Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
46. One Day With You


__ADS_3

***


Ailee terkejut mendengar ucapan Kalingga. Apalagi saat melihat darah di bibir Kalingga. Ailev pun mendekat dan dan mengusap darah di bibir Kalingga. Benar, ketika Ailee mengusap darah itu, darah baru keluar lagi dari luka itu.


"Ayang, maaf. Tapi aku gak ngerasa gigit kamh tadi," ucap Ailee.


"Lo gak mungkin ngerasa gigit gue, karena lo terlalu menikmati ciuman kita," ucap Ling.


"Kayak Ling enggak aja. Nih lihat sweater Ailee sampe ngangkat gara gara tangan kamu," ucap Ailee. Ling terdiam dan tidak menjawabnya sedangkan Ailee bergerak mengambil tissue dan membersihkan darah di bibir Kalingga dengan telaten.


"Darah gue udah ketelen kan sama lo secara gak langsung? Lo tahu artinya kan," ucap Ling membuat Ailee mengernyit. Ia kemudian mengelap bibirnya.


"Gak tahu dan gak mau tahu. Ayo bangun, katanya mau ajak jalan sebelum pulang. Ailee mau mcd nih sama ayam richeese," ucap Ailee.


Ling pun menurut dan bangun dari tempat tidurnya untuk cuci muka. Sedangkan Ailee membereskan tempat tidur lebih dulu sebelum mencuci muka.


Setelah selesai bersiap, mereka pun keluar dari dalam apartement Kalingga. Seperti biasa Ailee memeluk tangan Kalingga dengan kedua tangannya. Kalingga sendiri hanya diam saja dan membiarkannya. Anak ini sudah sibuk merecokinya saat bersiap tadi, bahkan menyuruhnya mempercepat bersiapnya. Ailee benar benar lapar. Wajar saja setelah berenang tadi terjadi drama yang menyebabkannya tidak mood makan. Salahkan Kalingga yang selalu menaik turunkan moodnya.


Ailee naik ke atas motor Kalingga dan memeluk pria itu. Mereka pergi dari apartement Kalingga menuju ke richeese. Namun sebelum itu mereka ingin memesan mcd di drive tru.


Sepanjang jalan, Ailee bersenandung pelan. Tangannya seperti biasa masuk ke dalam kaos yang digunakan Lingga. Mengelus bahkan mencubit roti sobek itu. Sepertinya ini akan menjadi kebiasaan Ailee ketika bersama dengan Kalingga diatas motor. Kalingga juga sepertinya terbiasa. Ia tidak lagi merasa geli, namun bereksi tentu saja. Namun ia dengan cepat menetralkannya.


Perjalanan menghabiskan waktu dua puluh menit. Delapan menit di drive tru dan sisanya perjalanan menuju ke richeese. Ailee masuk lebih dulu dan Kalingga berdiri di belakangnya. Tenang saja, mcd yang dipesan Ailew tadi ia masukan ke dalam taa gendong yang ia bawa. Aman.


Ailee memesan chicken wing dan ayam bagian dada lengkap beserta nasi dan minuman red velvet. Kalingga meminta menu sama. Mereka pun duduk di salah satu kursi kosong setelah membawa satu nampan berisi makanan untuknya dan Kalingga. Sebenarnya yang membawa itu Kalingga, Ailee tidak mau membawanya karena takut jatuh. Yang ada nanti ia tidak memakannya.


Ailee mengeluarkan sarung tangan sekali pakai dan memberikannya pada Kalingga untuk dipakai pria itu, begitu pun dengan Ailee. Mereka makan dengan lahap. Kalingga mesan level satu sedangkan Ailee memesan level tiga. Mereka sama sama diam, menikmati richeese itu. Ailee sempat sempatnya mengambil video ketika ia dan Kalingga makan. Di ponsel miliknya itu, tersimpan banyak foto Kalingga juga terselip foto bersama dengan Briella dan Kairav sejak mereka kecil. Ailee memang sengaja mengabadikannya disana.


"Pedes ya?" Tanya Ling.

__ADS_1


"Pas menurut Ailee. Mau nyoba," ucap Ailee. Ia menyodorkan potongan kulit ayam yang sudah terbalut bumbu fire chicken kepada Kalingga. Kalingga membuka mulutnya dan memakannya. Awalnya terlihat biasa saja, namun lama kelamaan Kalingga kepanasan dan tersedak. Ailee buru buru menyodorkan minuman red velvet pada Lingga. Wajah pria itu berubah menjadi merah karena kepedasan.


