendengar ucapan tidak bermutu dari mulut Fade. Kenapa pula anak ini harus menemuinya bahkan terang terangan hadir ke hadapannya. Ailee pernah mendengar nama pria ini namun ia tidak terlalu ambil pusing. Toh dia tidak mengenalnya juga ditambah apa pengaruhnya dengan kedatangan pria ini?


"Percaya diri emang perlu, tapi gak harus sepercaya diri kaya lo. Sayangnya, gue cuma mau sama orang orang tertentu aja. Dan orang itu bukan lo," ucap Ailee.


"Ck. Lo belum nyoba-,"


"Lo mending pergi dari pada bahas hal enggak bermutu kayak gitu. Ailee cewek baik baik, kalo pun dia mau melakukan kenakalan pun pasti bakalan pilih pilih orang," ucap Kairav.


"Betul. Lo mending pergi dan jangan ganggu Ailee lagi. Urusin aja cewek cewek lo tuh, dari tadi udah sinis banget tatapannya. Gue doain keluar matanya mampus," ucap Briella.


"Pergi!" Ucap Ailee saat Fade akan kembali bersuara.


"Tunggu aja, lo bakalan takluk di bawah gue," ucap Fade.


"Mimpi di siang bolong emang suka ketinggian," ucap Ailee.

__ADS_1


Fade pun pergi dari sana meninggalkan empat sekawan itu. Briella kembali memesan makanan, bukan makanan berat melainkan snack. Sedangkan Kairav membeli minuman botol untuk mereka berempat. Syukurlah mereka berdua pergi, Ailee bisa dengan cepat menahan pergerakan tangan Kalingga yang semakin naik. Bangku tempat mereka makan berada di paling ujung dan di paling sisi. Tidak akan ada murid yang menyadarinya.


"Ling," panggil Ailee. Namun Kalingga tidak mengeluarkan suaranya.


"Cukup Lingga. Kalo keliatan anak anak lain bisa jadi gosip," ucap Ailee. Tangan gadis itu mencoba menyingkirkan tangan Kalingga yang sejak tadi bertengger dengan pahanya.


"Gue gak mau," ucap Ling.


"Tapi enggak gini juga," ucap Ailee.


"Gimana? Mau lebih dari ini? Ayo ke UKS, disana gak ada cctv, jarang juga kelewatan sama orang orang. Lo bisa des*h semau lo," ucap Kalingga.


"Sinting," rutuk Ailee. Ia hanya mencubit keras tangan Kalingga yang tidak mau pergi dari atas pahanya. Bodo amat, nanti juga pria ini akan melepaskan tangannya. Ailee sudah tidak mood lagi. Kehadiran Fade yang mengganggunya sangat membuatnya risih.


"Lee, nanti jamkos mau ke UKS gak? Ngebo disana," ucap Briella.


"Oke deh. Gue ke UKS, ngantuk," ucap Briella terkikik geli.


"Oke, terserah lo aja."


***


Disinilah Ailee berada, setelah waktu istirahat habis, ia memilih perpustakaan sebagai tempatnya untuk ngadem. Lagi pula disana juga ada komputer, dia bisa bebas bermain game jika mau. Selain itu, perpustakaan jarang di kunjungi orang orang jadi selalu sepi. Tidak ada petugas juga yang berjaga. Paling paling hanya mengeceknya sesekali.


Ailee memang tidak memiliki acara lain selain berdiam diri disana. Selain itu juga dia harus merenung disana, memikirkan universitas mana yang akan ia pilih untuk melanjutkan pendidikan kuliahnya. Jurusan sudah ia pilih hanya tinggal memilih universitasnya saja. Namun ia masih bimbang.


Ailee menarik kursi perpustakaan dan duduk disana. Disini sangat sepi. Itulah sebabnya Ailee memilih kesini. Disini sangat tenang, tidak ada gangguan atau suara bising lainnya. Ailee bahkan bisa tidur dengan nyaman disini. Sayangnya dia tidak mengantuk.

__ADS_1


"Papi menyarankan untuk tetap disini, berkuliah di Harvard dengan jurusan bisnis. Papi juga minta buat gue mulai mempelajari tentang bisnis nanti. Padahal mau gue bukan bisnis, tapi cooking," ucap Ailee. Gadis ini memang sudah pandai memasak. Dan dia sangat ingin bekerja sesuai dengan hobinya. Entah itu membuat restoran atau cafe. Sayangnya masa depannya sudah di tata rapi oleh kedua orang tuanya. Ailee tidak memiliki pilihan lain selain menuruti dan mengikutinya.


"Hai."


Ailee menolehkan kepalanya menengok ke arah samping. Manusia ini lagi.


"Mau lo apa sih? Bukannya kelas lo enggak jamkos? Kenapa kesini? Lo bolos?" Tanya Ailee beruntun.


"Benar. Gue bolos, males sama pelajaran. Mending disini sama lo," ucap Fade.


Yap, orang yang menemuinya disini adalah Fade. Ailee benar benar muak dengan pria ini. Lebih baik ia pergi saja. Namun saat akan melangkah, tangannya di cekal dan ditarik kembali untuk duduk. Fade langsung bangkit dari kursinya saat Ailee sudah duduk. Pria itu mengukung Ailee dengan kedua tangan berada di antara sisi kiri dan kanannya.


"Lo terlalu jual mahal Ailee, harusnya lo dengan mudah mau sama gue," ucap Fade.


"Gue gak murah, makanya gak sembarang cowok bisa dapetin gue," ucap Ailee.


"Yakin? Disini sepi, gue bisa loh melakukan hal yang buat lo enggak sombong lagi," ucap Fade. Tangan pria itu terangkat untuk mengelus pipi Ailee, namun dengan cepat Ailee menepisnya.


"Jangan gila lo! Jauhin tangan kotor lo dari wajah gue!!" Ucap Ailee. Gadis itu bahkan menendang tulang kering kaki Fade sehingga pria itu mendesis kesakitan.


"Bangs*t," umpatnya saat melihat Ailee pergi dari sana. Fade tentu saja langsung mengejarnya.


Ailee benar benar takut dengan pria itu. Pria itu terlihat sangat tidak sopan dengan wanita. Ailee terus berlari dan tidak memperhatikan jalan, sampai ia menubruk tubuh seseorang.


"Ling," ucap Ailee. Kalingga menaikan sebelah alisnya saat melihat Ailee ketakutan. Namun saat ekor matanya melirik ke samping, dia sudah tahu alasan Ailee ketakutan.


Fade mengepalkan tangannya saat melihat sesuatu yang harusnya, dia yang melakukannya. Bukan orang lain.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2