Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
161. Kumat


__ADS_3

***


Mencintai sampai memiliki, rasanya Ailee masih seperti mimpi bisa memiliki Kalingga saat ini. Mengingat dulu seperti apa sikap pria ini padanya. Namun untunglah Ailee sangat sabar dalam menghadapinya setiap harinya.


Bayangkan jika Ailee berhenti saat itu. Saat dimana Kalingga menyakitinya. Mungkin sampai detik ini dia tidak akan menyandang status sebagai kekasih seorang Kalingga Alister Natapraja.


Cinta Ailee benar benar murni dari dalam hatinya. Sejak awal dia mencintai Kalingga tanpa tapi. Dia tidak peduli jika semisalnya Kalingga ini tidak memiliki harta kekayaan sebanyak itu, dia akan tetap mencintai Kalingga. Ailee tidak gila harta apalagi matre. Kekayaannya juga sama dengan kekayaan Kalingga.


Kalingga mengelus pelan kepala Ailee yang sudah bersandar pada dadanya. Kalingga bisa merasakan elusan nafas halus Ailee pada lehernya. Bahkan gadis itu dengan manjanya memeluk tubuh Kalingga. Sesuatu hal yang dulu tidak pernah Ailee harapkan sebab sikap Kalingga yang sangat enggan dan sangat menolaknya.


Kalingga sendiri sibuk membaca modul yang ada di laptopnya. Ternyata cara gadis ini sangat pintar. Dia meringkas pelajaran yang begitu sulit menjadi lebih mudah. Bahkan bahasa yang disampaikan Ailee dalam modul itu sangat mudah dimengerti.


"Pantesan lo ranking satu mulu dari paud, ternyata lo punya skill," gumam Kalingga. Pria itu terus mengelus kepala Ailee. Bahkan ia merasa jika Ailee sudah tertidur lelap. Untunglah masih sore hari. Dan untungnya juga keduanya sudah mendapat ijin belajar bersama. Orang tua Ailee tahunya Ailee belajar di rumah Kavinder. Namun kenyataannya Ailee belajar di apartement Kalingga, hanya berdua.


Ailee sama sekali tidak takut jika hanya berduaan dengan Kalingga. Justru di moment seperti ini sifat dan sikap asli Kalingga muncul. Dan Kalingga hanya menunjukannya padanya seorang. Ailee tentu saja sangat senang karena hal itu. Sesuatu hal yang tidak pernah Kalingga perlihatkan pada orang lain, hanya diperlihatkan pada dirinya.


Seperti sekarang contohnya. Pria itu membaca modul pelajaran Biologi rangkuman Ailee sembari menyandarkan kepalanya pada bahu Ailee. Tangan Ailee juga diambil lalu dipeluk olehnya. Sedangkan Ailee sedang sibuk mempelajari bisnis.


"Mau pulang jam berapa?" Tanya Ailee.


"Nanti. Gue masih mau sama lo," ucap Kalingga. Pria itu masih tetap fokus pada laptop di pangkuannya sementata Ailee fokus pada ponselnya. Keduanya memang sibuk dengan kegiatan masing masing, namun ketika ada yang bertanya salah satu, mereka akan langsung merespon.


"Kamu udah ngerasain cinta buat Ailee?" Tanya Ailee.


"Gak tahu," ucap Kalingga acuh.


"Kok gak tahu sih?! Yang selama ini kamu rasain apa waktu deket sama Ailee?" Tanya Ailee sedikit kesal. Tentu saja dia kesal pada Kalingga. Bukan apa apa, pria ini benar benar sangat cuek sekali. Padahal kan dia masih memiliki perasaaan, tapi kenapa dia tidak merasakan apa apa.


"Nyaman, gue juga suka deket sama lo," ucap Kalingga.


"Gitu doang?" Tanya Ailee.

__ADS_1


"Iya."


Ck. Sudahlah, Ailee sudah tidak minat bertanya lagi. Kalingga benar benar pria dingin yang tidak pernah memikirkan hal lain selain apa yang ingin dia pikirkan. Ailee hanya takut nantinya Kalingga tidak akan merasakan perasaan untuknya. Dia bersikap baik mungkin hanya butuh teman disaat kesepian.


Ailee takut dijadikan bahan gabut saja!