"Gila, lo makan itu? Buang Lee, nanti lo bisa sakit perut. Pesen lagi aja, gue yang bayar," ucap Kalingga. Ia hendak mengambil makanan Ailee namun gadis itu melarangnya.


"Ini enggak pedas menurut Ailee ayang, pedasnya pas," ucap Ailee.


"Yakin?" Tanya Ling.


"Yakin. Kan dipakein saus keju juga jadi pedesnya gak terlalu. Tenang aja, lanjut makan. Sayang kalo gak habis," ucap Ailee.


Ling mengangguk, "Iya sayang."


Uhuk... uhuk...


"Loh, kenapa lagi?" Tanya Ling.


"Ayang panggil aku sayang? Serius?" Tanya Ailee. Telinganya tidak mungkin salah dengar. Telinganya fasih berfungsi dengan baik.


"Masa-,"


"Makan. Gue tinggal nih," ucap Ling memotong ucapan Ailee.


"Ish, iya iya ayang iya. Nih makan," ucap Ailee. Gadis itu kembali memakan fire chicken miliknya sampai habis.


Selesai makan, Ailee menyatukan semua sampahnya menjadi satu dan membuangnya. Lalu ia menyimpan nampan yang tadi digunakan pada tempatnya lagi. Ia masih duduk bersama Kalingga. Mereka baru selesai makan dan tidak mungkin langsung pergi.


Ailee mengeluarkan mcd dari tasnya kemudian memakannya dengan lahap. Kalingga hanya menggelengkan kepalanya heran. Kenapa juga anak ini sangat banyak makan. Tapi badannya tidak begitu gemuk. Hanya di bagian pipi saja yang gemuk.


"Emang tadi gak kenyang?" Tanya Ling.

__ADS_1


"Ini cuci mulutnya. Mau?" Tawar Ailee.


Kalingga menggelengkan kepalanya. "Nanti roti sobek gue ilang kalo banyak makan karbo. Patty-nya kan terbuat dari terigu. Dan terigu mengandung karbo."


"Iya si paling sehat dan selalu jaga badan. Setelah ini mau kemana?" Tanya Ailee.


"Lo maunya kemana?" Tanya Ling.


"Kemana aja asal sama ayang," ucap Ailee.


"Ya udah cepetan makannya. Kita pergi ke tempat yang gue mau," ucap Ling. Ailee mengangguk dan segera kembali memakan mcd-nya.


***


Ailee mengernyit heran. Pantai? Kenapa Kalingga membawanya ke pantai? Pantas saja di jalan tadi pria itu sangat ngebut di jalanan. Jarak yang ditempuh cukup jauh jadi mereka sampai sekitar satu jam lamanya kesini.


Kalingga menarik tangan Ailee untuk mendekat ke arah bibir pantai. Mereka sudah melepas sepatu mereka. Air ombak mendekat ke arah mereka. Ailee sedikit merapatkan tubuhnya pada Kalingga saat air ombak mendekat ke arah mereka.


"Ling, nanti ke seret ke laut. Jauhan dikit yuk," ajak Ailee.


"Enggak bakal. Ini jauh dari tengah tengah," ucap Kalingga. Ia berjalan ke arah kanan. Di depan sana, terlihat sebuah karang berukuran cukup besar tersusun acak. Sepertinya Kalingga akan duduk disana.


"Mau lihat sunset?" Tanya Ailee.


"Iya," jawab Kalingga singkat. Ailee mengangguk sekilas dan mengikuti pria itu. Ailee selalu menggandeng tangan Kalingga seperti anak kecil yang menggandeng ayahnya.


Tingggi Ailee sekitar se-dada Kalingga. Sama seperti Briella. Namun Briella lebih tinggi beberapa centi darinya. Kalingga memegang tangan Ailee saat mereka akan menaiki batu batu itu. Mereka pun duduk disana. Ailee masih sempat sempatnya memeluk tangan Kalingga dan menyandarkan kepalanya pada bahu tangan pria itu.


"Ling suka kesini?" Tanya Ailee.

__ADS_1


"Iya kalo lagi pusing sama kehidupan. Gue sering kesini sendirian, nikmatin sunset sendirian. Kadang gue juga pagi pagi kesini buat nunggu sunrise."


Tbc.


__ADS_2