Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
263. Penguntit?


__ADS_3

***


Sementara itu dilain tempat, masih di Indonesia. Seorang pria tengah menatap bawahannya yang sedang diberi pelajaran. Sebabnya karena dia tidak becus menjalankan tugas yang diberikan. Hanya menjaga satu orang wanita muda saja sepertinya sulit sekali. Mereka yang ditugaskan adalah pria pria bertubuh kekar serta berbadan tinggi. Namun mereka tetap kalah gesit dengan orang lain.


"Aku membayar mahal kalian untuk menjaganya. Tapi ternyata kalian malah tidak menuruti ucapan ku," ucapnya pada ketiga pria yang sudah bersimbah darah di seluruh tubuhnya.


Ketiga pria itu di pukuli dengan brutal. Mereka babak belur karena mereka tidak melawan. Bagaimana melawan, mereka tidak berani untuk hal itu. Sejak awal masuk dan bekerja mereka sudah disumpah untuk menuruti ucapan bos besar dan juga akan menerima hukuman apapun jika mereka tidak becus menjalankan tugas yang diberikan.


"Tuan," panggil asisten pribadinya.


"Saya sudah mengecek cctv yang ada di mall, namun disana tidak menunjukan tanda tanda orang yang mencurigakan. Bahkan saya tidak melihat orang masuk ke dalam toilet tersebut selain nona Fox," ucapnya.


"Apa kau yakin?" Tanyanya.


"Sangat yakin tuan. Tidak ada tanda tanda aneh. Saya sudah mengecek semua cctv yang dilewati oleh nona Fox selama seharian ini. Namun saya tidak menemukan kejanggalan apapun," ucapnya.


"Menurut mu, apa ini ulah rival bisnis keluarga Fox?" Tanyanya.


"Bisa jadi ya, bisa jadi tidak. Saya tidak berani berasumsi sebelum adanya satu bukti."


Pria itu menghela nafasnya. Hari ini dia disibukan dengan setumpuk pekerjaannya dari kantornya. Dia bahkan tidak memperhatikan keadaan gadis yang ia sukai. Yang ia tahu hari ini gadis itu kecelakaan karena disengaja oleh seseorang. Setelah tahu berita itu, dia langsung mencari tahu keadaan gadis itu. Namun tidak banyak yang ia temukan. Sebab gadis itu menetap di rumah pria yang statusnya adalah pacarnya saat ini.


Ia juga langsung meminta bawahannya untuk mencari tahu kejanggalan hari ini di mall. Sayangnya dia tidak mendapatkan apa apa.


"Bawa mereka dan urus kembali. Aku sudah tidak sudi melihat mereka lagi," ucapnya.


"Baik tuan." Pria itu pun membawa ketiga pria tadi dengan bantuan bawahan yang lainnya untuk pergi dari ruangan itu. Meninggalkan sang bos yang sedang duduk diam di kursi kebesarannya sembari menghisap rokok dengan ditemani segelas wine putih.

__ADS_1


Matanya menatap hangat ke arah sebuah foto yang terdapat di layar komputernya. Disana ada foto gadis bermarga Fox yang tengah tersenyum ke arah kamera. Bagian bahunya terekspose. Gadis itu berpose diatas rumput yang hijau. Sangat cantik sekali.


Bahkan kecantikannya tidak pernah ada yang mengalahkannya. Sejak dulu, dia sudah menyukainya. Gila memang, tapi mau bagaimana lagi. Yang namanya suka tidak bisa ditawar apalagi dipilih. Rasa suka yang ia miliki murni karena suka dengan tulus dari dalam lubuk hatinya.


"Selalu cantik, Ailee Fox," ucapnya.


***


Beberapa jam beralau, Ailee sudah bangun sebab dibangunkan oleh Kalingga. Sengaja Kalingga membangunkan Ailee sebab gadis itu harus makan dan minum obat. Ailee terpaksa menurut dan bangun dari pada Kalingga melakukan hal yang aneh padanya. Apalagi ini masih di rumah pria itu dan Ailee juga tidak mau mendapatkan perlakun aneh itu. Kalian tahu sendiri seperti apa sikap Kalingga pada Ailee.


