
***
Keputusan semua orang tua sudah keluar. Meskipun Ayu bersikeras meminta Kalingga menikahi anaknya, namun keinginan itu ditolak keras oleh Ashel selaku ibu kandung dari Kalingga. Ashel merasa pernikahan antara Kalingga dan Vanesha adalah hal yang sangat tabu dan jelas saja itu tidak boleh terjadi. Apa jadinya jika hal itu terjadi, sudah pasti itu semua akan mempengaruhi hubungan Kavin dan Rafello.
Selain Ashel, Sarah juga ikut menentangnya. Dia tidak mau keturunannya saling menikah meskipun mereka adalah sepupu. Di dalam tubuh Kavin dan Rafello mengalir darah yang sama. Artinya darah yang mengalir dalam tubuh Vanesha dan Kalingga jelas ada kesamaan. Sarah menolak keras karena dia ingin keturunannya berasal dari keluarga lain bukan dari sesama keluarga.
“Mama benar benar kecewa dengan kamu Ayu. Mama benar benar menyalahkan pola asuh kamu untuk Vanesha. Entah apa yang sudah kamu ajarkan sampai anak itu tumbuh jadi anak yang tidak tahu malu. Dan kamu Fello, mama sudah tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa. Kamu kepala keluarganya, tapi kamu sama sekali tidak bisa mendidik anak dan istri kamu,” ucap Sarah.
“Mama gak perlu salahin pola didik aku atau pun mas Fello. Kenapa mama gak salahin Kalingga? Jika saja anak itu tidak menolak Vanesha, mungkin dia tidak akan seperti ini. Harusnya mama juga adil ma. Apa apa selalu menyalahkan keluarga ku,” ucap Ayu.
“Mama gak pernah nyalahin kamu keluarga kamu jika saja tidak pernah terjadi hal hal diluar kendali seperti ini. Kamu sudah bukan lagi anak remaja seperti dulu. Kamu sudah dewasa, sudah seharusnya kamu juga bertindak dewasa,” ucap Sarah.
“Ma, mama mau sampai kapan salahin aku-,”
“Cukup!!! Berhenti menyalahkan mama. Mama tidak salah, kamu yang salah Ayu," ucap Ashel. Dia sudah muak mendengar ucapan ucapan Ayu dan Vanesha. Apalagi Ayu terus menyudutkan anaknya. Apalagi Ayu mendesak suaminya untuk menikah kan Kalingga dengan Vanesha.
"Lo yang harusnya diem!! Gue gak butuh bacotan lo," ucap Ayu.
Plakk...
"Mas!!" Teriak Ayu terkejut, tangannya terangkat ke arah pipi kanannya yang di tampar Rafello. Cukup keras, bahkan pipi Ayu sudah memerah.
"Ma, pa, oma, opa, Fello minta maaf atas kekacauan hari ini. Fello pamit dari sini dulu," ucap Rafello. Pria itu menarik lengan istrinya dan membawanya pergi dari sana.
__ADS_1
Rasanya, Fello sudah benar benar tidak memiliki harga diri di depan keluarganya karena sikap istrinya ini. Lebih baik pergi dari sini dari pada terus menyaksikan perdebatan antara istrinya dan keluarganya.
"Lepas mas, kamu jahat tahu gak?!" Ucap Ayu marah. Wanita itu menghempaskan tangannya yang dicekal oleh suaminya.
"Sebenarnya apa arti aku untuk kamu?! Kenapa kamu bertingkah seolah olah aku ini tidak memiliki harga diri sebagai suami?!" Ucap Rafello. Pria itu mulai mengeluarkan kekesalannya. Saat ini mereka tengah berada di garasi rumah Natapraja.
"Aku anggap kamu suami aku. Suami dari anak anak aku. Tapi tadi, kamu malah nampar aku. Nampar aku mas!" Teriak Ayu.