"Hilangkan pikiran gila di pikiran lo, gue suka sama lo," ucap Kalingga.


"Kamu cenayang?" Tanya Ailee.


"Bukan, gue cowok lo," ucap Kalingga.


Ya salam. Bisa tidak jika tidak membuat Ailee salah tingkah sehari saja? Ailee sebenarnya sudah tidak bisa menahan lagi perasaan salah tingkahnya yang dibuat oleh Kalingga.


Tiba tiba Kalingga menggerakan tubuhnya setelah menyimpan laptop miliknya. Ia memeluk Ailee dan mendiamkan kepalanya di dada Ailee.


"Kenapa?" Tanya Ailee.


"Manja banget. Gak nyadar itu kamu tidur diatas apa? Awas aja wajah kamu tiba tiba noleh, abis kamu sama aku," ucap Ailee.


Benar. Posisi wajah samping kanan Kalingga berada di atas dada Ailee. Jika saja pria itu menoleh maka wajah pria itu akan berhadapan langsung dengan squishy miliknya.


"Empuk disini, nyaman. Apalagi kalo gue nen," ucap Kalingga.


"Mulutnya!" Ucap Ailee geram.


Pria ini semakin hari semakin gila saja sikapnya. Bahkan Ailee sudah mual dengan kemesuman Kalingga. Belum lagi jika pria ini tiba tiba menyerang bibirnya. Ailee benar benar tidak paham, kenapa pria ini sangat nafsuan sekali.


Ailee kadang berpikir, jika nanti mereka menikah. Apa Ailee akan terus dibuat tertidur dibawah kukungan tubuh besar pria ini? Mengingat pria ini sangat nafsuan sekali. Ailee benar benar tidak mampu membayangkannya. Sebab dia sudah takut sendiri saat membayangkannya.


"Jangan gerak gerak, dikit lagi wajah kamu kena itu aku," ucap Ailee.

__ADS_1


"Biarin. Lo cewek gue, lo punya gue. Artinya ini juga punya gue," ucap Kalingga.


"Gak gitu konsepnya bujank! Kamu pikir Ailee mau gitu nerima perlakuan kamu yang diluar batas. Enggak! Ailee gak mau. Yang ada nanti kamu malah keterusan terus kebablasan. Ujung ujungnya kita harus nikah. Ailee gak siap nikah muda Ling," ucap Ailee.


"Harus siap. Soalnya batang gue udah siap buat nerobos milik lo yang rapet dan sempit itu," ucap Kalingga.


"Ngawur. So tahu, sana ah." Usirnya.


"Gak mau, mau kayak gini. Mau nen," ucap Kalingga memelas.


"Gila ya kamu?! Kamu bener bener gila, lepas Ling," ucap Ailee. Gadis itu berusaha melepaskan dirinya namun Kalingga malah memeluk Ailee sehingga Ailee tidak bisa melakukan apa apa lagi. Terlambat sepertinya. Kini Kalingga sudah mengukung tubuhnya. Kedua tangan Ailee juga sudah ditahan diatas kepalanya.


"Inget cctv. Kamu mau di bogem om Kavin lagi?" Tanya Ailee. Jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam, Ailee sangat sangat ketakutan sekali saat ini. Bukan apa apa, dia takut karena Kalingga sudah mulai gila lagi. Mesumnya kumat lagi.


"Bogeman papi emang sakit, tapi lebih sakit lagi kalo gue gak bisa buat bibir lo bengkak," ucap Kalingga.


"Ling. Jangan," ucap Ailee memelas. Kini giliran dia yang memelas. Berharap Kalingga mau melepaskan dirinya. Namun sepertinya pria ini sudah gelap mata.


"Jangan, nanti kamu gak bisa kontrol diri kamu. Aku gak mau kamu nekat dan melakukan itu," ucap Ailee melarang saat Kalingga akan menyerang bibirnya.


"Gue masih bisa kontrol nafsu gue. Gue cuma mau bibir lo," ucap Kalingga.


"Boong! Nanti tangan kamu main kemana mana. Ailee gak mau," ucap Ailee.


"Trust me. Gue cuma mau cium bibir lo, kalo tangan gue gerak, berarti itu salah tangan gue."


Kalian tahu lah seperti apa selanjutnya.


Tbc.


__ADS_1


__ADS_2