Dengan berat hati Ailee makan cukup banyak juga minum obat yang pahit itu. Obat yang selalu ia hindari saat ia sakit.


"Sekarang tidur lagi aja. tante Cya udah kasih ijin kamu nginep disini," ucap Kalingga.


"Baru juga bangun udah disuruh tidur lagi," gumam Ailee.


"Ponsel aku mana?" Tanya Ailee.


"Ada. Aku simpen, kamu masih belum sehat betul sayang," ucap Kalingga.


"Hallo, aku cuma sakit punggung aja gak sakit sampe geger otak. Kamu jangan lebay deh Ling. Mana ponselnya?" Tanya Ailee.


Khawatir boleh, tetu saja sangat boleh. tapi jangan sampai seperti ini juga. Kalingga memang selalu berlebihan.


"Baiklah, jangan terllau lama bermain ponselnya," ucap Kalingga. Pria itu mengeluarkan ponsel Ailee dari dalam tas selempang yang dipakai olehnya tadi.


"Makasih sayang. Kamu pasti belum makan kan? Mending kamu makan dulu baru balik lagi kesini. Aku gak mau sampe kamu sakit," ucap Ailee.

__ADS_1


"Ngusir?" Tanya Kalingga.


"Bukan Lingga. Gak baik loh suudzon sama pacar sendiri. Niat aku kan baik biar kamu gak sakit. Kalo kamu sakit siapa nanti yang jagain aku?" Tanya Ailee. Kalingga terdiam da terlihat menghela nafasnya.


"Sana makan dulu. Aku gak akan kabur kok," ucap Ailee.


"Jangan bertingah apalagi petakilan. Aku tinggal makan sebentar," ucap Kalingga.


Ailee mengangguk patuh seraya menempelkan satu tangannya pada keningnya seperti memberi hormat, "Siap komandan Lingga."


benar benar tidak habis pikir. Tadi menangis karena kesakitan dan sekarang malah cengengesan tidak jelas. Biasanya juga gadis ini akan manja dan tidak mau ditinggal pergi apalagi sedang sakit seperti ini. Namun entah mengapa hari ini dia seedikit berbeda. Dokter bilang kepalanya tidak apa apa. Tapi kenapa dia jadi berubah?


Ailee melambaikan tangannya saat Kalingga menghilang dibalik pintu kamar. Sebenarnya dia tidak mau ditinggal oleh Kalingga, tapi mau bagaimana lagi. Ada hal yang harus ia lakukan dibelakang Kalingga. Bukan bukan selingkuh tentu saja. Ailee sangat mencintai Kalingga. Kalingga sudah sangat sempurna untuknya. Ailee tidak akan pernah menduakan pria itu.


Ailee mebuka ponselnya dan mengirimkan chat pada Max. Kalian masih ingat pria itu kan? Dia adalah penanggung jawab sirkuit milik Ailee sekaligus jadi orang kepercayaan Ailee.


Ailee memejamkan matanya setelah mengirim beberapa pesan pada bang Max. Dia berusaha mengingat kejadian tadi. Rasanya memang sangat janggal sekali. Terbukti orang itu hanya menyerangnya dan tidak menyerang ibu ibu yang masuk ke toilet itu. Ailee masih ingat, yang ada di toilet bukan hanya dia, tapi ada orang lain juga selain orang itu.


Tapi tunggu dulu. Apa mungkin yang menyerangnya adalah ibu ibu tadi? Dia hanya menyamar? Tapi memangnya berganti pakaian bisa secepat itu? Rasanya tidak mungkin juga.


"Sshhh," ringis Ailee pelan. Bergerak sedikit saja punggungnya benar benar sakit.


"Lebay banget gue. Harusnya gak sakit ginian, awas aja. Gue harus dapetin orang itu, seenaknya dia serang gue. Gara gara dia waktu liburan gue disini kan jadi berkurang," ucap Ailee.


Tiba tiba ponselnya berbunyi, notifikasi pesan yang ia tunggu akhirnya tiba. Pesan itu dikirim dari bang Max. Ailee bukan tidak mengingat kejadiannya, sebenarnya dia hanya pura pura tidak ingat di depan Kalongga. Karena dia tidak mau membuat pria itu khawatir.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2