"AKU SENGAJA TAMPAR KAMU SUPAYA KAMU SADAR DAN GAK MENJADI JADI. TAPI APA?! KAMU MALAH SEMAKIN GILA DALAM MENDUKUNG KESALAHAN ANAK KAMU. SEBENARNYA KAMU INI MENGHORMATI AKU SEBAGAI SUAMI KAMU ATAU TIDAK HAH? SEMAKIN AKU DIAMKAN KAMU SEMAKIN BERTINGKAH!" Teriak Rafello. Emosinya meledak ledak akibat ulah istrinya. Rafello benar benar malu. Sangat malu sekali. Bahkan dia tidak tahu harus seperti apa lagi dia menghadapi keluarganya di masa depan.
"Aku benar benar kecewa dengan kamu. Aku kira kamu tidak akan segila kakak kamu, ternyata sama saja. Kamu dan kakak kamu sama sama gila," ucap Rafello. Tak lama pria itu pun pergi dari hadapan istrinya.
Tidak baik memang karena dia sudah memarahi istrinya lalu menamparnya juga. Ditambah Rafello juga mengatakan hal hal yang kurang baik. Anggaplah selama hari ini Rafello meluapkan emosinya yang sudah lama ia pendam untuk Ayu.
Tingkah Ayu bukan hanya hal ini saja yang menyebalkan. Sebelumnya juga Ayu sudah pernah melakukan kesalahan fatal, bukan hanya sekali namun berkali kali. Tetapi Rafello tetap memaafkannya.
"Kavin, bawa istri kamu istirahat. Lebih baik kita semua istirahat dulu. Masalah hari ini cukup menguras emosi kita semua," ucap Faraz.
"Iya pah. Kalian semua istirahat dengan tenang. Anggaplah masalah hari ini tidak pernah terjadi. Lagi pula Fello sudah membuat keputusan," ucap Kavin.
"Iya. Selamat malam," ucap Faraz. Semua keluarga pun pergi dari ruanf keluarga. Tidak ada yang tersisa disana. Kairav dan Virendra pergi ke ruang game, seperti biasa. Briella sudah kembali ke kamarnya saat ia melihat Kalingga datang ke taman samping. Karena Briella rasa memang Ailee seharusnya mendengar itu semua dari Kalingga langsung.
Sementara Vanesha, tentu saja dia pergi mencari Kalingga. Rumah ini sangat luas, dia sedikit kesulitan mencarinya. Sudah sejak tadi dia mencarinya namun dia tidak menemukannya.
__ADS_1
Sedangkan di taman samping, Ailee dan Kalingga masih disana. Ailee masih tetap diam di dalam pelukan Kalingga. Kalingga juga tetap memeluknya dan tidak berniat melepaskannya.
"Masih marah?" Tanya Kalingga.
"Masih, gimana pun anggota tubuh kamu pernah di pegang Vanesha. Aku gak rela," ucap Ailee.
"Posesif amat neng. Mau gue kawinin malam ini?" Tanya Kalingga.
"Gila!"
"Kok ngumpat? Kan nawarin aja, kalo gak mau gak papa. Paling manual lagi kayak biasa," ucap Kalingga.
"Tapi kamu sama Vanesha gak ngapa ngapain kan? Maksudnya kalian gak melakukan apapun waktu ketiduran itu?" Tanya Ailee.
"Enggak ketiduran sayang. Aku di bius sama dia. Aku gak inget apa apa, tapi setelah lihat cctv aku yakin seratus persen dia gak ngapa ngapain aku. Dia cuma buka baju aku tapi gak jadi buat pegang pegang. Soalnya keburu datang bang Kai sama Viren," ucap Kalingga.
"Gak kebayang kalo kamu beneran gituan sama Vanesha. Aku bener bener bakalan kecewa banget sama kamu," ucap Ailee.
"Gue gak akan pernah buat orang yang gue sayang kecewa. Karena bagaimana pun, lo orang paling special di dihidup gue," ucap Kalingga.
Ailee tersenyum mendengarnya. Tadi hatinya benar benar terasa sangat sakit sekali, namun sekarang semuanya berangsur membaik.
Tbc.
__ADS_1
Kalingga -> bare face bikin hilap iman😭😭👍